Secara ekologis, penggunaan obat hewan seperti diklofenak (obat penghilang rasa sakit hewan) di Asia Selatan tercatat hampir menyebabkan penurunan hingga kepunahan populasi burung pemangsa pada tahun 1990-an dan awal 2000-an. Burung pemangsa yang memakan bangkai ternak dan diobati dengan obat tersebut populasinya menurun hingga lebih dari 95% dalam satu dekade akibat gagal ginjal fatal.
Solusi Jangka Panjang
Untuk mengatasi krisis yang tidak terlihat ini memerlukan tindakan di berbagai tahap siklus hidup obat. Peningkatan teknologi seperti filtrasi karbon aktif, ozonasi, dan proses oksidasi lanjutan terbukti lebih efektif dalam menghilangkan residu kimia. Di sisi kebijakan, Uni Eropa dan EPA di Amerika Serikat mulai memperketat pemantauan terhadap daftar pantauan kontaminan farmasi.
Solusi jangka panjang juga mencakup pengembangan "farmasi hijau" atau desain obat yang tetap efektif dan lebih mudah terurai di lingkungan.
Para peneliti saat ini sedang mempelajari pengembangan tersebut. Selain itu, program pengembalian obat dan penggunaan teknologi bioremediasi dengan bakteri, alga, dan jamur juga menjadi langkah penting untuk menyeimbangkan kebutuhan medis dengan perlindungan ekosistem air bagi masa depan.