Perlu Perlindungan Ekstra! 3,3 Juta Lansia Berisiko Kena Dampak Abu Vulkanik Krakatau

Muhamad Yasir

Senin, 07 September 2026 | 09:39 WIB
Perlu Perlindungan Ekstra! 3,3 Juta Lansia Berisiko Kena Dampak Abu Vulkanik Krakatau
Warga mengenakan masker di Tempat Pelelangan Ikan Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Minggu (6/9/2026). Pembagian masker secara swadaya tersebut bertujuan untuk melindungi pernapasan warga dan nelayan setempat dari paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau sekaligus mengantisipasi risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/wsj.
baca 10 detik
  • Sebanyak 3,3 juta lansia berisiko mengalami gangguan kesehatan serius akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
  • Abu vulkanik yang mengandung silika tajam berpotensi memicu infeksi pernapasan akut, penyakit kardiovaskular, hingga tekanan psikologis bagi kelompok rentan.
  • Kemenkes mengimbau penggunaan pelindung diri, penyiapan fasilitas kesehatan, serta dukungan keluarga untuk melindungi para lansia dari dampak bencana.

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap sekitar 3,3 juta lansia masuk kelompok yang berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

Jumlah tersebut menunjukkan besarnya beban kesehatan yang perlu diantisipasi, mengingat lansia lebih rentan terhadap gangguan pernapasan, penyakit kardiovaskular, hingga tekanan psikologis saat terjadi bencana.

"Abu vulkanik memiliki karakteristik yang berbeda dengan debu biasa. Kandungan silika tajam membuatnya berbahaya bagi paru-paru, mata, dan kulit. Bila bercampur dengan air, abu dapat mengeras seperti semen sehingga salah cara membersihkan justru menambah risiko," kata Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes Imran Pambudi dikutip dari ANTARA, Senin (7/9/2026).

Menurut Imran, paparan abu vulkanik dapat memicu atau memperburuk sejumlah gangguan kesehatan pada lansia. Di antaranya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), sesak napas, hingga eksaserbasi asma dan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis).

Risiko gangguan kardiovaskular juga meningkat, termasuk tekanan darah yang naik serta potensi serangan jantung dan stroke.

Partikel abu yang sangat halus dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan memicu peradangan. Kondisi ini berbeda dengan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang lebih banyak mengandung karbon, gas beracun, dan partikel organik.

Abu vulkanik, kata Imran, cenderung menimbulkan iritasi fisik secara cepat. Sementara paparan asap karhutla dapat memberikan dampak yang lebih lama dan kronis terhadap sistem pernapasan serta kardiovaskular.

"Mata menjadi perih, berair, dan mudah teriritasi, sementara kulit mengalami gatal dan peradangan. Tidak jarang lansia juga mengalami kebingungan atau penurunan konsentrasi akibat paparan berkepanjangan. Trauma evakuasi mendadak dan isolasi sosial menambah beban psikologis berupa stres dan depresi," katanya.

ampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Sabtu (5/9/2026). ANTARA/HO-Badan Geologi
Tampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Sabtu (5/9/2026). ANTARA/HO-Badan Geologi

Aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi ancaman kesehatan yang perlu diwaspadai, terutama bagi kelompok lansia. Gunung tersebut tercatat beberapa kali mengalami erupsi dalam dua dekade terakhir, termasuk peristiwa pada 2018 yang memicu tsunami di Selat Sunda.

baca juga

Pada September 2026, erupsi kembali menyebarkan abu hingga sejumlah wilayah Lampung, Banten, DKI Jakarta, dan sebagian Jawa Barat.

Karena itu, Imran mengatakan mitigasi terhadap dampak erupsi perlu dilakukan secara menyeluruh, terutama untuk melindungi kelompok lanjut usia.

Masyarakat diimbau menggunakan masker N95 atau KN95 serta kacamata pelindung. Celah rumah juga perlu ditutup agar abu tidak mudah masuk. Saat membersihkan abu, masyarakat diminta membasahinya terlebih dahulu agar partikel tidak kembali beterbangan.

Keluarga dan caregiver juga perlu memastikan obat rutin lansia tersedia, memantau tanda-tanda bahaya, serta memberikan dukungan psikososial selama kondisi darurat.

Di sisi lain, fasilitas kesehatan di wilayah terdampak diminta menyiapkan oksigen konsentrator, obat ISPA, salep kulit, dan obat tetes mata. Tenaga kesehatan juga perlu disiagakan untuk menghadapi kemungkinan evakuasi darurat.

Imran mengingatkan pembersihan abu vulkanik di rumah harus dilakukan dengan hati-hati. Kandungan partikel silika yang tajam dan bersifat asam dapat merusak lantai, kaca, maupun kendaraan jika ditangani secara tidak tepat.

Erupsi Anak Krakatau, menurut Imran, menjadi pengingat bahwa bencana tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kesehatan masyarakat.

Lansia, dengan keterbatasan fisik dan penyakit kronis yang mungkin dimiliki, perlu ditempatkan sebagai kelompok prioritas dalam strategi mitigasi bencana.

"Dengan perlindungan individu, dukungan keluarga, dan kesiapan fasilitas kesehatan, risiko komplikasi dan mortalitas dapat ditekan, sehingga kelompok usia lanjut tetap terlindungi di tengah ancaman vulkanik yang terus berulang," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BNPB Siapkan OMC untuk Luruhkan Abu Anak Krakatau, Pesawat Sudah Siaga di Pondok Cabe

BNPB Siapkan OMC untuk Luruhkan Abu Anak Krakatau, Pesawat Sudah Siaga di Pondok Cabe

News | Senin, 07 September 2026 | 09:18 WIB

Abu Anak Krakatau Mengarah ke Jabar! Sekolah Terapkan PJJ, Kasus Kesehatan Dipantau Harian

Abu Anak Krakatau Mengarah ke Jabar! Sekolah Terapkan PJJ, Kasus Kesehatan Dipantau Harian

News | Senin, 07 September 2026 | 08:56 WIB

Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pandeglang Jadi Wilayah Terparah Terdampak Abu Anak Krakatau!

Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pandeglang Jadi Wilayah Terparah Terdampak Abu Anak Krakatau!

News | Senin, 07 September 2026 | 08:42 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Penerima Bantuan, Penyandang Disabilitas Didorong Jadi Aktor Penanggulangan Bencana

Bukan Sekadar Penerima Bantuan, Penyandang Disabilitas Didorong Jadi Aktor Penanggulangan Bencana

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:11 WIB

Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon

Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon

Sulsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:42 WIB

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

×