Deforestasi Indonesia Melonjak 66 Persen di 2025, Papua hingga Kalimantan Paling Terdampak

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 01 April 2026 | 15:15 WIB
Deforestasi Indonesia Melonjak 66 Persen di 2025, Papua hingga Kalimantan Paling Terdampak
Ilustrasi deforestasi [shutterstock]
baca 10 detik
  • Laporan Auriga Nusantara mencatat deforestasi Indonesia tahun 2025 melonjak drastis hingga mencapai total 433.751 hektare luas hutan.
  • Kalimantan dan Papua menjadi episentrum kehilangan hutan, sementara lonjakan deforestasi ekstrem di Sumatera memicu risiko bencana ekologis.
  • Sebagian besar deforestasi terjadi di kawasan hutan pemerintah akibat dampak program ketahanan pangan dan proyek strategis nasional.

Suara.com - Deforestasi Indonesia kembali melonjak tajam pada 2025. Data terbaru yang dirilis Auriga Nusantara dalam laporan Status Deforestasi Indonesia 2025 (STADI 2025) mencatat, luas hutan yang hilang mencapai 433.751 hektare.

Angka ini meningkat 66 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 261.575 hektare, sekaligus menjadi lonjakan tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Lonjakan ini menandai tren yang mengkhawatirkan. Setelah relatif stabil sejak 2021, laju deforestasi kini kembali menanjak drastis.

Dalam rata-rata bulanan, Indonesia kehilangan sekitar 36.146 hektare hutan sepanjang 2025, dengan periode tertinggi terjadi antara April hingga Oktober dan puncaknya pada Mei.

Ilustrasi Deforestasi(Penggundulan Hutan).[Unsplash.com]
Ilustrasi Deforestasi(Penggundulan Hutan).[Unsplash.com]

Kalimantan masih menjadi episentrum deforestasi nasional, mempertahankan posisi tertinggi sejak 2013. Namun, lonjakan paling mencolok justru terjadi di Tanah Papua yang bertambah 60.337 hektare dibanding tahun sebelumnya.

Dari sisi persentase, Pulau Jawa mencatat kenaikan paling ekstrem hingga 440 persen, meski secara luas tetap lebih kecil dibanding wilayah lain.

Deforestasi kini terjadi hampir di seluruh Indonesia, menjangkau 383 kabupaten/kota atau sekitar 74 persen wilayah administratif nasional. Sepuluh wilayah dengan deforestasi tertinggi didominasi kawasan Kalimantan dan Papua, menyumbang sekitar 22 persen dari total kehilangan hutan nasional.

Di Sumatera bagian utara, lonjakan deforestasi bahkan beriringan dengan bencana ekologis. Aceh mengalami peningkatan hingga 426 persen, Sumatera Utara 281 persen, dan Sumatera Barat melonjak drastis hingga 1.034 persen. Ketiga wilayah ini juga dilanda banjir dan longsor besar pada penghujung 2025, memperkuat indikasi bahwa hilangnya hutan berkorelasi dengan meningkatnya risiko bencana.

Dari sisi tata kelola, mayoritas deforestasi terjadi di kawasan hutan yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat. Sebanyak 71 persen atau 307.801 hektare deforestasi terjadi di kawasan hutan, sementara sisanya berada di area penggunaan lain (APL). Fakta ini menunjukkan bahwa kerusakan hutan tidak hanya terjadi di wilayah “abu-abu”, tetapi juga di area yang seharusnya dilindungi.

baca juga

Lebih jauh, laporan ini juga menyoroti peran kebijakan pembangunan dalam mendorong deforestasi. Program ketahanan pangan yang mencadangkan 20,6 juta hektare kawasan hutan disebut berkontribusi signifikan, dengan sekitar 78.213 hektare atau 18 persen deforestasi nasional terjadi di area tersebut. Proyek-proyek besar, termasuk Program Strategis Nasional, turut mempercepat pembukaan hutan.

