Mulai Ada di Toko Optik, Mengenal Cara Kerja Skrining Retina untuk Deteksi 8 Penyakit Kronis

Husna Rahmayunita, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:22 WIB
Mulai Ada di Toko Optik, Mengenal Cara Kerja Skrining Retina untuk Deteksi 8 Penyakit Kronis
Alat retinal imaging atau pencitraan retina di Optik Melawai. [Suara.com/Dini Afrianti]
baca 10 detik
  • Skrining retina AI di Optik Melawai bantu deteksi dini penyakit kronis.

  • Pemeriksaan retina AI berlangsung praktis dengan tingkat akurasi mencapai 95 persen.

  • Layanan skrining retina AI ini juga efektif mendeteksi gejala katarak awal.

Suara.com - Tren kacamata yang tengah ramai diburu di toko optik saat ini mulai mengarah pada kesehatan. Apalagi, selain membeli kacamata, umumnya masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan mata di lokasi tersebut.

Ini juga menjadi alasan toko optik mulai dilengkapi berbagai alat canggih untuk deteksi dini sejumlah penyakit kronis yang bisa dikaitkan dengan kondisi retina.

Alat ini adalah retinal imaging atau pencitraan retina berbasis artificial intelligence (AI), yang dapat digunakan sebagai skrining awal sejumlah kondisi, seperti hipertensi, diabetes melitus, stroke, penyakit jantung koroner, gagal jantung, anemia, tumor otak, dan penyakit paru-paru.

Cara kerja alat ini yaitu memanfaatkan slit lamp atau mikroskop khusus dengan cahaya terang untuk memeriksa bagian depan dan dalam mata. Hasil pemeriksaan ini kemudian akan diunggah ke modul AI yang disebut Airdoc untuk dianalisis.

Alat ini menjadi bagian dari inovasi Optik Melawai yang merayakan hari jadinya yang ke-45 tahun. Tidak kurang dari 200 alat retinal imaging sudah tersebar di berbagai cabang Optik Melawai. Ditambah, optik dengan 485 gerai ini memang tengah berfokus pada layanan kesehatan.

Alat retinal imaging atau pencitraan retina di Optik Melawai. [Suara.com/Dini Afrianti]
Alat retinal imaging atau pencitraan retina di Optik Melawai. [Suara.com/Dini Afrianti]

“Ke depannya kita juga akan melengkapi beberapa cabang. Jadi dengan tes mata komprehensif kita sebutnya, dengan adanya slit lamp. Nanti mungkin ke depannya juga di gerai-gerai kami bisa melakukan treatment-treatment, seperti dry eye treatment,” ujar General Manager Operation Optik Melawai, James Hadisurjo saat menggelar Eyewear Exhibition di Senayan City, Kamis (6/8/2026).

Pengecekan retina ini juga sudah meliputi retinopati diabetik, retinopati hipertensi, glaukoma, degenerasi makula, miopia patologis, dan ablasio retina.

Retina menjadi salah satu bagian mata yang dapat memberikan informasi penting mengenai kondisi kesehatan mata dan perubahan pada pembuluh darah. Pemeriksaan retina juga dapat membantu mendeteksi sejumlah kelainan mata serta memberikan petunjuk mengenai beberapa kondisi sistemik.

Penggunaan AI dalam analisis citra retina juga terus berkembang. Sejumlah penelitian menunjukkan citra retina dapat digunakan untuk membantu mengidentifikasi tanda penyakit tertentu. Namun, pemeriksaan berbasis AI tetap merupakan alat skrining dan tidak dapat menggantikan pemeriksaan serta diagnosis dokter.

baca juga

Adapun proses pemeriksaan retina dengan Airdoc ini tidak memerlukan pembedahan. Pengguna hanya perlu meletakkan mata untuk melihat melalui alat yang menyerupai teropong. Saat itulah, alat akan mengambil gambar kondisi retina selama beberapa detik.

Selanjutnya, laporan dapat dilihat dalam waktu sekitar tiga menit setelah pemeriksaan selesai. Alat ini juga diklaim memiliki tingkat akurasi sebesar 95 persen untuk identifikasi kelainan pada retina.

James menambahkan ada beberapa kondisi yang paling banyak ditemukan dalam pemeriksaan kesehatan mata di optik, di antaranya miopia yang membutuhkan lensa korektif hingga banyaknya kasus mata kering atau dry eye.

General Manager Operation Optik Melawai, James Hadisurjo saat menggelar Eyewear Exhibition di Senayan City, Kamis (6/8/2026).
General Manager Operation Optik Melawai, James Hadisurjo saat menggelar Eyewear Exhibition di Senayan City, Kamis (6/8/2026).

