Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Dinda Rachmawati

Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan (Istimewa)
baca 10 detik
  • Psikolog Saskhya Aulia Prima menyarankan anak melakukan aktivitas fisik menantang saat liburan guna membentuk kemandirian dan ketangguhan mental.
  • Orang tua perlu menerapkan konsep pendampingan aman agar anak tetap bebas bereksplorasi namun tetap terjaga saat membutuhkan bantuan.
  • Cap Kaki Tiga Anak hadir mendukung eksplorasi fisik dengan membantu meredakan gejala panas dalam setelah anak aktif bermain.

Suara.com - Liburan sekolah sering kali menjadi momen yang ditunggu anak-anak. Namun, di balik kegembiraan itu, banyak orang tua menghadapi dilema. 

Di satu sisi, mereka ingin anak lebih aktif bermain di luar rumah dan terlepas sejenak dari gawai. Di sisi lain, ada kekhawatiran anak kelelahan, mengalami panas dalam, atau jatuh sakit akibat cuaca yang tidak menentu.

Padahal, menurut Psikolog Anak dari Tiga Generasi, Saskhya Aulia Prima, M.Psi., Psikolog, masa liburan justru menjadi kesempatan penting bagi anak untuk mengembangkan berbagai keterampilan hidup melalui aktivitas eksploratif.

"Yang paling dibutuhkan anak di masa libur sekolah adalah ruang untuk bergerak bebas lewat adventurous play. Ini adalah jenis permainan yang sedikit menantang dan seru, seperti berlari bebas atau memanjat, namun tetap dalam kendali," ujar Saskhya.

Melalui permainan semacam itu, anak belajar menghadapi ketidakpastian, mengambil keputusan, hingga bangkit ketika mengalami kegagalan. Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk pribadi yang tangguh dan mandiri.

"Pengalaman menghadapi risiko secara langsung adalah bekal utama untuk membentuk mental anak yang tangguh dan mandiri," katanya.

Menurut Saskhya, terlalu banyak larangan dengan tujuan melindungi justru dapat mengirimkan pesan bahwa dunia adalah tempat yang menakutkan dan anak tidak cukup mampu menghadapinya. 

Sebaliknya, ketika anak diberi kesempatan untuk mencoba hal-hal baru dalam batas yang aman, mereka akan belajar mempercayai kemampuan dirinya sendiri.

Menariknya, bermain aktif juga berkaitan dengan kesehatan mental anak. Saskhya mengungkapkan, survei dari University of Exeter terhadap sekitar 2.500 orang tua menemukan bahwa anak yang terbiasa melakukan permainan fisik yang menantang memiliki tingkat gejala kecemasan dan depresi yang lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang melakukannya.

baca juga

Meski demikian, memberi kebebasan bukan berarti melepas tanpa pengawasan. Orang tua tetap memiliki peran penting sebagai pendamping yang memberikan rasa aman.

Saskhya menyarankan penerapan konsep supervision partnership. Orang tua tidak harus terus berada di samping anak atau mengontrol setiap aktivitasnya. Yang lebih penting adalah memastikan kehadiran mereka tetap dapat dijangkau ketika anak membutuhkan bantuan.

"Ibu cukup menjadi secure base dan safe haven bagi anak. Berikan ruang agar mereka bebas bermain, namun pastikan mereka tahu bahwa orang tuanya selalu ada ketika dibutuhkan," jelasnya.

Selain itu, orang tua juga perlu peka terhadap kondisi fisik anak. Di usia sekolah, kemampuan anak mengenali sinyal tubuhnya sendiri belum berkembang sempurna. Saat terlalu asyik bermain, mereka sering kali tidak menyadari bahwa tubuh mulai lelah atau kekurangan cairan.

Akibatnya, tanda-tanda awal dehidrasi bisa muncul dalam bentuk perubahan perilaku, seperti anak menjadi lebih rewel, mudah marah, atau tampak lesu.

"Perubahan sikap mendadak ini sebenarnya adalah alarm awal bahwa tubuh mereka mulai membutuhkan bantuan," ujar Saskhya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perlindungan Anak Dimulai dari Telinga yang Mau Mendengar dan Mata yang Mau Peduli

Perlindungan Anak Dimulai dari Telinga yang Mau Mendengar dan Mata yang Mau Peduli

Opini | Kamis, 25 Juni 2026 | 15:28 WIB

Kutukan di Balik Dapur SPPG: Ketika Rakyat Miskin Nyaman Jadi Buruh Murah

Kutukan di Balik Dapur SPPG: Ketika Rakyat Miskin Nyaman Jadi Buruh Murah

Your Say | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:40 WIB

Berdemokrasi dengan Sehat: Bicara Politik itu Hak Warga Negara

Berdemokrasi dengan Sehat: Bicara Politik itu Hak Warga Negara

Your Say | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:55 WIB

Terkini

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB