Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Yasinta Rahmawati

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
Ilustrasi tikus. (pexels/katherine)
baca 10 detik
  • Hantavirus menular ke manusia melalui pernapasan akibat paparan partikel urine, air liur, dan kotoran tikus yang mengering.
  • Dilarang menyapu atau memvakum kotoran tikus karena dapat menerbangkan partikel virus berbahaya ke udara di sekitar.
  • Pembersihan harus menggunakan disinfektan dan alat pelindung diri untuk mematikan virus serta mencegah penularan ke sistem pernapasan.

Suara.com - Belakangan ini, berita terkait kasus Hantavirus meresahkan masyarakat. Virus ini diketahui menular ke manusia melalui kontak dengan hewan pengerat seperti tikus yang terinfeksi.

Bukan melalui gigitan langsung, Hantavirus ditularkan melalui partikel mikroskopis dari urine, air liur, dan kotoran tikus.

Sehingga saat kita menyapu atau membersihkan kotoran tikus yang mengering sembarangan, partikel ini akan terbang ke udara (aerosolisasi) dan masuk ke sistem pernapasan manusia.

Oleh karena itu, mengetahui cara membersihkan kotoran tikus sangat penting, agar terhindar dari virus berbahaya.

Berikut adalah panduan lengkap cara membersihkan kotoran tikus secara aman sesuai protokol kesehatan.

1. Persiapan: Keamanan adalah Prioritas Utama

Jangan pernah menyentuh kotoran tikus dengan tangan telanjang atau tanpa perlindungan pernapasan.

Sebelum memulai, siapkan "alat tempur" seperti masker medis (masker N95 jika ada), sarung tangan, dan cairan disinfektan.

Selain menyiapkan alat di atas, buka semua jendela dan pintu di area tersebut selama minimal 30 menit sebelum mulai membersihkan agar sirkulasi udara segar masuk.

baca juga

2. Aturan Emas: Jangan Pernah Menyapu atau Mem-vakum!

Ini adalah kesalahan paling fatal yang sering dilakukan. Menyapu atau menggunakan vacuum cleaner pada kotoran tikus yang kering akan menerbangkan virus ke udara.

Hal inilah yang memicu penularan Hantavirus melalui saluran pernapasan. Pastikan kotoran tikus selalu dalam kondisi basah oleh cairan disinfektan sebelum dipindahkan.

3. Langkah-Langkah Pembersihan yang Benar

Ikuti prosedur tahap demi tahap ini untuk memastikan area benar-benar steril.

  • Semprotkan Disinfektan: Semprotkan kotoran tikus dan area sekitarnya dengan cairan disinfektan hingga benar-benar basah kuyup. Biarkan cairan meresap selama 5 hingga 10 menit untuk memastikan virus mati.
  • Gunakan Tisu Sekali Pakai: Ambil kotoran yang sudah basah tadi menggunakan tisu dapur atau kertas koran bekas. Segera masukkan ke dalam kantong plastik sampah.
  • Pembersihan Lantai/Permukaan: Setelah kotoran diangkat, pel atau seka seluruh area bekas kotoran dengan disinfektan kembali. Jika kotoran berada di atas karpet, Anda mungkin perlu melakukan steam cleaning atau mencucinya dengan sampo karpet khusus disinfektan.
  • Double Bagging: Masukkan kantong plastik berisi kotoran tadi ke dalam kantong plastik kedua, ikat rapat-rapat, dan segera buang ke tempat sampah di luar rumah.

4. Sterilisasi Diri Setelah Membersihkan

Setelah selesai, jangan langsung bersantai. Lepaskan sarung tangan dengan cara membaliknya agar bagian yang kotor berada di dalam.

Cuci tangan Anda dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik, lalu bersihkan juga bagian tubuh lain yang mungkin terpapar. Segera ganti pakaian dan cuci dengan air panas.

5. Mencegah Tikus Datang Kembali

Pembersihan hanyalah solusi jangka pendek jika sumber masalahnya tidak diatasi. Lakukan langkah preventif berikut:

  • Tutup Celah: Tikus bisa masuk melalui lubang sekecil koin. Gunakan kawat baja atau semen untuk menutup celah di dinding atau kolong dapur.
  • Simpan Makanan dengan Rapat: Pastikan semua bahan makanan tersimpan dalam wadah plastik keras atau kaca yang kedap udara.
  • Kelola Sampah: Jangan biarkan sampah menumpuk di dalam rumah, terutama sisa makanan yang dapat mengundang aroma bagi tikus.

