Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Vania Rossa

Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
Ilustrasi Peringatan Bulan Kesadaran Autisme. (Dok. Ist)
baca 10 detik
  • Atelier of Minds dan Agape Psychology mempromosikan pendekatan neuro-afirming untuk mendukung kesehatan mental anak neurodivergent dalam lingkungan pendidikan inklusif.
  • Pendekatan ini berfokus pada pemenuhan kebutuhan sensori dan regulasi emosi, bukan memaksa anak menyesuaikan diri dengan aturan kaku.
  • Kolaborasi ini bertujuan menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan holistik bagi 2,4 juta anak neurodivergent di Indonesia.

Suara.com - Peringatan Bulan Kesadaran Autisme Sedunia tahun ini mendorong pergeseran cara pandang terhadap kesehatan anak, khususnya bagi anak neurodivergent seperti autisme, ADHD, dan disleksia. Tidak lagi sekadar soal bebas dari perundungan, lingkungan sekolah kini dinilai berperan besar dalam menjaga kesehatan mental dan emosional anak secara menyeluruh.

Sejalan dengan terbitnya Permendikdasmen No. 6/2026 tentang “Budaya Sekolah yang Aman dan Nyaman”, pendekatan terhadap kesejahteraan anak pun semakin berkembang. Atelier of Minds, after-school care dan enrichment center inklusif di Jakarta Selatan, menilai bahwa rasa aman bagi anak neurodivergent harus dilihat dari perspektif kesehatan yang lebih luas—termasuk bagaimana lingkungan memengaruhi regulasi emosi, stres, hingga perkembangan sosial anak.

Anak neurodivergent kerap menghadapi tantangan yang tidak selalu terlihat, mulai dari kesulitan memahami situasi sosial hingga tekanan untuk terus menyesuaikan diri dengan lingkungan. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan mental jika tidak ditangani dengan pendekatan yang tepat.

Salah satu fenomena yang sering terjadi adalah masking, yaitu ketika anak menutupi karakteristik dirinya agar terlihat “sama” dengan orang lain. Meski tampak adaptif, masking justru dapat memicu kelelahan emosional dan meningkatkan risiko stres berkepanjangan.

Karena itu, pendekatan neuro-afirming mulai dinilai sebagai solusi yang lebih sehat bagi perkembangan anak. Pendekatan ini tidak memaksa anak untuk menyesuaikan diri, melainkan mendukung mereka berkembang sesuai cara kerja otak masing-masing.

“Bagi anak neurodivergent, sekolah tidak otomatis menjadi tempat aman hanya karena tidak ada perundungan secara fisik. Rasa aman muncul ketika anak dapat menjadi dirinya sendiri tanpa takut disalahpahami. Dalam perspektif Occupational Therapy, regulasi emosi anak sangat dipengaruhi oleh bagaimana lingkungan mendukung kebutuhan sensori mereka,” ujar Ries Sansani, Occupational Therapist dan Lead Coach di Atelier of Minds.

“Ketika anak dipaksa ‘menyesuaikan diri’ melalui pendekatan disiplin yang kaku tanpa memahami kebutuhan sensori dan regulasinya, hal tersebut justru dapat meningkatkan stres dan disregulasi. Kebutuhan sensori yang terpenuhi dapat membentuk regulasi diri yang baik serta mengembangkan Functional Emotional Development Capacity, yaitu kapasitas perkembangan emosional yang memungkinkan anak merasa aman dan percaya ketika membangun hubungan dengan orang lain, serta secara bertahap mengembangkan kontrol emosi dan perilaku yang lebih adaptif,” tambah Ries.

Untuk memperkuat implementasi pendekatan ini, Atelier of Minds berkolaborasi dengan Agape Psychology, klinik psikologi berbasis di Singapura yang telah berpengalaman lebih dari satu dekade dalam praktik pendidikan inklusif.

Jeremy Ang, Clinical Director Agape Psychology, menekankan bahwa pendekatan neuro-afirming tidak hanya berdampak pada kenyamanan belajar, tetapi juga kesehatan mental anak dalam jangka panjang.

baca juga

“Tujuan kami adalah menerjemahkan praktik neuro-afirming yang telah kami kembangkan secara mendalam di Singapura ke dalam dunia pendidikan Indonesia,” kata Jeremy Ang.

“Pendekatan ini bukan sekadar tentang menerapkan model asing, melainkan tentang bersama-sama membangun kerangka kerja yang berkelanjutan dan peka terhadap budaya, sehingga anak-anak Indonesia dapat berkembang secara baik dalam sisi akademis, sosial, dan emosional,” lanjutnya.

Kebutuhan akan pendekatan ini semakin mendesak. Berdasarkan data global WHO yang dirujuk Kementerian Kesehatan, sekitar 1 dari 100 anak mengalami Autism Spectrum Disorder (ASD). Di Indonesia, jumlahnya diperkirakan mencapai 2,4 juta anak, menunjukkan pentingnya sistem pendidikan yang mendukung kesehatan mental dan perkembangan mereka secara optimal.

Sebagai langkah awal, sekolah dapat mulai menerapkan pendekatan sederhana yang berfokus pada kesehatan anak secara holistik:

1. Mengutamakan keamanan sensorik

Rasa aman juga berarti bebas dari tekanan sensorik. Penyediaan ruang tenang atau penggunaan headphone peredam suara dapat membantu anak menjaga stabilitas emosi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ulasan Buku Broken, Seni Bertahan Hidup di Tengah Badai Kecemasan

Ulasan Buku Broken, Seni Bertahan Hidup di Tengah Badai Kecemasan

Your Say | Kamis, 26 Maret 2026 | 06:45 WIB

Menjaga Kesehatan Mental dengan Bercerita dalam Buku Psikologi Cerita

Menjaga Kesehatan Mental dengan Bercerita dalam Buku Psikologi Cerita

Your Say | Senin, 23 Maret 2026 | 18:10 WIB

SUGA BTS Resmi Jadi Salah Satu Penulis Buku Terapi Musik untuk Anak Autisme

SUGA BTS Resmi Jadi Salah Satu Penulis Buku Terapi Musik untuk Anak Autisme

Your Say | Rabu, 18 Maret 2026 | 18:40 WIB

Terkini

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 05:05 WIB

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

×