- Dosen dan mahasiswa Universitas Gunadarma mengadakan pendampingan Kelas Ibu Hamil di Desa Cibeuteung Muara pada Juni hingga Agustus 2026.
- Program tersebut menggunakan pendekatan Psiko-Midwifery untuk membantu ibu hamil mengenali perubahan fisik serta mengatasi rasa cemas dan stres.
- Lima kader posyandu dilatih menjadi sahabat pendukung untuk memantau kesehatan serta mengarahkan ibu hamil ke puskesmas.
Suara.com - Perawatan selama kehamilan tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan fisik dan pemenuhan kebutuhan nutrisi. Kondisi psikologis ibu juga perlu diperhatikan karena kehamilan dapat disertai rasa cemas, takut, bingung, hingga stres.
Hal ini menjadi perhatian dalam kegiatan pendampingan Kelas Ibu Hamil di Desa Cibeuteung Muara, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, yang dilakukan dosen dan mahasiswa Universitas Gunadarma sejak Juni hingga Agustus 2026.
Dalam kegiatan tersebut, ibu hamil diajak mengenali kondisi fisik sekaligus perasaan yang mereka alami selama kehamilan melalui pendekatan yang disebut Psiko-Midwifery.
Kenali Perubahan Fisik dan Emosi Selama Hamil
Kehamilan membawa berbagai perubahan pada tubuh. Selain perubahan fisik, ibu juga dapat mengalami perubahan suasana hati dan munculnya kekhawatiran mengenai kehamilan maupun persalinan.
Karena itu, ibu hamil dianjurkan tidak hanya rutin memeriksakan kondisi kehamilan, tetapi juga memperhatikan kondisi emosionalnya.
“Bunda, bagaimana perasaanmu hari ini?” menjadi salah satu pertanyaan yang digunakan dalam pendampingan di Cibeuteung Muara.
Para ibu diajak mengenali tanda-tanda stres, mengungkapkan perasaan, serta berbagi cerita dengan orang-orang yang dipercaya.
Menurut Dr. Nurul Qomariyah, M.Psi., Psikolog, rasa cemas selama kehamilan dapat dibicarakan dengan pasangan, keluarga, kader, maupun tenaga kesehatan.

Jangan Abaikan Pemeriksaan Kehamilan
Perawatan ibu hamil tetap perlu mencakup pemeriksaan kehamilan secara rutin. Pemeriksaan membantu tenaga kesehatan memantau kondisi ibu dan janin serta mengenali masalah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Dalam program di Cibeuteung Muara, jarak menuju puskesmas menjadi salah satu tantangan bagi sebagian ibu. Karena itu, kader posyandu dilibatkan untuk membantu melakukan pendampingan di lingkungan tempat tinggal.
Lima kader posyandu dilatih menjadi “Sahabat Psiko-Midwifery”. Mereka dibekali pengetahuan untuk mendengarkan keluhan ibu hamil, mengenali tanda bahaya kehamilan, serta mengarahkan ibu kepada bidan atau puskesmas jika membutuhkan pertolongan.
Perhatikan Asupan Vitamin dan Tablet Tambah Darah
Selain pemeriksaan rutin, ibu hamil juga perlu mengikuti anjuran tenaga kesehatan terkait konsumsi vitamin dan tablet tambah darah.
Dalam program tersebut, ibu hamil diperkenalkan dengan aplikasi Momenta yang dapat digunakan untuk mencatat kondisi tubuh dan perasaan sehari-hari. Aplikasi itu juga memiliki fitur pengingat konsumsi kalsium dan tablet tambah darah.
Pemantauan melalui aplikasi dilakukan sebagai pendukung pendampingan, bukan sebagai pengganti pemeriksaan langsung oleh tenaga kesehatan.
Latihan Napas dan Relaksasi
Menjaga kesehatan mental selama kehamilan juga dapat dilakukan dengan aktivitas sederhana, seperti latihan pernapasan dan relaksasi.
Dalam kegiatan Kelas Ibu Hamil di Cibeuteung Muara, ibu diajak berlatih mengatur napas dan mengikuti sesi yoga untuk ibu hamil.
Aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya membantu ibu lebih mengenali kondisi tubuh dan perasaannya selama kehamilan.
Kenali Tanda Bahaya Kehamilan
Selain memperhatikan kondisi sehari-hari, ibu hamil dan keluarga perlu mengetahui tanda bahaya yang membutuhkan pemeriksaan segera.
Beberapa kondisi yang perlu diwaspadai antara lain perdarahan, pembengkakan, sakit kepala hebat, serta berkurangnya gerakan janin.
Jika mengalami keluhan atau tanda yang mengkhawatirkan, ibu sebaiknya segera menghubungi bidan atau mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan.
Jangan Menjalani Kehamilan Sendirian
Pendampingan menjadi bagian penting dalam perawatan ibu hamil. Ibu tidak harus menghadapi rasa cemas atau keluhan seorang diri.
Pasangan, keluarga, kader, bidan, dan tenaga kesehatan dapat menjadi tempat untuk bercerita sekaligus membantu ibu mendapatkan pertolongan ketika diperlukan.
Pengalaman Kelas Ibu Hamil di Cibeuteung Muara menunjukkan bahwa perhatian terhadap ibu hamil dapat dilakukan secara menyeluruh, dengan memperhatikan kesehatan fisik sekaligus kondisi psikologisnya.