Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Vania Rossa | Suara.com

Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
Ilustrasi diabetes (Pexels/Nataliya Vaitkevich)
  • Perusahaan farmasi global kini mengembangkan terapi GLP-1 dalam bentuk pil untuk mempermudah pengobatan diabetes dan obesitas.
  • Kehadiran obat oral di Amerika Serikat secara signifikan meningkatkan jumlah pasien baru yang enggan menggunakan suntikan.
  • Kemudahan penggunaan obat oral terbukti meningkatkan akses pasien sekaligus mendorong pertumbuhan investasi industri kesehatan secara drastis.

Suara.com - Pengobatan diabetes dan obesitas kini mulai memasuki babak baru. Jika sebelumnya terapi berbasis GLP-1 identik dengan suntikan mingguan, kini kehadiran versi oral atau pil dinilai membuat lebih banyak orang tertarik menjalani pengobatan.

Tren ini mulai terlihat di Amerika Serikat setelah sejumlah terapi GLP-1 oral diluncurkan ke pasar. Penyedia layanan kesehatan digital dan telemedisin mencatat lonjakan pasien baru hanya dalam waktu singkat, terutama dari kelompok yang sebelumnya enggan mencoba terapi suntik.

CEO layanan telemedisin LifeMD, Justin Schreiber, mengatakan jumlah pasien baru di platform mereka meningkat tajam setelah terapi GLP-1 oral tersedia.

“Kami mengalami peningkatan jumlah pasien baru dari 300 hingga 400 pasien per hari menjadi 600 hingga 1.000 pasien per hari,” ujarnya seperti dikutip CNBC.

Menurutnya, banyak pasien sebenarnya tertarik mengontrol berat badan maupun gula darah, tetapi masih merasa takut terhadap jarum suntik atau menganggap terapi suntik terlalu merepotkan. Kehadiran obat oral membuat hambatan itu berkurang.

“Tidak diragukan lagi bahwa peluncuran obat oral telah meningkatkan akses,” kata Schreiber.

GLP-1 sendiri merupakan terapi yang banyak digunakan untuk membantu mengontrol kadar gula darah pada pasien diabetes tipe 2 sekaligus membantu mengurangi nafsu makan. Dalam beberapa tahun terakhir, terapi ini juga populer dalam penanganan obesitas.

Melihat besarnya potensi pasar ini, raksasa farmasi global seperti Novo Nordisk terus berinovasi mengembangkan formula oral agar zat aktif GLP-1 dapat diserap optimal oleh tubuh hanya lewat sistem pencernaan. Langkah ini menjadi jawaban atas tantangan terapi suntikan yang selama ini dianggap menyulitkan bagi sebagian pasien. Selain faktor kenyamanan, akses terhadap terapi suntik memang kerap dinilai lebih rumit dan mahal.

Karena itu, kehadiran pil dinilai berpotensi memperluas pasar pengobatan diabetes dan obesitas secara drastis. Banyak pasien yang sebelumnya menunda terapi kini mulai lebih terbuka untuk berobat karena bentuknya lebih praktis dan terasa familiar seperti konsumsi obat biasa.

Fenomena ini juga menunjukkan adanya perubahan perilaku pasien dalam memilih terapi kesehatan. Kemudahan penggunaan menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi kepatuhan pengobatan, terutama untuk kondisi kronis seperti diabetes dan obesitas yang membutuhkan terapi jangka panjang.

Di sisi industri kesehatan, meningkatnya minat terhadap terapi oral juga mendorong perusahaan farmasi global memperbesar investasi produksi untuk memenuhi permintaan pasar yang terus tumbuh.

Analis menilai tren obat oral berbasis GLP-1 masih akan berkembang dalam beberapa tahun ke depan, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan berat badan dan gula darah sejak dini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Smartwatch Kini Bisa Baca Risiko Diabetes? Ini Fitur Huawei Watch Fit 5 Pro

Smartwatch Kini Bisa Baca Risiko Diabetes? Ini Fitur Huawei Watch Fit 5 Pro

Your Say | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:25 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Fenomena Food Noise yang Bikin Indonesia Peringkat ke-3 di Asia Tenggara

Fenomena Food Noise yang Bikin Indonesia Peringkat ke-3 di Asia Tenggara

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:52 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB