Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
Obat-obatan (Pexels/Karolina Grabowska www.kaboompics.com)

Suara.com - Kemajuan kedokteran modern membawa dampak besar bagi kesehatan global. Namun di balik itu, muncul persoalan lingkungan yang kerap luput dari perhatian.

Sejumlah studi menunjukkan residu obat-obatan kini banyak ditemukan di sungai, danau, hingga air tanah di berbagai belahan dunia, menandai bentuk polusi baru yang berkembang di balik keberhasilan medis.

Bahan Aktif Menuju Lingkungan

Berdasarkan data yang dihimpun dari Earth.org, siklus penggunaan obat-obatan ternyata tidak berhenti di dalam tubuh manusia. Sekitar 4.000 bahan aktif farmasi digunakan secara global. Banyak dari senyawa kimia ini tetap aktif secara biologis setelah meninggalkan tubuh.

Ketika kita mengonsumsi obat seperti antibiotik, antidepresan, atau penghilang rasa sakit, tubuh kita sering kali hanya memetabolisme sebagian saja. Sisanya dikeluarkan lalu mengalir melalui sistem pembuangan limbah.

Masalah utamanya terletak pada infrastruktur pengolahan air. Sebagian besar instalasi pengolahan air limbah tidak dirancang untuk menyaring dan menghilangkan bahan kimia kompleks ini. Akibatnya, banyak residu farmasi melewati proses pengolahan dan berakhir di sungai, danau, hingga ekosistem pesisir. Sebuah tinjauan literatur global oleh PBB bahkan mengidentifikasi sekitar 631 jenis obat-obatan atau produk transformasinya di lingkungan yang tersebar di 71 negara.

Sumber Kontaminasi Global

Polusi ini tidak hanya berasal dari konsumsi manusia. Ada beberapa sumber lain yang berkontribusi pada akumulasi limbah farmasi, mulai dari pembuangan yang tidak tepat, produksi industri itu sendiri, hingga di sektor pertanian yang menggunakan antibiotik dan hormon pada hewan ternak yang masuk ke lingkungan melalui kotoran, limpasan irigasi, atau aliran sungai.

Kebiasaan membuang obat kedaluwarsa ke toilet atau tempat sampah rumah tangga membuat bahan kimia meresap ke tanah dan air tanah.

Di sisi lain, instalasi pengolahan air limbah yang menerima pembuangan dari pabrik farmasi dapat memiliki konsentrasi residu 10 hingga 1.000 kali lebih tinggi dibandingkan area non-industri. Dalam beberapa kasus, bahan kimia ini telah terdeteksi lebih dari 30 kilometer atau setara dengan 18 mill di hilir dari lokasi produksi.

Studi global tahun 2022 dalam Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) melakukan analisis sampel di 104 negara dan mengonfirmasi bahwa kontaminasi ini telah mencapai setiap benua. Konsentrasi yang lebih tinggi sering terlihat di dekat kota-kota besar.

Wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi atau infrastruktur pengolahan yang terbatas menjadi titik yang paling rentan. Hal ini dapat terjadi karena air limbah terkadang tidak diolah atau yang melalui proses pengolahan tetapi tidak maksimal, sehingga residu farmasi bisa langsung terlepas ke sungai, danau, dan ekosistem pesisir. Bahkan, di negara-negara dengan infrastruktur yang maju, masih banyak instalasi pengolahan air limbah yang kekurangan teknologi untuk menghilangkan bahan kimia ini sepenuhnya.  

Dampak Biologis pada Satwa dan Kesehatan

Meskipun konsentrasinya di air minum manusia umumnya berada di bawah dosis terapeutik, spesies akuatik mengalami dampak yang jauh lebih nyata. Senyawa seperti hormon sintetis yang digunakan dalam kontrasepsi dapat bertindak sebagai pengganggu endokrin, bahkan pada kadar yang rendah dalam satu nanogram per liter dapat mengubah sistem reproduksi ikan. Hal ini memicu fenomena feminisasi, di mana ikan jantan mengembangkan karakteristik betina.

Selain itu, polusi farmasi berkaitan erat dengan risiko resistensi antibiotik. Ketika antibiotik masuk ke sungai dan sistem air limbah, bakteri bisa menjadi resisten terhadap obat-obatan ini. Keberadaan antibiotik di sistem air tersebut menciptakan lingkungan yang memungkinkan bakteri berkembang menjadi "superbug".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menjerit Kesakitan: Warga Tambun Disiram Air Keras Sepulang dari Masjid, Aksi Pelaku Terekam CCTV!

Menjerit Kesakitan: Warga Tambun Disiram Air Keras Sepulang dari Masjid, Aksi Pelaku Terekam CCTV!

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:56 WIB

Polda Metro Bungkam Ditanya Alasan Pelimpahan Kasus Andrie Yunus ke TNI

Polda Metro Bungkam Ditanya Alasan Pelimpahan Kasus Andrie Yunus ke TNI

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:42 WIB

Eks Anggota BAIS Bongkar Kejanggalan Kasus Andrie Yunus: Operasi Liar untuk Diskreditkan Presiden

Eks Anggota BAIS Bongkar Kejanggalan Kasus Andrie Yunus: Operasi Liar untuk Diskreditkan Presiden

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:31 WIB

Terkini

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB