91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit

Dinda Rachmawati

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:09 WIB
91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit
91% Orang Indonesia Anggap Kesehatan Holistik Penting, Ternyata Bukan Sekadar Bebas Penyakit (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • Survei Herbalife APAC 2026 menunjukkan 91% masyarakat Indonesia menganggap penting kesehatan holistik fisik, mental, dan emosional.
  • Masyarakat Indonesia paling ingin meningkatkan kualitas nutrisi, pola tidur, serta kesehatan mental dalam hidup sehat mereka.
  • Kekhawatiran terhadap proses penuaan menjadi faktor terbesar yang mendorong masyarakat Indonesia lebih memperhatikan kesehatan.

Suara.com - Selama ini, hidup sehat kerap dikaitkan dengan olahraga rutin dan menjaga berat badan. Namun, cara masyarakat Indonesia memandang kesehatan ternyata mulai berubah. 

Kesehatan tidak lagi hanya diukur dari seberapa aktif seseorang bergerak atau apakah tubuh terbebas dari penyakit, tetapi juga dari kualitas tidur, kondisi mental, keseimbangan emosi, hingga pola makan sehari-hari.

Temuan Herbalife APAC Wellness Culture Survey 2026 memperlihatkan perubahan tersebut. Survei yang melibatkan lebih dari 10.000 responden di 11 negara dan wilayah Asia Pasifik, termasuk 1.002 responden di Indonesia, menunjukkan 91% masyarakat Indonesia menganggap kesehatan holistik yang mencakup aspek fisik, mental, dan emosional sebagai hal yang sangat atau amat penting. 

Angka tersebut menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan Asia Pasifik. Menariknya, sebanyak 85% responden Indonesia mengatakan kesehatan holistik kini terasa lebih penting dibandingkan tiga tahun lalu. 

Artinya, semakin banyak orang mulai memahami bahwa kondisi tubuh tidak berdiri sendiri. Pola tidur, asupan makanan, tekanan mental, dan kondisi emosional dapat menjadi bagian dari gambaran kesehatan seseorang secara keseluruhan.

Tidur dan Mental Ternyata Masih Jadi Perhatian Besar

Kesadaran mengenai kesehatan holistik tersebut juga terlihat dari aspek yang ingin diperbaiki masyarakat. Jika olahraga selama ini sering dianggap sebagai kunci utama hidup sehat, survei justru menemukan tiga hal yang paling ingin ditingkatkan masyarakat Indonesia adalah kualitas nutrisi dan pola makan sebesar 50%, kualitas tidur 49%, serta kesehatan mental 46%.

Temuan ini menunjukkan adanya pergeseran prioritas. Masyarakat mulai menyadari bahwa menjaga kesehatan bukan hanya tentang menambah aktivitas fisik, tetapi juga memastikan tubuh mendapatkan nutrisi yang cukup, waktu istirahat berkualitas, serta perhatian terhadap kondisi psikologis.

Oktrianto Wahyu Jatmiko, Director & General Manager of Herbalife Indonesia, mengatakan perubahan cara pandang tersebut semakin terlihat di masyarakat.

baca juga

“Kini, semakin banyak orang menyadari bahwa hidup sehat tidak hanya berarti aktif secara fisik, tetapi juga menjaga kesehatan mental, emosional, dan pola nutrisi secara seimbang. Pergeseran pola pikir ini merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas hidup yang lebih baik,” ujarnya.

Pandangan tersebut juga tercermin dari penilaian masyarakat terhadap kondisi kesehatan mereka. Sebanyak 77% responden Indonesia menilai kesehatan fisiknya baik atau sangat baik. 

Sementara itu, 74% menilai kesehatan mentalnya berada dalam kondisi baik dan 66% menyatakan kesejahteraan emosional mereka dalam kondisi baik.

Bahkan, mayoritas responden merasa kondisinya membaik dibandingkan tiga tahun sebelumnya. Sebanyak 63% melaporkan kesehatan fisiknya meningkat, sedangkan masing-masing 66% menyatakan kesehatan mental dan kesejahteraan emosional mereka mengalami perbaikan.

