Hantavirus Strain Andes Bisa Menular Antar Manusia, Tapi Harus Kontak Erat dan Lama

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 14 Mei 2026 | 11:40 WIB
Hantavirus Strain Andes Bisa Menular Antar Manusia, Tapi Harus Kontak Erat dan Lama
Dua warga Singapura yang sempat berada di kapal pesiar MV Hondius kini diisolasi mencegah penularan hantavirus. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Dosen FK-KMK UGM Riris Andono Ahmad menjelaskan hantavirus umumnya menular dari hewan pengerat kepada manusia di berbagai wilayah.
  • Strain Andes di Amerika Selatan memiliki potensi penularan sekunder antarmanusia melalui droplet dengan syarat kontak erat yang lama.
  • WHO menyatakan risiko pandemi global hantavirus rendah karena pola penularannya terbatas dan sistem respons kesehatan internasional yang cepat.

Suara.com - Dosen Departemen Biostatistik, Epidemiologi, dan Kesehatan Populasi FK-KMK UGM, Riris Andono Ahmad, memaparkan perkembangan kasus hantavirus.

Memang secara umum hantavirus tetap tergolong zoonosis dengan transmisi utama dari hewan pengerat. Namun, terdapat laporan khusus pada strain Andes yang memungkinkan penularan antarmanusia.

Berbeda dari sebagian besar hantavirus lain, strain Andes memiliki potensi penularan antarmanusia, meski tidak mudah terjadi.

"Secara umum, tetap zoonosis, yang menjadi strain Andes itu human to human karena itu bisa menyebabkan pulmonary disease di paru-paru, karena paru-paru itu organ pernapasan kita," kata Riris dikutip, Kamis (14/5/2026).

"Maka bisa menyebar melalui droplet. Tetapi hal itu bukanlah yang utama karena itu butuh kontak erat yang lama," kata dia.

Dipaparkan Riris, hantavirus strain Andes dominan hidup di kawasan Pegunungan Andes, Amerika Selatan dan dapat menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) atau sindrom paru-paru yang berpotensi fatal. Masa inkubasinya berkisar antara 4 hingga 42 hari.

Ia menerangkan penularan hantavirus terjadi melalui dua jalur, yakni primer dan sekunder. Jalur primer berasal dari kontak manusia dengan tikus, termasuk melalui kotoran, urin, maupun gigitan tikus.

Sementara itu, pada strain Andes, penularan sekunder dapat terjadi antarmanusia melalui droplet atau percikan cairan tubuh.

Namun, Riris menegaskan mekanisme penularannya tidak semudah pada kasus COVID-19 lalu. Pasalnya penularan itu membutuhkan kontak erat dan berlangsung lama dengan penderita.

baca juga

"Kalau strain Andes, kumannya bisa ditularkan melalui droplet, tetapi tidak semudah COVID karena harus memiliki kontak yang erat dan lama," ungkapnya.

Menurutnya, langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat meliputi penggunaan alat pelindung diri (APD), menjaga kebersihan tangan, serta menjaga jarak dari individu yang terinfeksi.

Upaya tersebut dinilai penting terutama bagi tenaga kesehatan maupun individu yang berada di wilayah dengan risiko paparan tikus tinggi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah melakukan asesmen terhadap kasus tersebut dan menyimpulkan risiko pandemi global masih rendah.

hantavirus di Indonesia (dibuat menggunakan AI)
hantavirus di Indonesia (dibuat menggunakan AI)

"Hasil asesmen WHO menunjukkan risiko pandemi itu rendah karena kontak dengan penderita harus dekat dan dalam jangka waktu yang lama," tandasnya.

Selain faktor pola penularan yang terbatas, respons internasional yang cepat juga menjadi alasan mengapa wabah dinilai masih terkendali. Berbagai lembaga kesehatan internasional telah melakukan koordinasi untuk proses isolasi pasien, karantina, hingga pelacakan kontak lintas negara.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari RSUP Dr. Sardjito, Alindina Anjani memaparkan bahwa hantavirus merupakan virus RNA yang termasuk kelompok zoonosis dan ditularkan terutama melalui hewan pengerat seperti tikus dan mencit.

