Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
Ilustrasi Penebangan Liar ( Pexels/Denys Mikhalevych)

Suara.com - Pembukaan hutan secara masif tak hanya merusak lingkungan, tetapi juga membuka pintu bagi ancaman penyakit baru. Di saat dunia masih fokus pada pemulihan kesehatan pascapandemi, risiko wabah berikutnya justru kian mendekat—datang dari hutan yang terus digunduli.

Dilansir dari BBC Earth (1/4/2026), hutan merupakan rumah bagi keanekaragaman hayati yang sangat kaya, mulai dari satwa hingga tumbuhan. Di dalam ekosistem yang relatif minim intervensi manusia, hidup beragam bakteri, virus, dan patogen yang telah berevolusi selama ribuan tahun.

Masalah muncul ketika batas antara manusia dan ekosistem tersebut mulai hilang.

Kapankah pandemi Covid-19 akan berubah menjadi endemi? (pixabay)
Kapankah pandemi Covid-19 akan berubah menjadi endemi? (pixabay)

Penebangan liar dan pembukaan lahan membuat manusia semakin mudah menjangkau habitat satwa liar. Kontak yang sebelumnya terbatas kini menjadi lebih intens, membuka peluang bagi patogen untuk berpindah inang ke manusia.

Di titik inilah risiko zoonosis meningkat—penyakit yang menular dari hewan ke manusia. Penyakit seperti mpox, Ebola, hingga Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) menjadi contoh nyata bagaimana virus dari alam liar dapat melompat dan memicu krisis kesehatan global.

Dalam rentang 1940 hingga 2024, tercatat 335 penyakit baru yang muncul pada manusia, dan 72 persen di antaranya berasal dari hewan liar. Angka ini menegaskan bahwa ancaman kesehatan global semakin erat kaitannya dengan interaksi manusia dan alam.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat, sekitar 60 persen penyakit yang menginfeksi manusia berasal dari hewan, dan 75 persen di antaranya merupakan jenis infeksi baru. Salah satu contoh paling nyata adalah pandemi Covid-19. Kemenkes juga memperingatkan, ancaman zoonosis dan penyakit infeksius baru di Indonesia diproyeksikan akan terus meningkat seiring tekanan terhadap lingkungan yang belum mereda.

Solusi atas Menyebarnya Penyakit

Merespons situasi ini, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Permenko PMK) Nomor 7 Tahun 2022 yang mengatur pencegahan dan pengendalian zoonosis serta penyakit infeksius baru. Namun, regulasi saja tidak cukup tanpa implementasi yang konsisten di lapangan.

baca juga

Langkah konkret seperti restorasi hutan menjadi krusial untuk memulihkan fungsi ekologis yang hilang. Di saat yang sama, pelarangan dan pembatasan penebangan harus ditegakkan secara tegas untuk menghentikan laju kerusakan.

Di level individu, perubahan perilaku juga berperan penting. Sikap lebih bijak dan selektif dalam konsumsi dapat menekan permintaan terhadap produk yang mendorong deforestasi. Upaya kecil ini, jika dilakukan secara kolektif, dapat membantu memperlambat kerusakan hutan.

Pada akhirnya, menjaga hutan bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga strategi pencegahan krisis kesehatan. Hutan yang sehat adalah garis pertahanan pertama untuk menekan risiko muncul dan menyebarnya penyakit.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Deforestasi Indonesia Melonjak 66 Persen di 2025, Papua hingga Kalimantan Paling Terdampak

Deforestasi Indonesia Melonjak 66 Persen di 2025, Papua hingga Kalimantan Paling Terdampak

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:15 WIB

Waspada Kemarau Panjang 2026, DPR RI Minta Kemenhut Perkuat Koordinasi Cegah Karhutla

Waspada Kemarau Panjang 2026, DPR RI Minta Kemenhut Perkuat Koordinasi Cegah Karhutla

News | Rabu, 01 April 2026 | 09:25 WIB

Sinyal Hilang? Tenang, Garmin inReach Mini 3 Plus Tetap "On" Meski di Tengah Hutan

Sinyal Hilang? Tenang, Garmin inReach Mini 3 Plus Tetap "On" Meski di Tengah Hutan

Your Say | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:40 WIB

Terkini

Bahaya Laten Self-Diagnosis: Saat Gangguan Mental Berubah Jadi Tren Estetika di Media Sosial

Bahaya Laten Self-Diagnosis: Saat Gangguan Mental Berubah Jadi Tren Estetika di Media Sosial

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Enam Penghargaan untuk BRI Group, Bukti Kinerja dan Transformasi Berkelanjutan

Enam Penghargaan untuk BRI Group, Bukti Kinerja dan Transformasi Berkelanjutan

Jatim | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Menjelajahi Kedalaman Luka dan Nostalgia dalam The Grand Budapest Hotel

Menjelajahi Kedalaman Luka dan Nostalgia dalam The Grand Budapest Hotel

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Tak Sekadar Batasi Konten, Instagram Mulai Beri Peringatan Saat Remaja Cari Istilah Berbahaya

Tak Sekadar Batasi Konten, Instagram Mulai Beri Peringatan Saat Remaja Cari Istilah Berbahaya

Tekno | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:29 WIB

Profil Komjen Syahardiantono, Kabareskrim 'Pembersih' Polri yang Disorot DPR Usai Absen RDPU

Profil Komjen Syahardiantono, Kabareskrim 'Pembersih' Polri yang Disorot DPR Usai Absen RDPU

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:29 WIB

BRI Sabet Enam Penghargaan, Tegaskan Daya Saing di Tingkat Global

BRI Sabet Enam Penghargaan, Tegaskan Daya Saing di Tingkat Global

Jabar | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:25 WIB

Skandal Korupsi MBG Merembet ke NTB, Kejagung Periksa Sejumlah Saksi

Skandal Korupsi MBG Merembet ke NTB, Kejagung Periksa Sejumlah Saksi

Bali | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:25 WIB

Dicibir karena Animasi Jelek, Niu Lai Jadi Box Office Saingi The Odyssey

Dicibir karena Animasi Jelek, Niu Lai Jadi Box Office Saingi The Odyssey

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:25 WIB

BRI Perkuat Transformasi Digital Bisnis lewat Tampilan Baru Qlola New Skin

BRI Perkuat Transformasi Digital Bisnis lewat Tampilan Baru Qlola New Skin

Malang | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:24 WIB

Atta Rumnan Gandeng Aldi Taher untuk Gebrakan Musik di 3 Negara

Atta Rumnan Gandeng Aldi Taher untuk Gebrakan Musik di 3 Negara

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:22 WIB

×