- PT Etana Biotechnologies Indonesia mengadakan edukasi dan vaksinasi hepatitis A di FK-KMK UGM untuk memperingati Hari Hepatitis Sedunia 2026.
- Sebanyak 375 dosis vaksin diberikan kepada dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dalam kegiatan puncak di UGM tersebut.
- Infeksi hepatitis A yang ditularkan melalui makanan terkontaminasi ini diketahui menimbulkan gejala lebih berat pada orang dewasa.
Suara.com - Hepatitis A sering kali dianggap sebagai penyakit yang hanya berkaitan dengan kebersihan makanan dan minuman. Padahal, ada hal yang belum banyak diketahui: infeksi hepatitis A pada orang dewasa dapat menimbulkan gejala yang lebih berat dibandingkan pada anak-anak.
Kondisi ini membuat perlindungan melalui perilaku hidup bersih dan sehat serta vaksinasi menjadi penting, termasuk bagi kelompok usia produktif dan mahasiswa.
Hepatitis A merupakan infeksi pada organ hati yang umumnya ditularkan melalui makanan atau air yang telah terkontaminasi virus.
Jalur penularan tersebut membuat lingkungan dengan aktivitas makan dan minum bersama, sanitasi yang kurang baik, maupun kebersihan tangan yang tidak terjaga dapat menjadi salah satu faktor risiko.
Kelompok mahasiswa juga perlu mendapat perhatian karena berada pada usia yang berdekatan dengan jalur penularan tersebut. Selain beraktivitas di lingkungan kampus, mahasiswa kerap memiliki mobilitas tinggi dan mengonsumsi makanan dari berbagai tempat.
Dalam rangka memperingati Hari Hepatitis Sedunia 2026 dengan tema global “Let’s Break It Down”, PT Etana Biotechnologies Indonesia (Etana) menggelar rangkaian edukasi dan vaksinasi hepatitis A di sejumlah institusi pendidikan kesehatan dan rumah sakit.
Hingga pelaksanaan di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), sebanyak 570 peserta telah mendapatkan vaksinasi, dengan rangkaian kegiatan yang masih berlanjut.
Puncak kegiatan di FK-KMK UGM digelar dalam format seminar sekaligus vaksinasi. Sebanyak 375 dosis diberikan kepada sivitas akademika yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.
“Kelompok usia mahasiswa dekat dengan jalur penularan hepatitis A yang umumnya berasal dari makanan dan air yang terkontaminasi. Secara klinis, hepatitis A pada kelompok dewasa cenderung menimbulkan gejala yang lebih berat dibandingkan pada anak-anak,” demikian disampaikan dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Director Anti-Infectious and Vaccine Business Unit Etana, Indra Lamora, mengatakan perlindungan terhadap hepatitis A membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, bukan hanya mengandalkan fasilitas kesehatan.
“Kebutuhan perlindungan terhadap hepatitis A memang nyata, dan kami percaya edukasi serta vaksinasi tidak bisa dikerjakan sendirian. Karena itu Etana selalu terbuka berkolaborasi dengan siapa pun yang memiliki kepedulian yang sama, mulai dari rumah sakit, perguruan tinggi, organisasi profesi, komunitas olahraga, hingga pemerintah daerah,” ujar Indra.
Menurutnya, upaya pencegahan juga menjadi bagian dari penguatan ketahanan kesehatan masyarakat. “Program vaksinasi ini merupakan bagian dari komitmen Etana untuk memperluas akses masyarakat terhadap vaksin sekaligus mendukung program pemerintah dalam memperkuat ketahanan kesehatan dan kemandirian industri farmasi dalam negeri,” tambahnya.
Wakil Dekan Bidang Kerja Sama, Alumni, dan Pengabdian kepada Masyarakat UGM, Dr. dr. Sudadi, SpAn-TI, Subsp.N.An(K), Subsp.An.R(K), menilai lingkungan kampus memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesadaran kesehatan generasi muda.
“Hepatitis masih menjadi persoalan kesehatan yang perlu ditangani di Indonesia, dan kampus dapat berperan lebih dari sekadar tempat belajar. Edukasi menjadi bentuk percontohan dan vaksin menjadi investasi jangka panjang untuk melindungi generasi selanjutnya,” ujarnya.
Peringatan Hari Hepatitis Sedunia menjadi momentum untuk mengingat bahwa hepatitis bukan sekadar persoalan individu. Pencegahan melalui kebersihan, keamanan pangan, edukasi, serta vaksinasi dapat menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko penularan sekaligus melindungi masyarakat, terutama kelompok yang memiliki mobilitas tinggi.