Penularan ke manusia terjadi melalui kontak dengan urin, feses, air liur, maupun aerosol dari ekskresi tikus yang terinfeksi.

"Kalau tidak ada tikusnya, kemungkinan tidak ada penularan ke manusia seperti ini. Yang berisiko terkena tentunya yang selalu berinteraksi dengan tikus," kata Alindina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Stephen Kornfeld Keluar Ruang Isolasi Biokontainer Meski Hasil Tes Hantavirus Meragukan

Dokter Stephen Kornfeld Keluar Ruang Isolasi Biokontainer Meski Hasil Tes Hantavirus Meragukan

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:33 WIB

Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia

Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 22:05 WIB

Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Bisa Dipidana 1 Tahun Penjara

Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Bisa Dipidana 1 Tahun Penjara

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 20:30 WIB

Kesaksian Penumpang Kapal MV Hondius Karantina Massal 42 Hari karena Hantavirus

Kesaksian Penumpang Kapal MV Hondius Karantina Massal 42 Hari karena Hantavirus

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:53 WIB

Cuaca Tak Menentu? Ini Manfaat Susu Kurma untuk Menjaga Imunitas Tubuh

Cuaca Tak Menentu? Ini Manfaat Susu Kurma untuk Menjaga Imunitas Tubuh

Lifestyle | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:37 WIB

Terkini

Arti Mimpi Pindah Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Pertanda Perubahan?

Arti Mimpi Pindah Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Pertanda Perubahan?

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 11:30 WIB

Rp11 Triliun untuk Rekening Massal: Kebijakan Publik Kehilangan Prioritas?

Rp11 Triliun untuk Rekening Massal: Kebijakan Publik Kehilangan Prioritas?

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 11:30 WIB

Kenangan Surya Paloh Pernah Larang Guruh Soekarnoputra Jadi Ketum Partai

Kenangan Surya Paloh Pernah Larang Guruh Soekarnoputra Jadi Ketum Partai

News | Sabtu, 26 September 2026 | 11:26 WIB

Bupati Gowa Tersangka, Gubernur Sulsel: Wakilnya Menjalankan Pemerintahan Sementara

Bupati Gowa Tersangka, Gubernur Sulsel: Wakilnya Menjalankan Pemerintahan Sementara

Sulsel | Sabtu, 26 September 2026 | 11:21 WIB

Cara Pakai Cleanser Sekaligus Masker Viva untuk Cegah Kerutan pada Kulit Kering

Cara Pakai Cleanser Sekaligus Masker Viva untuk Cegah Kerutan pada Kulit Kering

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 11:20 WIB

TP2DD Jatim Raih Penghargaan, Gubernur Khofifah Pastikan Digitalisasi Bermanfaat bagi Masyarakat

TP2DD Jatim Raih Penghargaan, Gubernur Khofifah Pastikan Digitalisasi Bermanfaat bagi Masyarakat

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 11:20 WIB

Benjamin Netanyahu Sembunyikan Peringatan UEA Soal Ancaman Serangan Besar Hamas

Benjamin Netanyahu Sembunyikan Peringatan UEA Soal Ancaman Serangan Besar Hamas

News | Sabtu, 26 September 2026 | 11:11 WIB

Karhutla Terus Berulang, APHI Soroti Masalah Tata Kelola Lahan dan Ekonomi Warga

Karhutla Terus Berulang, APHI Soroti Masalah Tata Kelola Lahan dan Ekonomi Warga

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 11:10 WIB

Dari Lapas Sukamiskin ke Cibinong, Mengapa Kasus Kamar Mewah Napi Terus Berulang?

Dari Lapas Sukamiskin ke Cibinong, Mengapa Kasus Kamar Mewah Napi Terus Berulang?

News | Sabtu, 26 September 2026 | 11:04 WIB

Undertale Genap 10 Tahun, Dunia Game Legendaris Ini Kembali Hidup Lewat Orkestra

Undertale Genap 10 Tahun, Dunia Game Legendaris Ini Kembali Hidup Lewat Orkestra

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 11:03 WIB

×