- Novo Nordisk dan AWS memperkuat kerja sama strategis untuk mempercepat penemuan obat melalui teknologi kecerdasan buatan.
- Kedua perusahaan mendirikan pusat inovasi bersama di London guna mengolah data ilmiah besar dan meningkatkan produktivitas riset.
- Pemanfaatan layanan cloud dan agen AI bertujuan menghadirkan terapi medis baru secara lebih cepat kepada pasien.
Garman menjelaskan, Novo Nordisk memilih AWS sebagai mitra strategis AI untuk mengubah cara obat ditemukan dan dikembangkan.
Menurutnya, kombinasi teknologi AWS dengan keahlian ilmiah Novo Nordisk dapat membantu mempersingkat proses penelitian, mengolah kumpulan data kompleks secara aman, serta memperluas pemanfaatan hasil penelitian ke berbagai bidang terapi.
Pemanfaatan AI bukan berarti menggantikan peran ilmuwan. Sebaliknya, teknologi tersebut berfungsi sebagai alat pendukung yang memungkinkan peneliti bekerja dengan data secara lebih cepat dan menemukan hubungan yang mungkin sulit terlihat melalui analisis manual.
Keputusan ilmiah dan klinis tetap membutuhkan validasi, pengujian, serta pengawasan manusia. Selain AWS, Novo Nordisk juga berkolaborasi dengan sejumlah unit bisnis Amazon, termasuk Amazon Pharmacy, Amazon Ads, dan Amazon One Medical.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendukung perjalanan terapi, mulai dari pengembangan hingga bagaimana pengobatan dapat diperkenalkan dan dihadirkan kepada pasien.
Dengan terbentuknya hub co-innovation di London, Novo Nordisk dan AWS menargetkan pemanfaatan AI yang lebih luas dalam penelitian dan pengembangan obat.
Bagi industri kesehatan, perkembangan ini menunjukkan bagaimana AI dan komputasi cloud dapat menjadi bagian penting dari upaya mempercepat lahirnya terapi baru, dengan tetap mengutamakan keamanan, validasi ilmiah, dan kebutuhan pasien.