Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Husna Rahmayunita, Dini Afrianti Efendi

Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
Ilustrasi Hantavirus [Suara.com]
baca 10 detik
  • Penderita diabetes lebih rentan terinfeksi hantavirus karena kadar gula tinggi.

  • Gula darah tidak terkontrol menjadi sumber nutrisi bagi perkembangan virus RNA.

  • Pasien perlu menjaga kadar gula darah puasa di rentang 80-130 mg/dL.

Suara.com - Mewabahnya hantavirus di kapal ekspedisi MV Hondius hingga menyebabkan tiga orang meninggal dunia menimbulkan kekhawatiran akan menyebar ke Indonesia. Kondisi ini membuat dokter spesialis penyakit dalam memperingatkan bahwa orang dengan diabetes rentan terhadap infeksi seperti hantavirus.

Orang dengan diabetes atau gula darah tinggi dinilai lebih berisiko mengalami keparahan berat saat terinfeksi virus seperti andes virus (strain hantavirus yang menular ke manusia), karena virus bisa menjadikan gula sebagai sumber “makanan” sehingga infeksi menyebar lebih cepat.

“Hubungan diabetes dengan hantavirus, pasien-pasien diabetes itu lebih rentan terkena infeksi virus, bakteri apa pun. Kenapa? Virus, bakteri, parasit, jamur itu makanannya gula. Jadi kalau orang-orang dengan gula darah yang tinggi, suka tuh virusnya,” kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam Eka Hospital Bekasi, dr. Melisa Diah Puspitasari, Sp.PD dalam acara senam dan talkshow Diabetes Connection Care (DCC) di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (10/5/2026).

Inilah sebabnya menurut dr. Melisa, di tengah keresahan publik terkait hantavirus strain Andes yang dikhawatirkan menyebar ke Indonesia, pasien diabetes harus mengontrol gula darahnya agar tidak melonjak sebagai bentuk pencegahan.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Eka Hospital Bekasi, dr. Melisa Diah Puspitasari, Sp.PD dalam acara senam dan talkshow Diabetes Connection Care (DCC) di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (10/5/2026). [Suara.com/Dini Afrianti]
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Eka Hospital Bekasi, dr. Melisa Diah Puspitasari, Sp.PD dalam acara senam dan talkshow Diabetes Connection Care (DCC) di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (10/5/2026). [Suara.com/Dini Afrianti]

“Kalau merasa belum terkontrol, gula darah puasa belum di kisaran minimal 80 dan tertinggi 130, segera konsultasi ke dokter,” ungkap dr. Melisa.

Gula darah puasa (GDP) adalah pemeriksaan kadar glukosa dalam darah yang dilakukan sebelum makan atau minum, kecuali air putih, selama 8 hingga 12 jam. Biasanya GDP ini didapatkan saat pagi hari setelah 8 jam tidur malam.

“Kemudian kalau misalnya 2 jam setelah makan, gula darah masih di atas 180, segera kontrol ke dokter,” sambung dr. Melisa.

Namun jika pasien diabetes cenderung sudah terkontrol, dr. Melisa menjelaskan nantinya pasien akan lebih “kuat” menghadapi infeksi dibanding pasien dengan gula darah tinggi.

“Karena (diabetes tidak terkontrol) lebih rentan terkena (infeksi virus dan bakteri) dibandingkan dengan yang gula darahnya terkontrol. Iya, (virus) senang banget sama kondisi manis-manis gula. Jadi kalau misalnya kita pasien nih, gula darahnya tinggi, dia (virus) akan lebih bertahan,” pungkas dr. Melisa.

baca juga

Di sisi lain, Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Prof. Dr. dr. Dominicus Husada, DTM&H, MCTM(TP), menjelaskan andes virus dan hantavirus memiliki satu strain atau keluarga yang sama, yaitu virus RNA yang ditularkan oleh hewan pengerat seperti tikus.

Hantavirus tidak menular ke manusia, sedangkan andes virus bisa menular antarmanusia. Namun Prof. Dominicus menegaskan andes virus tidak ada di Indonesia.

Sebelumnya, World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan adanya dugaan infeksi wabah hantavirus di sebuah kapal pesiar di Samudra Atlantik pada 3 Mei 2026.

“Hingga saat ini, satu kasus hantavirus sudah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium, dan lima kasus lainnya masih dalam tahap dugaan,” tulis WHO dalam unggahannya di X.

“Dari enam orang yang terdampak, tiga dilaporkan meninggal dunia dan satu lainnya saat ini dirawat intensif di Afrika Selatan,” sambung WHO.

WHO menambahkan, penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui penyebab pasti kejadian ini di atas kapal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat

Puluhan Warga Inggris Korban Wabah Hantavirus Kapal Pesiar Diisolasi Ketat

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 11:05 WIB

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 09:05 WIB

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 08:05 WIB

Terkini

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×