- Kementerian Kesehatan melaporkan peningkatan positif influenza di Indonesia mencapai 46 persen pada minggu ketiga puluh enam tahun 2026.
- Mayoritas kasus positif tersebut didominasi oleh infeksi virus Influenza A subtipe A(H1N1)pdm09 yang berjumlah tujuh puluh enam spesimen.
- Meskipun kasusnya meningkat, Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa aktivitas influenza secara nasional masih berada pada tingkat rendah dan terkendali.
Suara.com - Kasus influenza di Indonesia belakangan menjadi perhatian setelah pemantauan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan peningkatan proporsi spesimen yang positif influenza.
Pada minggu ke-36 tahun 2026 (per 19 September 2026), sebanyak 86 dari 185 spesimen yang diperiksa terdeteksi positif influenza atau sekitar 46 persen, naik dari 35 persen pada minggu sebelumnya.
Disebutkan dalam Laporan Pengawasan Kasus Influenza dan COVID-19 di laman surkarkes.kemenkes.go.id, mayoritas temuan tersebut merupakan Influenza A, terutama subtipe A(H1N1)pdm09 yang mencapai 76 kasus, disusul A(H3N2) sebanyak delapan kasus dan Influenza B/Victoria sebanyak dua kasus.
Meski mengalami peningkatan, Kemenkes masih mengategorikan aktivitas influenza di Indonesia sebagai rendah dan situasinya masih terkendali.
Publik kerap menganggap Influenza A dan flu biasa sebagai penyakit yang sama sebab sama-sama dapat menyebabkan batuk, pilek, sakit tenggorokan, serta rasa tidak enak badan.
Padahal, kedua kondisi tersebut disebabkan oleh virus yang berbeda dan pola munculnya gejala juga dapat berbeda.
Lantas, apa sebenarnya Influenza A dan bagaimana membedakannya dari flu biasa? Kenali gejala serta cara pencegahannya berikut agar tidak keliru mengenali kondisi tersebut.
Apa Itu Influenza A? Ini Bedanya dengan Flu Biasa

Merangkum laman Kemenkes Labkesmas Makassar 1 dan IHC Rumah Sakit Pusat Pertamina, Influenza A adalah infeksi yang disebabkan oleh virus influenza tipe A dan merupakan salah satu penyebab influenza musiman pada manusia.
Subtipe Influenza A yang umum beredar pada manusia antara lain A(H1N1)pdm09 dan A(H3N2), sementara Influenza B juga dapat menyebabkan influenza musiman tetapi tidak memiliki subtipe H dan N seperti Influenza A.
Sementara itu, flu biasa atau common cold umumnya disebabkan oleh berbagai jenis virus, salah satunya rhinovirus.
Gejala flu biasa cenderung muncul secara bertahap, dengan pilek, hidung tersumbat, bersin, dan sakit tenggorokan sebagai keluhan yang lebih dominan, sedangkan demam biasanya ringan atau bahkan tidak muncul.
Influenza A lebih sering ditandai dengan kemunculan gejala yang mendadak dan lebih terasa pada seluruh tubuh. Demam atau menggigil, batuk, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan dapat muncul bersamaan, sementara pilek tetap mungkin terjadi tetapi biasanya bukan keluhan yang paling dominan.
Perbedaan tersebut dapat menjadi petunjuk, tetapi gejala saja tidak cukup untuk memastikan seseorang terkena Influenza A.
Pemeriksaan seperti tes influenza dapat diperlukan untuk memastikan penyebab infeksi, terutama jika gejalanya cukup berat atau pasien termasuk kelompok yang berisiko mengalami komplikasi.
Kenali Gejala Influenza A dan Cara Pencegahannya

Jika dibandingkan dengan flu biasa, Influenza A dapat menimbulkan keluhan yang lebih mendadak dan berat. Berikut beberapa gejala yang perlu dikenali:
Gejala Influenza A
1. Demam mendadak dan menggigil
Influenza A dapat menyebabkan demam yang muncul secara mendadak (di atas 38°C hingga 40°C) dan disertai menggigil. Namun, tidak semua orang yang terkena influenza akan mengalami demam.
2. Batuk kering
Batuk merupakan salah satu gejala umum Influenza A dan dapat berupa batuk kering yang cukup mengganggu. Keluhan ini dapat terasa lebih persisten dibandingkan batuk yang menyertai flu biasa.
3. Nyeri otot dan tubuh
Penderita Influenza A dapat mengalami nyeri otot dan tubuh yang cukup berat. Keluhan ini merupakan salah satu gejala sistemik yang lebih khas pada influenza dibandingkan common cold.
4. Sakit kepala
Sakit kepala dapat muncul bersamaan dengan demam, batuk, dan nyeri tubuh. Pada Influenza A, keluhan tersebut biasanya muncul cukup cepat setelah infeksi mulai menimbulkan gejala.
5. Kelelahan
Rasa lelah pada Influenza A dapat terasa cukup berat dan membuat penderitanya membutuhkan lebih banyak waktu untuk beristirahat. Keluhan ini dapat tetap terasa meskipun beberapa gejala pernapasan mulai membaik.
6. Sakit tenggorokan dan pilek
Influenza A juga dapat menyebabkan sakit tenggorokan, hidung tersumbat, atau hidung berair. Namun, dibandingkan flu biasa, pilek dan bersin biasanya bukan gejala yang paling dominan.
7. Mual, muntah, atau diare
Keluhan pencernaan juga dapat muncul, terutama pada anak-anak. Karena itu, gejala influenza pada anak tidak selalu terbatas pada masalah pernapasan.
Cara Mencegah Influenza A
Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan Influenza A. Berikut langkah-langkahnya:
1. Mendapatkan vaksin influenza
Vaksinasi merupakan salah satu cara penting untuk membantu mencegah influenza dan komplikasinya. Vaksin influenza diperbarui secara berkala untuk menyesuaikan dengan virus yang sedang beredar.
2. Rajin mencuci tangan
Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama setelah batuk, bersin, berada di tempat umum, atau sebelum menyentuh wajah.
Jika tidak tersedia air dan sabun, pembersih tangan berbasis alkohol setidaknya 60 persen dapat menjadi alternatif.
3. Terapkan etika batuk dan bersin
Tutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau lipatan siku ketika batuk dan bersin. Hindari menutupnya dengan telapak tangan karena tangan dapat menjadi media perpindahan virus ke benda atau orang lain.
4. Gunakan masker saat sakit
Orang yang sedang mengalami gejala influenza sebaiknya menggunakan masker, terutama ketika harus berada di sekitar orang lain. Langkah ini dapat membantu mengurangi risiko penularan melalui droplet.
5. Kurangi kontak dengan orang lain saat sakit
Jika sedang mengalami influenza, sebaiknya beristirahat di rumah dan mengurangi kontak dekat dengan orang lain, terutama kelompok yang lebih rentan. BB Labkesmas Makassar menyarankan tetap di rumah hingga demam mereda setidaknya 24 jam tanpa bantuan obat penurun demam.
6. Pastikan sirkulasi udara baik
Virus influenza dapat lebih mudah menyebar di ruangan tertutup dengan sirkulasi udara yang buruk. Membuka jendela secara berkala dapat membantu meningkatkan pertukaran udara di dalam ruangan.
7. Segera periksa jika muncul tanda bahaya
Jangan menunda mencari pertolongan medis jika muncul sesak napas, nyeri atau tekanan di dada, kebingungan, dehidrasi berat, atau kondisi yang sempat membaik tetapi kembali memburuk.
Kelompok rentan seperti anak kecil, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit kronis juga perlu lebih waspada terhadap komplikasi influenza.