- Perawat onkologi mendampingi pasien kanker dengan mengelola efek samping, memberikan edukasi, serta mengoordinasikan perawatan.
- MRCCC Siloam Semanggi menerapkan pendekatan tim multidisiplin untuk mengintegrasikan keahlian berbagai tenaga kesehatan secara terkoordinasi.
- MRCCC Siloam Semanggi meraih pengakuan internasional Magnet with Distinction pada tahun 2026 berkat sistem pelayanannya.
Suara.com - Menjalani pengobatan kanker bukan hanya soal menentukan terapi yang tepat. Pasien juga perlu memahami berbagai tahapan pengobatan, mengenali perubahan kondisi tubuh, hingga menghadapi efek samping yang mungkin muncul selama terapi.
Dalam proses tersebut, perawat memiliki peran yang cukup besar. Mereka tidak hanya membantu kebutuhan dasar pasien, tetapi juga menjadi bagian dari tim yang memantau kondisi pasien, memberikan edukasi, serta membantu mengoordinasikan perawatan.
Peran ini menjadi semakin penting seiring berkembangnya pilihan terapi kanker yang membuat penanganan pasien membutuhkan kolaborasi berbagai tenaga kesehatan.
Oncology Nursing Society (ONS) menempatkan oncology nurse sebagai bagian integral dari tim interprofesional. Perannya antara lain mencakup pengelolaan gejala dan efek samping terapi, edukasi pasien, koordinasi perawatan, keselamatan pemberian terapi, hingga memberikan dukungan kepada pasien dan keluarga.
“Pasien kanker tidak hanya membutuhkan terapi yang tepat, tetapi juga seseorang yang memahami apa yang terjadi pada tubuhnya selama menjalani terapi, membantu mengenali perubahan kondisi, memberikan edukasi, dan menghubungkan berbagai kebutuhan pasien dengan tim yang merawatnya. Di situlah peran oncology nurse menjadi sangat penting,” ujar Head of Nursing MRCCC Siloam Semanggi, Fretty Lamria Manalu.
Menurut Fretty, perkembangan teknologi pengobatan kanker memang berlangsung cepat. Namun, kehadiran perawat tetap memiliki peran penting dalam mendampingi pasien selama menjalani rangkaian pengobatan.
“Perkembangan teknologi untuk pengobatan kanker memang begitu cepat. Namun, human touch dari perawat tidak bisa digantikan. Dalam 24 jam, perawat berjalan bersama pasien,” katanya.
Perawatan Kanker Membutuhkan Kolaborasi
Penanganan kanker umumnya melibatkan lebih dari satu jenis keahlian. Kebutuhan pasien dapat berubah sepanjang perjalanan pengobatan, mulai dari diagnosis, terapi, pengelolaan efek samping, pemulihan, hingga perawatan paliatif jika diperlukan.
Karena itu, pendekatan multidisciplinary team (MDT) menjadi salah satu bagian penting dalam layanan kanker. Dalam pendekatan ini, dokter, perawat, apoteker, radiografer atau radiation therapist, ahli gizi, psikolog, rehabilitasi medik, hingga tim paliatif dapat bekerja bersama sesuai kebutuhan pasien.
Kolaborasi tersebut memungkinkan setiap profesi memberikan keahlian masing-masing dalam satu rangkaian perawatan yang lebih terkoordinasi.
Pendekatan MDT juga diterapkan di MRCCC Siloam Semanggi sebagai bagian dari layanan kanker terintegrasi. Rumah sakit ini memiliki berbagai layanan onkologi, termasuk onkologi medik, onkologi radiasi, bedah onkologi, radiologi, patologi, dan kedokteran nuklir.
Di sisi keperawatan, MRCCC Siloam Semanggi juga menargetkan 80 persen perawatnya menjadi perawat onkologi dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan. Target tersebut didukung melalui pengembangan kompetensi dan pelatihan keperawatan onkologi.
Penguatan kompetensi tersebut sejalan dengan kebutuhan pasien kanker yang semakin kompleks. Perawat dengan kompetensi khusus di bidang onkologi diharapkan dapat membantu pasien memahami proses pengobatan sekaligus mengenali berbagai perubahan kondisi yang perlu diperhatikan.
Upaya pengembangan sistem keperawatan tersebut mendapat pengakuan melalui Magnet® with Distinction dari American Nurses Credentialing Center (ANCC) pada 2026.
Magnet Recognition® merupakan program ANCC yang mengakui organisasi pelayanan kesehatan dengan praktik dan kepemimpinan keperawatan yang memenuhi standar tertentu. Penilaiannya mencakup kepemimpinan, pemberdayaan perawat, praktik profesional, inovasi, serta hasil pelayanan yang terukur.
Bagi MRCCC Siloam Semanggi, pengakuan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk terus mengembangkan praktik keperawatan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas profesi.
Chief Executive Officer MRCCC Siloam Semanggi, Tries Nainggolan, mengatakan pencapaian tersebut tidak hanya berkaitan dengan keperawatan, tetapi juga bagaimana sistem organisasi mendukung berbagai tenaga kesehatan untuk bekerja secara terintegrasi.
“Magnet Recognition with Distinction bukan sekadar pengakuan terhadap keperawatan, tetapi mencerminkan bagaimana sebuah organisasi membangun sistem yang memungkinkan berbagai keahlian bekerja bersama untuk memberikan pelayanan yang lebih terintegrasi,” ujarnya.
Pada akhirnya, dalam perawatan kanker, keberhasilan penanganan pasien tidak hanya bergantung pada terapi yang diberikan. Pendampingan, edukasi, pemantauan kondisi, serta koordinasi antara berbagai tenaga kesehatan juga menjadi bagian dari perjalanan pasien menghadapi kanker.