Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah

Husna Rahmayunita, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 21 Mei 2026 | 14:46 WIB
Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah
Ilustrasi kacamat anak. (freepik)
baca 10 detik
  • Lensa HALT efektif memperlambat pertambahan minus mata anak sebesar 67 persen.

  • Teknologi Lensa HALT bekerja menggunakan ribuan lensa mikro berbentuk asferis.

  • Inovasi Lensa HALT kini sudah tersedia di Rumah Sakit Mata Cicendo, Bandung

Suara.com - Miopia pada anak yang terus meningkat mendorong penemuan lensa kacamata yang bisa mencegah pertumbuhan bola mata penyebab rabun jauh, seperti teknologi Highly Aspherical Lenslet Target alias lensa HALT.

Lensa HALT mulai banyak dibicarakan karena dinilai mampu memperlambat pertambahan minus mata pada anak, bukan sekadar membantu melihat lebih jelas seperti kacamata biasa.

Apalagi, rabun jauh pada anak bisa meningkat seiring bertambahnya usia. Akibatnya, jumlah minus dapat bertambah besar saat dewasa.

"Bahwa miopia pada anak tidak cukup hanya dikoreksi, tetapi juga perlu dideteksi dan ditangani sejak awal agar risiko gangguan penglihatan yang lebih serius di kemudian hari dapat ditekan," ujar Dokter Spesialis Anak di Divisi Refraksi, Low Vision, dan Lensa Kontak RS Mata Cicendo, dr. Susanti Natalya, Sp.M(K), M.Kes. melalui keterangan yang diterima Suara.com, Kamis (21/5/2025).

dr. Susanti menjelaskan beberapa gejala miopia pada anak, yaitu kesulitan melihat objek jauh dengan jelas, sering menyipitkan mata, duduk terlalu dekat dengan layar atau papan tulis, serta keluhan seperti sakit kepala atau mata mudah lelah.

 Ilustrasi gangguan mata miopia pada anak. [ist]
Ilustrasi gangguan mata miopia pada anak. [ist]

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memperkirakan setengah populasi dunia berisiko mengalami miopia pada tahun 2050 jika tidak ada upaya pengendalian yang efektif.

Risiko ini meningkat akibat kombinasi faktor genetik dan gaya hidup modern, seperti terlalu lama melihat layar dan minim aktivitas luar ruangan.

"Sejumlah faktor yang dikaitkan dengan meningkatnya risiko maupun progresivitas miopia antara lain riwayat keluarga, kebiasaan melihat pada jarak dekat dalam waktu lama, jarak baca yang terlalu dekat, serta kurangnya waktu beraktivitas di luar ruang," terang dr. Susanti.

Adapun lensa HALT bekerja menggunakan ribuan lensa mikro berbentuk asferis yang tersebar di permukaan lensa kacamata.

baca juga

Struktur tersebut menciptakan sinyal optik khusus untuk membantu memperlambat pertumbuhan bola mata yang menjadi lebih panjang sebagai penyebab utama rabun jauh bertambah.

Lensa HALT. [ist]
Lensa HALT. [ist]

Teknologi HALT dirancang bukan hanya untuk mengoreksi penglihatan, tetapi juga membantu mengendalikan progresivitas miopia pada anak.

Berbeda dari lensa biasa yang hanya memfokuskan cahaya tepat di retina agar penglihatan menjadi jelas, HALT menciptakan apa yang disebut sebagai “volume defokus” di depan retina.

Sinyal ini memberi rangsangan pada mata agar pertumbuhan panjang bola mata melambat.

Menurut penjelasan dari platform edukasi kesehatan mata My Kids Vision, teknologi HALT menggunakan lebih dari seribu lenslet kecil yang disusun melingkar di sekitar area tengah lensa.

Area tengah tetap memberikan penglihatan tajam, sementara lenslet di sekitarnya menghasilkan sinyal optik yang membantu mengontrol pertumbuhan mata yang memanjang.

