Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG 7.129,490
LQ45 690,764
Srikehati 337,455
JII 482,445
USD/IDR 17.273

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Achmad Fauzi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Senin, 27 April 2026 | 18:31 WIB
Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan
Ilustrasi minuman berkemasan yang akan dilabeli khusus oleh pemerintah [Suara.com / Eviera Paramita Sandi]
  • Pemerintah tengah mengkaji kebijakan pelabelan kandungan gula, garam, dan lemak pada produk pangan guna meningkatkan kesehatan masyarakat.
  • Deputi Bidang Koordinasi Kemenko Pangan, Nani Hendiarti, menyampaikan rencana tersebut dalam acara Food Summit pada 27 April 2026.
  • Pemberian label peringatan bertujuan mencegah penyakit tidak menular serta mendorong produsen pangan memperbaiki kualitas produk bagi konsumen.

Suara.com - Pemerintah tengah mengkaji kebijakan pelabelan kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) pada produk pangan demi memperkuat keamanan pangan dan kesehatan masyarakat. Kebijakan ini diarahkan untuk memberikan informasi yang lebih jelas kepada konsumen.

Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan, Nani Hendiarti, mengatakan langkah tersebut masih dalam tahap pembahasan dan menjadi bagian dari arah kebijakan ke depan.

"Bagaimana kita bisa nanti lebih kasih alert, jadi kasih peringatan dalam bentuk label misalnya yang mudah dibaca," kata Nani dalam Food Summit 2026, Senin (27/4/2026).

Ilustrasi Memilih Makanan Minuman Kemasan. (Shutterstock)
Ilustrasi Memilih Makanan Minuman Kemasan. (Shutterstock)

Menurut dia, pelabelan ini penting untuk membantu masyarakat memahami kandungan pangan yang dikonsumsi sehari-hari. Dengan informasi yang lebih transparan, diharapkan masyarakat dapat mengambil keputusan yang lebih bijak.

"Ini konteksnya adalah bagaimana kita mengurangi potensi dari ada penyakit-penyakit yang memang sekarang seperti diabetes, hipertensi," ungkapnya.

Ia menjelaskan, konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih saat ini menjadi salah satu faktor risiko meningkatnya penyakit tidak menular. Kondisi ini tidak hanya terjadi pada kelompok usia tertentu, tetapi sudah meluas ke berbagai kalangan.

"Ini sudah menjadi ancaman juga untuk masyarakat, sehingga perlu lebih kita perhatikan," jelas dia.

Pemerintah menilai, langkah pelabelan dapat menjadi salah satu instrumen pencegahan, selain edukasi dan pengawasan pangan. Kebijakan ini juga sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat secara keseluruhan.

"Ini sebagai contoh saja sedang dikaji, bagaimana kita bisa memberikan peringatan yang lebih jelas kepada masyarakat," kata Nani.

Selain itu, kebijakan ini juga menjadi bagian dari penguatan sistem keamanan pangan nasional yang saat ini terus didorong melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Upaya tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat, tetapi juga mendorong pelaku industri untuk memperhatikan kandungan produk yang dihasilkan.

"Jadi ini kita perlu kerja sama semua pihak, termasuk private sector, untuk bisa terus berkolaborasi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiru Negara ASEAN, Kemenkeu Bidik Tarif Cukai Minuman Manis Rp1.700/Liter

Tiru Negara ASEAN, Kemenkeu Bidik Tarif Cukai Minuman Manis Rp1.700/Liter

Bisnis | Senin, 17 November 2025 | 19:18 WIB

Cukai Minuman Manis Batal Berlaku di 2025

Cukai Minuman Manis Batal Berlaku di 2025

Bisnis | Selasa, 17 Juni 2025 | 19:37 WIB

Kebijakan Cukai Minuman Berpemanis Timbulkan Kenaikan Harga, Industri Mamin Menjerit

Kebijakan Cukai Minuman Berpemanis Timbulkan Kenaikan Harga, Industri Mamin Menjerit

Bisnis | Kamis, 27 Maret 2025 | 15:38 WIB

Terkini

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:18 WIB

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:17 WIB

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:15 WIB

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:14 WIB

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:13 WIB

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:06 WIB

IHSG Masih Loyo Pada Penutupan Senin, Padahal 423 Saham Menghijau

IHSG Masih Loyo Pada Penutupan Senin, Padahal 423 Saham Menghijau

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 17:16 WIB

Pangkas Impor LPG, Bahlil Siapkan Strategi CNG: Bahan Baku Melimpah, Gas Dalam Negeri!

Pangkas Impor LPG, Bahlil Siapkan Strategi CNG: Bahan Baku Melimpah, Gas Dalam Negeri!

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 17:10 WIB

Superbank Raup Laba Bersih Sebelum Pajak Rp 143,3 M Sepanjang 2025

Superbank Raup Laba Bersih Sebelum Pajak Rp 143,3 M Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 17:02 WIB

Emiten TRON Sulap Bus AKAP Gunakan AI dalam Operasional

Emiten TRON Sulap Bus AKAP Gunakan AI dalam Operasional

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 16:56 WIB