BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Bimo Aria Fundrika

Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut
Ilustrasi campak. (Freepik)
baca 10 detik
  • BPOM mencatat 10 kematian akibat campak di Indonesia selama 2026 yang menyerang anak-anak hingga kelompok usia dewasa.
  • Cakupan imunisasi nasional tahun 2024 belum mencapai target 95 persen sehingga kekebalan kelompok belum terbentuk secara optimal.
  • BPOM memberikan izin edar vaksin MMR guna memperkuat perlindungan masyarakat serta menekan rantai penularan penyakit menular tersebut.

Suara.com - Kasus campak di Indonesia kembali menjadi perhatian setelah tingginya angka penularan dan kematian mendorong otoritas kesehatan memperkuat upaya vaksinasi dan kolaborasi lintas sektor. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencatat terdapat 10 kematian terkait campak secara nasional sepanjang 2026.

Dalam siaran pers BPOM, sekitar 8 persen kasus campak tercatat terjadi pada kelompok usia dewasa di atas 18 tahun.

Kondisi ini menunjukkan bahwa perlindungan terhadap campak tidak hanya penting bagi anak-anak, tetapi juga kelompok dewasa yang memiliki risiko tinggi terpapar virus.

Campak merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh measles virus (MeV) dengan tingkat penularan sangat tinggi. Penyakit ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, mulai dari pneumonia, ensefalitis atau peradangan otak, hingga subacute sclerosing panencephalitis (SSPE), gangguan neurologis jangka panjang yang berpotensi fatal.

ilustrasi penyakit campak pada anak (freepik.com/freepik)
ilustrasi penyakit campak pada anak (freepik.com/freepik)

Pemerintah menilai cakupan imunisasi masih menjadi tantangan utama dalam pengendalian campak. Kementerian Kesehatan mencatat cakupan imunisasi campak-rubela (MR) pada 2024 baru mencapai 92 persen untuk dosis pertama dan 82,3 persen untuk dosis kedua. Angka tersebut masih berada di bawah ambang minimal 95 persen yang dibutuhkan untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

BPOM menegaskan pentingnya menjaga cakupan vaksinasi tinggi di semua kelompok usia agar rantai penularan dapat ditekan. Selain anak-anak, kelompok dewasa dengan risiko tinggi seperti tenaga kesehatan, pelaku perjalanan internasional, dan individu yang memiliki kontak erat dengan pasien imunokompromais juga dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan terkait vaksinasi lanjutan.

Di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap campak, BPOM baru-baru ini memberikan izin edar untuk vaksin MMR yang melindungi dari campak, gondongan, dan rubela. Persetujuan tersebut dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat perlindungan masyarakat terhadap penyakit menular.

Country Medical Director Calvin Kwan mengatakan pencegahan penyakit menular membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk industri kesehatan, pemerintah, dan masyarakat.

“Di GSK, kami meyakini bahwa pencegahan adalah tanggung jawab bersama dan setiap individu yang terlindungi merupakan langkah menuju masyarakat yang lebih kuat dan sehat,” ujar Calvin.

baca juga

Sementara itu, Director of Market Access and CGA Reswita Dery Gisriani mengapresiasi langkah BPOM dalam mempercepat proses persetujuan vaksin di tengah meningkatnya kasus campak. Menurutnya, respons cepat regulator penting untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional dan melindungi kelompok rentan, khususnya anak-anak.

Secara global, World Health Organization merekomendasikan pemberian dosis pertama vaksin campak pada usia sekitar sembilan bulan di wilayah berisiko tinggi, diikuti dosis kedua pada usia 15 hingga 18 bulan untuk memastikan perlindungan optimal.

Otoritas kesehatan menilai keberhasilan pengendalian campak tidak hanya bergantung pada ketersediaan vaksin, tetapi juga kesadaran masyarakat untuk melengkapi imunisasi sesuai jadwal guna mencegah penyebaran penyakit yang masih menjadi ancaman kesehatan global tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah Sampo Selsun Ditarik BPOM? Ini Faktanya!

Benarkah Sampo Selsun Ditarik BPOM? Ini Faktanya!

Lifestyle | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:05 WIB

Waspada Skincare Ilegal! Ini 3 Cara Mudah Cek BPOM Kosmetik Asli atau Palsu

Waspada Skincare Ilegal! Ini 3 Cara Mudah Cek BPOM Kosmetik Asli atau Palsu

Lifestyle | Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:40 WIB

Apa Itu Merkuri, Hidrokinon, Asam Retinoat, dan Deksametason? Ini Bahayanya untuk Kulit

Apa Itu Merkuri, Hidrokinon, Asam Retinoat, dan Deksametason? Ini Bahayanya untuk Kulit

Lifestyle | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:48 WIB

Terkini

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×