Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Vania Rossa

Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
Direktur Utama APL, Christophe Piganiol. (Suara.com/Vania)
baca 10 detik
  • PT Anugerah Pharmindo Lestari memperkuat distribusi obat dan alat kesehatan di Indonesia melalui infrastruktur berstandar global yang efisien.
  • Perusahaan meningkatkan ketahanan rantai pasok nasional untuk memastikan ketersediaan produk kesehatan tetap terjaga di wilayah rawan bencana.
  • APL turut menyelenggarakan pelatihan bagi tenaga medis serta edukasi kesehatan masyarakat untuk memperbaiki akses dan kualitas layanan kesehatan.

Suara.com - Di negara kepulauan seperti Indonesia, akses terhadap layanan kesehatan bukan sekadar soal ada atau tidaknya rumah sakit. Tantangan sesungguhnya justru terletak pada bagaimana memastikan obat, alat kesehatan, hingga tenaga medis bisa menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses—dari kota besar hingga daerah terpencil seperti Ambon, Kendari, hingga Baubau.

Di tengah kompleksitas tersebut, transformasi sistem kesehatan menjadi kebutuhan mendesak. Bukan hanya untuk meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga memastikan setiap masyarakat, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan perawatan yang layak.

PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL), bagian dari Zuellig Pharma, melihat tantangan ini sebagai peluang untuk menghadirkan solusi berbasis keahlian global yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Melalui pendekatan terintegrasi, APL berupaya memperluas akses layanan kesehatan sekaligus memperkuat ketahanan sistem kesehatan nasional.

Dari Distribusi ke Transformasi Sistem

Sebagai perusahaan layanan kesehatan, APL tidak hanya berfokus pada distribusi obat dan alat kesehatan. Lebih dari itu, perusahaan ini berperan dalam membangun ekosistem yang memungkinkan layanan kesehatan berjalan lebih efisien dan merata.

Direktur Utama APL, Christophe Piganiol, menekankan pentingnya memastikan ketersediaan produk kesehatan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah yang secara geografis sulit dijangkau.

“Infrastruktur yang semakin baik membantu kami mempercepat distribusi. Dulu, pengiriman bisa memakan waktu berjam-jam bahkan berhari-hari, sekarang jauh lebih efisien. Ini memungkinkan kami mengoptimalkan jaringan distribusi tanpa mengorbankan ketersediaan stok,” ujarnya.

APL memanfaatkan National Distribution Center (NDC) berstandar global yang dilengkapi teknologi canggih, termasuk sistem pemantauan suhu secara real-time dan solusi cold chain untuk menjaga kualitas produk, terutama untuk obat-obatan sensitif seperti vaksin, insulin, dan terapi dialisis.

Ketahanan Rantai Pasok Jadi Kunci

baca juga

Dalam sektor kesehatan, ketersediaan produk bukan sekadar soal logistik—melainkan soal keselamatan nyawa. Keterlambatan distribusi obat tertentu bisa berakibat fatal, terutama bagi pasien dengan kondisi kronis.

Karena itu, APL menaruh perhatian besar pada ketahanan rantai pasok (supply chain resiliency). Beroperasi di wilayah rawan bencana seperti Indonesia membuat perusahaan harus memastikan sistem tetap berjalan bahkan dalam kondisi darurat.

“Kami mendesain fasilitas distribusi agar tahan terhadap berbagai risiko seperti banjir dan gempa. Kami juga memiliki sistem cadangan energi berlapis agar operasional tetap berjalan,” jelas Christophe.

APL juga mengembangkan sistem cold chain berbasis ruang khusus (cold chain room) yang lebih stabil dibandingkan pendingin konvensional, guna memastikan kualitas produk tetap terjaga hingga sampai ke tangan pasien.

Menutup Kesenjangan Pengetahuan Tenaga Kesehatan

Selain distribusi, tantangan lain dalam sistem kesehatan Indonesia adalah keterbatasan jumlah dan kapasitas tenaga medis. Berdasarkan berbagai kajian, Indonesia masih kekurangan tenaga dokter dalam jumlah signifikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sektor Swasta Ini Diharamkan untuk Ikut WFH oleh Pemerintah

Sektor Swasta Ini Diharamkan untuk Ikut WFH oleh Pemerintah

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 13:22 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

6 Smartwatch Layar AMOLED dengan Pemantau Kesehatan dan GPS Mulai Rp300 Ribuan

6 Smartwatch Layar AMOLED dengan Pemantau Kesehatan dan GPS Mulai Rp300 Ribuan

Tekno | Rabu, 01 April 2026 | 15:10 WIB

Terkini

Tolong Teleponkan Mama: Jeritan Pilu Korban Ledakan Pakuwon City dengan Rambut Terbakar

Tolong Teleponkan Mama: Jeritan Pilu Korban Ledakan Pakuwon City dengan Rambut Terbakar

Jatim | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:43 WIB

Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR

Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:43 WIB

Lain dengan Bukti Chat WA, Ketua Yayasan Little Aresha Ngotot Tak Pernah Suruh Anak-anak Diikat

Lain dengan Bukti Chat WA, Ketua Yayasan Little Aresha Ngotot Tak Pernah Suruh Anak-anak Diikat

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:42 WIB

Hair Dryer Panasonic: Panduan Memilih Pengering Rambut

Hair Dryer Panasonic: Panduan Memilih Pengering Rambut

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Ijazah Dilarang Ditahan! Ini Hak-hak Pekerja dalam UU Perlindungan Ketenagakerjaan

Ijazah Dilarang Ditahan! Ini Hak-hak Pekerja dalam UU Perlindungan Ketenagakerjaan

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Bank Dunia Ubah Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026

Bank Dunia Ubah Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Kapolri Temui Buruh di Depan DPR, Minta Aksi Tertib Usai UU Ketenagakerjaan Disahkan

Kapolri Temui Buruh di Depan DPR, Minta Aksi Tertib Usai UU Ketenagakerjaan Disahkan

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Pramono: DPRD DKI Bukan Minta Tambah Kursi, Tapi Kembalikan Seperti Pemilu 2024

Pramono: DPRD DKI Bukan Minta Tambah Kursi, Tapi Kembalikan Seperti Pemilu 2024

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:34 WIB

Anak 7 Tahun Meninggal Diduga Usai Alami Kekerasan di Sekolah, Menteri PPPA Buka Suara

Anak 7 Tahun Meninggal Diduga Usai Alami Kekerasan di Sekolah, Menteri PPPA Buka Suara

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:34 WIB

Justin Hubner: Keluarga Saya Dapat Ancaman Pembunuhan

Justin Hubner: Keluarga Saya Dapat Ancaman Pembunuhan

Bola | Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:31 WIB

×