Kekhawatiran Menua Jadi Salah Satu Pemicu

Ada hal lain yang menarik dari survei ini. Kesadaran menjaga kesehatan ternyata tidak selalu muncul karena seseorang sedang mengalami masalah kesehatan. Kekhawatiran terhadap proses penuaan menjadi faktor terbesar yang mendorong masyarakat Indonesia untuk lebih memperhatikan kesehatan, dengan angka 60%.

Selain itu, perubahan besar dalam kehidupan menjadi faktor bagi 41% responden, sedangkan 40% terdorong oleh keinginan memiliki lebih banyak energi dan meningkatkan performa di tempat kerja.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa kesehatan semakin dipandang sebagai investasi jangka panjang. Orang mulai menjaga kondisi tubuh bukan hanya agar tidak sakit hari ini, tetapi juga agar tetap memiliki kualitas hidup yang baik di masa mendatang.

Namun, keinginan untuk hidup sehat belum tentu mudah diwujudkan. Sebanyak 48% responden menyebut keterbatasan waktu sebagai hambatan utama, disusul tuntutan pekerjaan sebesar 36%.

Di tengah berbagai kesibukan tersebut, dukungan sosial justru memiliki peran penting. Keluarga, teman, dan media sosial menjadi sumber dukungan yang paling berpengaruh dalam membantu masyarakat mempertahankan motivasi menjalani kebiasaan sehat.

Menurut Oktrianto, lingkungan yang mendukung menjadi bagian penting agar kebiasaan sehat tidak berhenti sebagai tren sesaat.

“Seiring berkembangnya budaya hidup sehat, penting bagi kita untuk terus membangun komunitas yang suportif dan memiliki pengetahuan yang memadai agar kesehatan menjadi lebih mudah diakses, lebih personal, dan lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Ia menambahkan, membangun kesehatan holistik merupakan perjalanan jangka panjang yang membutuhkan konsistensi. Nutrisi yang tepat, gaya hidup aktif, dan dukungan komunitas dapat menjadi kombinasi untuk membantu seseorang mempertahankan kebiasaan sehat.

Pada akhirnya, hidup sehat mungkin bukan tentang melakukan perubahan besar sekaligus. Justru, perhatian terhadap hal-hal yang sering dianggap sederhana seperti pola makan, tidur yang cukup, kondisi mental, dan dukungan dari lingkungan dapat menjadi bagian penting dalam membangun kesehatan secara menyeluruh.

Survei Herbalife tersebut setidaknya menunjukkan satu perubahan menarik: semakin banyak masyarakat Indonesia mulai melihat kesehatan bukan sekadar kondisi ketika tubuh tidak sakit, melainkan keseimbangan berbagai aspek yang ikut menentukan kualitas hidup.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gaya Hidup Makin Sibuk, Vitamin dan Mineral Jadi Pilihan Sehari-Hari untuk Jaga Kesehatan

Gaya Hidup Makin Sibuk, Vitamin dan Mineral Jadi Pilihan Sehari-Hari untuk Jaga Kesehatan

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:24 WIB

Punya Banyak Peran dan Tekanan, Perempuan Perlu Jaga Kenyamanan Fisik dan Mental

Punya Banyak Peran dan Tekanan, Perempuan Perlu Jaga Kenyamanan Fisik dan Mental

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:01 WIB

Sering Diabaikan, Masalah Sepele pada Gigi Ternyata Bisa Merusak Sistem Pencernaan

Sering Diabaikan, Masalah Sepele pada Gigi Ternyata Bisa Merusak Sistem Pencernaan

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:51 WIB

Terkini

4 Moisturizer Peptide Dukung Produksi Kolagen untuk Jaga Kekencangan Kulit

4 Moisturizer Peptide Dukung Produksi Kolagen untuk Jaga Kekencangan Kulit

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 06:45 WIB

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 05:58 WIB

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

×