Lensa manajemen miopia dengan teknologi HALT ini merupakan salah satu inovasi Essilor Stellest usai melakukan penelitian selama empat tahun, yang secara khusus dibuat untuk membantu memperlambat perkembangan miopia pada anak.

Lensa HALT ini juga tersedia di Essilor Stellest Corner di Pusat Mata Nasional (PMN) Rumah Sakit Mata Cicendo, Bandung, sebagai sarana edukasi dan dukungan keluarga untuk deteksi serta manajemen miopia sejak dini pada anak.

Tak main-main, lensa ini terbukti secara klinis memperlambat perkembangan miopia rata-rata sebesar 67 persen dibandingkan lensa single vision bila dipakai setidaknya 12 jam sehari selama dua tahun berturut-turut.

Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa teknologi HALT bukan berarti dapat menyembuhkan rabun jauh sepenuhnya. Teknologi ini lebih berfungsi memperlambat pertambahan minus sehingga risiko komplikasi mata berat di masa depan dapat ditekan.

Untuk mencegah miopia semakin berat, pemeriksaan mata rutin sejak dini harus dilakukan, terutama pada anak usia sekolah.

Ini karena miopia sering kali berkembang tanpa disadari sampai anak mulai kesulitan melihat tulisan di papan atau terlalu dekat saat menggunakan gadget.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB

Cara Aman Mencegah Mata Minus Semakin Parah, Ada Rekomendasi Makanan dari Dokter

Cara Aman Mencegah Mata Minus Semakin Parah, Ada Rekomendasi Makanan dari Dokter

Lifestyle | Rabu, 15 Oktober 2025 | 13:02 WIB

Anak Sering Mengeluh Mata Lelah? Awas, Mata Minus Mengintai! Ini Cara Mencegahnya

Anak Sering Mengeluh Mata Lelah? Awas, Mata Minus Mengintai! Ini Cara Mencegahnya

Health | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 11:16 WIB

Terkini

Review Take Charge of My Heart: Romcom Gemas yang Cocok untuk Healing

Review Take Charge of My Heart: Romcom Gemas yang Cocok untuk Healing

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:45 WIB

Rayakan HUT ke-13, Galeri Indonesia Kaya Ajak Jurnalis Naik Panggung Wayang Orang

Rayakan HUT ke-13, Galeri Indonesia Kaya Ajak Jurnalis Naik Panggung Wayang Orang

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Gemini Hadirkan Agen AI, Bisa Kerjakan Tugas Otomatis hingga Coding

Gemini Hadirkan Agen AI, Bisa Kerjakan Tugas Otomatis hingga Coding

Sumut | Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:34 WIB

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Palembang, BNPB Pindahkan Operasi Modifikasi Cuaca

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Palembang, BNPB Pindahkan Operasi Modifikasi Cuaca

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Resmi Berakhir, Liga Jasa Keuangan bank bjb 2026 Umumkan Para Juara

Resmi Berakhir, Liga Jasa Keuangan bank bjb 2026 Umumkan Para Juara

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Mengembalikan Sistem Tak Naik Kelas: Siapkah Sekolah Hadapi Nilai Jujur?

Mengembalikan Sistem Tak Naik Kelas: Siapkah Sekolah Hadapi Nilai Jujur?

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:30 WIB

8 Perbedaan Scorpio Oktober dan November, dari Sifat hingga Cara Mengekspresikan Emosi

8 Perbedaan Scorpio Oktober dan November, dari Sifat hingga Cara Mengekspresikan Emosi

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Catat Tanggalnya! 4 Fenomena Langit Langka Ini Siap Hiasi Bulan Oktober 2026

Catat Tanggalnya! 4 Fenomena Langit Langka Ini Siap Hiasi Bulan Oktober 2026

Tekno | Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:30 WIB

63.789 Pekerja Kena PHK hingga September 2026

63.789 Pekerja Kena PHK hingga September 2026

Sumut | Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:24 WIB

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di Ajang MotoGP Indonesia 2026

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di Ajang MotoGP Indonesia 2026

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:23 WIB

×