Menghadapi ancaman Hantavirus memang memerlukan kewaspadaan ekstra, namun tidak perlu panik secara berlebihan. Kunci utamanya adalah menghindari debu dari kotoran tikus agar tidak terhirup.

Dengan menerapkan cara membersihkan kotoran tikus yang benar dan menjaga higienitas lingkungan, Anda telah melakukan langkah besar dalam melindungi keluarga dari risiko penyakit berbahaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hantavirus Strain Andes Bisa Menular Antar Manusia, Tapi Harus Kontak Erat dan Lama

Hantavirus Strain Andes Bisa Menular Antar Manusia, Tapi Harus Kontak Erat dan Lama

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 11:40 WIB

Dokter Stephen Kornfeld Keluar Ruang Isolasi Biokontainer Meski Hasil Tes Hantavirus Meragukan

Dokter Stephen Kornfeld Keluar Ruang Isolasi Biokontainer Meski Hasil Tes Hantavirus Meragukan

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:33 WIB

Kesaksian Penumpang Kapal MV Hondius Karantina Massal 42 Hari karena Hantavirus

Kesaksian Penumpang Kapal MV Hondius Karantina Massal 42 Hari karena Hantavirus

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:53 WIB

Muncul 23 Kasus Hantavirus di Indonesia, Apakah Mematikan Seperti di Kapal Pesiar MV Hondius?

Muncul 23 Kasus Hantavirus di Indonesia, Apakah Mematikan Seperti di Kapal Pesiar MV Hondius?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 11:16 WIB

Terkini

Jangan Cuma Andalkan APBD! Ini Strategi Media Lokal Hadapi Badai Efisiensi

Jangan Cuma Andalkan APBD! Ini Strategi Media Lokal Hadapi Badai Efisiensi

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:47 WIB

Desil Tidak Sesuai? Ini Cara Ubah Data DTKS dan DTSEN Agar Dapat Bansos

Desil Tidak Sesuai? Ini Cara Ubah Data DTKS dan DTSEN Agar Dapat Bansos

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:45 WIB

The End of Oak Street Pamer Dinosaurus Sampai Misterinya Lupa Dikupas

The End of Oak Street Pamer Dinosaurus Sampai Misterinya Lupa Dikupas

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:45 WIB

BEI Buka Suara Usai MSCI Rombak Indeks, 10 Saham RI Turun Kasta

BEI Buka Suara Usai MSCI Rombak Indeks, 10 Saham RI Turun Kasta

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:40 WIB

Tak Perlu beli Baru, Ini 6 Cara Mengatasi HP Lemot agar Kembali Cepat dan Responsif

Tak Perlu beli Baru, Ini 6 Cara Mengatasi HP Lemot agar Kembali Cepat dan Responsif

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:36 WIB

Mencekam di Dasar Sumur Tasikmalaya: Mayat Perempuan Ditemukan Bersama Ular Kobra

Mencekam di Dasar Sumur Tasikmalaya: Mayat Perempuan Ditemukan Bersama Ular Kobra

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:35 WIB

Baru Sebulan Jual Sabu, IRT di Medan Ditangkap Polisi

Baru Sebulan Jual Sabu, IRT di Medan Ditangkap Polisi

Sumut | Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:34 WIB

Lagu 'Astaga Bercanda' Viral dan Bikin Baper: Cerita Cinta Segitiga yang Dibalut Tawa

Lagu 'Astaga Bercanda' Viral dan Bikin Baper: Cerita Cinta Segitiga yang Dibalut Tawa

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:33 WIB

Kejutan! Lesti Kejora Bakal Meriahkan Konser 30 Tahun UNGU, Cek Harga Tiketnya

Kejutan! Lesti Kejora Bakal Meriahkan Konser 30 Tahun UNGU, Cek Harga Tiketnya

Entertainment | Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:32 WIB

Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Mengerikan

Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Mengerikan

Bola | Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:30 WIB

×