“Jadi yang dry eye maksudnya keluhan-keluhan yang mata kering, jadi perih dan sebagainya. Tapi yang ketiga itu sebenarnya yang ingin kita fokuskan itu juga katarak yang belum terdiagnosis,” paparnya.

Khusus untuk katarak, kata James, pihaknya akan berfokus pada kondisi early cataract yang kini semakin banyak ditemukan pada usia di bawah 60 tahun, karena pengaruh gaya hidup.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), usia merupakan faktor risiko utama katarak. Namun, paparan sinar ultraviolet (UV), merokok, penggunaan kortikosteroid, dan diabetes juga dapat mempercepat perkembangan katarak. WHO pada 2026 juga menyebut katarak sebagai penyebab utama kebutaan secara global.

“Sebenarnya kita bisa membantu mendeteksi katarak di orang-orang yang mungkin belum terdeteksi. Yang sebenarnya lensanya itu nanti menguning jadi bisa dilihat dan itu indikasinya sebenarnya perlu operasi katarak,” pungkas James.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Melihat Dunia Lagi Setelah Kornea Rusak, Ini Revolusi Teknologi Transplantasi Mata Modern

Melihat Dunia Lagi Setelah Kornea Rusak, Ini Revolusi Teknologi Transplantasi Mata Modern

Health | Minggu, 02 Agustus 2026 | 19:30 WIB

Menjaga Penglihatan di Era Modern, Tantangan Baru Layanan Kesehatan Mata Indonesia

Menjaga Penglihatan di Era Modern, Tantangan Baru Layanan Kesehatan Mata Indonesia

Health | Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:37 WIB

Tanpa Gejala, Tapi Bisa Bikin Buta Permanen: Begini Cara Kerja Glaukoma

Tanpa Gejala, Tapi Bisa Bikin Buta Permanen: Begini Cara Kerja Glaukoma

Health | Senin, 27 Juli 2026 | 16:21 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB

Terkini

4 Pore Tightening Toner Atasi Tekstur Kasar dan Bruntusan Kulit Berminyak

4 Pore Tightening Toner Atasi Tekstur Kasar dan Bruntusan Kulit Berminyak

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 19:35 WIB

Demi Penuhi Standar, Kendal Tornado FC Bantu Lampu Stadion Sriwedari Rp 1 Miliar

Demi Penuhi Standar, Kendal Tornado FC Bantu Lampu Stadion Sriwedari Rp 1 Miliar

Surakarta | Sabtu, 26 September 2026 | 19:34 WIB

Dari Kuliner hingga Hiburan, Travel Agent Bandung Mulai Lirik Kawasan Wisata Ini di Ibu Kota

Dari Kuliner hingga Hiburan, Travel Agent Bandung Mulai Lirik Kawasan Wisata Ini di Ibu Kota

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 19:13 WIB

Akademisi Diajak Kontribusikan Gagasan untuk Jakarta Vision

Akademisi Diajak Kontribusikan Gagasan untuk Jakarta Vision

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 19:06 WIB

Ada Perbaikan Jalan, Akses Jalan Kunir Kota Tua Ditutup Mulai Minggu Malam! Ini Rute Alternatifnya

Ada Perbaikan Jalan, Akses Jalan Kunir Kota Tua Ditutup Mulai Minggu Malam! Ini Rute Alternatifnya

News | Sabtu, 26 September 2026 | 19:05 WIB

Buku All The Bright Places, Meruntuhkan Stigma Negatif Isu Mental Health

Buku All The Bright Places, Meruntuhkan Stigma Negatif Isu Mental Health

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 19:00 WIB

Bebas Bersyarat Bechi Dinilai Janggal, Komnas Perempuan Desak Transparansi Data

Bebas Bersyarat Bechi Dinilai Janggal, Komnas Perempuan Desak Transparansi Data

Video | Sabtu, 26 September 2026 | 19:00 WIB

Buntut 198 Siswa dan Guru Tumbang Usai Santap MBG, SPPG di Tulungagung Disetop 20 Hari

Buntut 198 Siswa dan Guru Tumbang Usai Santap MBG, SPPG di Tulungagung Disetop 20 Hari

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 18:59 WIB

Ketika Data PISA Berbicara, Narasi Keberhasilan Pendidikan Dipertanyakan

Ketika Data PISA Berbicara, Narasi Keberhasilan Pendidikan Dipertanyakan

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 18:55 WIB

Sinopsis Between Steps: Cinta di Tengah Dunia Robotika, Tayang 5 Oktober

Sinopsis Between Steps: Cinta di Tengah Dunia Robotika, Tayang 5 Oktober

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 18:50 WIB

×