Auriga menilai kondisi ini sebagai alarm serius bagi masa depan hutan Indonesia. Tanpa intervensi kebijakan yang kuat, tren deforestasi berpotensi terus meningkat dan memperparah krisis lingkungan.

Sejumlah rekomendasi pun diajukan, mulai dari perlindungan total hutan alam tersisa, penguatan tata ruang, perluasan kawasan konservasi, hingga insentif bagi pihak yang menjaga hutan. Tanpa langkah konkret, lonjakan deforestasi bukan hanya soal hilangnya tutupan hutan, tetapi juga ancaman nyata bagi keberlanjutan lingkungan dan keselamatan manusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada Kemarau Panjang 2026, DPR RI Minta Kemenhut Perkuat Koordinasi Cegah Karhutla

Waspada Kemarau Panjang 2026, DPR RI Minta Kemenhut Perkuat Koordinasi Cegah Karhutla

News | Rabu, 01 April 2026 | 09:25 WIB

Setahun Prabowo: Deforestasi Melonjak, Potensi 'Juara Dunia' Hutan Gundul

Setahun Prabowo: Deforestasi Melonjak, Potensi 'Juara Dunia' Hutan Gundul

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 12:08 WIB

Polosnya Bocah Kritik Gubernur Kalbar karena Jalan Rusak, Pemprov Gercep Beri Respons

Polosnya Bocah Kritik Gubernur Kalbar karena Jalan Rusak, Pemprov Gercep Beri Respons

Entertainment | Senin, 30 Maret 2026 | 14:22 WIB

Terkini

18 Promo Makanan Spesial 17 Agustus 2026: Ayam Rp10 Ribuan hingga Buy 1 Get 1

18 Promo Makanan Spesial 17 Agustus 2026: Ayam Rp10 Ribuan hingga Buy 1 Get 1

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:43 WIB

4 CC Cream untuk Menutupi Flek Hitam, Warna Kulit Lebih Merata

4 CC Cream untuk Menutupi Flek Hitam, Warna Kulit Lebih Merata

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:35 WIB

5 Kesalahan Menggunakan Toner Pad yang Membuat Kulit IritasI, Bukannya Glowing Malah Perih

5 Kesalahan Menggunakan Toner Pad yang Membuat Kulit IritasI, Bukannya Glowing Malah Perih

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:35 WIB

BRI Hadirkan Cashback dan Lelang Gadget Mewah di Kampoeng Tempo Doeloe 2026

BRI Hadirkan Cashback dan Lelang Gadget Mewah di Kampoeng Tempo Doeloe 2026

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:27 WIB

Merawat Budaya, Menggerakkan Ekonomi: Perjalanan Kemiren Bersama Astra

Merawat Budaya, Menggerakkan Ekonomi: Perjalanan Kemiren Bersama Astra

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:16 WIB

BNPB Instruksikan 8 Langkah Penanganan Gempa M 7,7 di NTT

BNPB Instruksikan 8 Langkah Penanganan Gempa M 7,7 di NTT

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:16 WIB

BRI Peduli Hadir untuk Korban Gempa Flores, Salurkan Bantuan dan Dukung Pemulihan

BRI Peduli Hadir untuk Korban Gempa Flores, Salurkan Bantuan dan Dukung Pemulihan

Bekaci | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:15 WIB

BRI Peduli Respons Cepat Gempa Flores, Bantuan Disalurkan ke Maumere dan Mbay

BRI Peduli Respons Cepat Gempa Flores, Bantuan Disalurkan ke Maumere dan Mbay

Surakarta | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:13 WIB

Persebaya vs Penang FC Jadi Ajang Rotasi Pemain, Apa Target Bernardo Tavares?

Persebaya vs Penang FC Jadi Ajang Rotasi Pemain, Apa Target Bernardo Tavares?

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Bantu Warga Terdampak Gempa Flores, Relawan BRI Peduli Salurkan Kebutuhan Pokok

Bantu Warga Terdampak Gempa Flores, Relawan BRI Peduli Salurkan Kebutuhan Pokok

Malang | Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:03 WIB

×