Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Nur Khotimah, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
Ilustrasi pria, Ilustrasi pria memendam emosi. (Pexels/Cottonbro)
baca 10 detik
  • Budaya 'lelaki tidak bercerita' membuat banyak pria memendam emosi, yang berisiko memicu berbagai masalah kesehatan.
  • Menurut Dr. Wei Siang Yu, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko obesitas hingga penyakit kronis seperti diabetes.
  • Toxic masculinity membuat pria lebih sulit mengekspresikan emosi, padahal kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

Suara.com - Istilah "lelaki tidak bercerita" menjadi hal yang lumrah di masyarakat. Sayangnya, kebiasaan memendam emosi dan perasaan dapat menjadi "gerbang kehancuran" bagi lelaki.

Pasalnya, hal ini berisiko memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari obesitas hingga meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes.

Fakta tersebut diungkapkan Founder sekaligus Chairman Borderless Healthcare Group (BHG), Dr. Wei Siang Yu, saat memperkenalkan program kesehatan jangka panjang berbasis artificial intelligence (AI), Longevity 5.0, beberapa waktu lalu.

Dr. Wei mengatakan kesehatan mental pria sama pentingnya dengan kesehatan mental perempuan.

Menurutnya, pria kerap terbelenggu oleh budaya toxic masculinity, yakni anggapan bahwa laki-laki harus selalu kuat dan tidak boleh menangis. Kondisi tersebut membuat pria lebih sulit mengekspresikan emosi dibandingkan perempuan.

"Bukan hanya kanker atau penyakit lain, kesehatan mental bagi laki-laki itu sebenarnya sangat penting karena kesejahteraan emosional bagi laki-laki. Laki-laki biasanya sulit mengekspresikan diri," ujar Dr. Wei saat memperkenalkan dua platform kesehatan khusus gender, SheSpan.life untuk perempuan dan Longevity.men untuk pria.

Ilustrasi pria, Ilustrasi pria memendam emosi. (Pexels/Ron Lach)
Ilustrasi pria, Ilustrasi pria memendam emosi. (Pexels/Ron Lach)

"Sehingga mereka mungkin tidak berbicara dengan orang lain dengan mudah tentang masalah yang mungkin mereka pikirkan. 'Aku kuat, aku kuat'. Jadi laki-laki, jika mereka menyimpan semuanya di dalam," sambungnya.

Menurut Dr. Wei, kondisi tersebut membuat pria lebih mudah mengalami stres dan merasa tidak bahagia.

Sebagian kemudian menjadikan makanan sebagai pelarian, yang pada akhirnya memicu kenaikan berat badan hingga obesitas.

baca juga

Obesitas kemudian menjadi pintu masuk berbagai penyakit, mulai dari gangguan mobilitas, radang sendi, hipertensi, hingga diabetes.

Diabetes bahkan kerap dijuluki sebagai "ibu dari berbagai penyakit" karena dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi kronis lainnya.

"Lalu mereka tidak bahagia, lalu mereka makan dan menjadi besar, setelah itu muncul masalah lutut, masalah paha, diabetes," papar Dr. Wei.

Selain itu, lelaki juga menghadapi tantangan dari sisi sosial. Saat mengalami stres atau keterpurukan, sebagian memilih melampiaskannya melalui kebiasaan yang tidak sehat, seperti merokok atau mengonsumsi minuman beralkohol.

"Masalah psiko yang sudah saya bicarakan tadi, masalah sosial dengan teman. Oh, oke kita minum, merokok, dan sebagainya. Hal-hal ini secara bersamaan menghancurkan pria," kata Dr. Wei.

Karena itu, menurut Dr. Wei, kesehatan perlu dijaga secara menyeluruh, mencakup aspek fisik melalui olahraga, kesehatan mental, keseimbangan hormonal, hingga aspek sosial agar kualitas hidup tetap optimal.

Pendekatan tersebut menjadi dasar hadirnya era Longevity 5.0, yakni layanan kesehatan yang dirancang lebih personal, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Melalui konsep Continuum of Longevity Experiences (CLE), layanan kesehatan tidak lagi terbatas di rumah sakit atau klinik, tetapi terhubung secara menyeluruh mulai dari klinik, resor kesehatan, hingga rumah pasien.

Model ini memungkinkan pasien di Indonesia terhubung tidak hanya dengan dokter lokal, tetapi juga dengan jaringan pakar longevity global melalui sistem cloud yang terintegrasi.

Dengan demikian, rekomendasi terapi dapat disusun berdasarkan pendekatan multidisiplin dan data kesehatan yang lebih komprehensif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Pilihan Sheet Mask untuk Pria, Perawatan Wajah Anti Ribet

4 Pilihan Sheet Mask untuk Pria, Perawatan Wajah Anti Ribet

Your Say | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:25 WIB

Viral Akal Bulus Seorang Pria Pura-Pura Idap Down Syndrome, Biar Bisa Dimandikan Perawat Perempuan

Viral Akal Bulus Seorang Pria Pura-Pura Idap Down Syndrome, Biar Bisa Dimandikan Perawat Perempuan

Entertainment | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:08 WIB

Tinggal Semprot! 5 Rekomendasi Sunscreen Spray Pria untuk Tangkal Sinar UV

Tinggal Semprot! 5 Rekomendasi Sunscreen Spray Pria untuk Tangkal Sinar UV

Your Say | Jum'at, 12 Juni 2026 | 10:17 WIB

Terkini

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

×