Perubahan Iklim Bisa Bikin Penyakit yang Ditularkan Nyamuk Makin Sulit Dikendalikan

Vania Rossa

Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:12 WIB
Perubahan Iklim Bisa Bikin Penyakit yang Ditularkan Nyamuk Makin Sulit Dikendalikan
Ilustrasi Penyakit yang Ditularkan Nyamuk (Pixabay.com/41330)
baca 10 detik
  • Peneliti Monash University melaporkan perubahan iklim serta urbanisasi memperluas wilayah perkembangbiakan nyamuk pembawa malaria dan demam berdarah.
  • Kasus malaria di Indonesia melonjak signifikan dari 418.000 kasus pada tahun 2023 menjadi 706.000 kasus pada 2025.
  • Penyakit demam berdarah tercatat menyerang sekitar 161.937 orang di Indonesia pada tahun 2025 yang membutuhkan strategi pencegahan khusus.

“Namun, selama satu abad terakhir, di tengah fenomena pemanasan global yang kian nyata, angka kasus malaria menurun, sementara angka kasus demam berdarah justru meningkat,” kata Cumming.

Mengapa Malaria dan DBD Berbeda?

Faktor iklim bukan satu-satunya hal yang menentukan penyebaran penyakit.

Rekan peneliti, Associate Professor Henry Surendra dari Monash University, Indonesia, mengatakan perubahan lingkungan dan aktivitas manusia juga berperan dalam memengaruhi populasi nyamuk.

Salah satunya adalah urbanisasi atau semakin berkembangnya kawasan perkotaan.

“Upaya pengendalian nyamuk dan terapi pengobatan telah berhasil mengurangi penularan malaria secara signifikan. Namun, meningkatnya urbanisasi justru mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes, sehingga mempercepat penyebaran demam berdarah, yang hingga kini belum memiliki obat khusus,” ujar Henry.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan penyakit yang ditularkan nyamuk tidak bisa hanya mengandalkan satu cara.

Saat ini, Henry bersama timnya bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Indonesia untuk mengidentifikasi faktor iklim, lingkungan, dan demografi yang berkaitan dengan kasus malaria dan DBD di kawasan dengan keanekaragaman hayati tinggi di Kalimantan Timur.

Pencegahan Perlu Dilakukan dari Banyak Sisi

baca juga

Meski penanganan malaria telah menunjukkan kemajuan dalam jangka panjang, para peneliti mengingatkan agar upaya pencegahan tidak mengendur.

Cumming mengatakan jumlah kasus malaria secara global justru meningkat 8,5 persen dalam satu dekade terakhir.

“Tren kasus malaria belakangan ini dan lonjakan pesat demam berdarah sama-sama mengkhawatirkan. Kita harus meningkatkan upaya pencegahan dan penanggulangan,” tegasnya.

Untuk DBD, sejumlah strategi pencegahan baru juga terus dikembangkan. Selain vaksin, salah satunya adalah pengendalian populasi nyamuk menggunakan bakteri Wolbachia.

Strategi ini dilakukan dengan melepaskan nyamuk Aedes yang membawa bakteri Wolbachia ke populasi nyamuk. Bakteri tersebut dapat mengurangi kemampuan nyamuk dalam menularkan virus dengue.

Teknologi tersebut dikembangkan oleh World Mosquito Program, konsorsium nirlaba yang merupakan bagian dari Monash University.

Pada akhirnya, penelitian ini menunjukkan bahwa menghadapi penyakit yang ditularkan nyamuk membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada nyamuk atau penyakitnya.

Perubahan iklim, kondisi lingkungan, aktivitas manusia, pengendalian vektor, pengobatan, dan berbagai strategi pencegahan perlu diperhitungkan secara bersamaan.

“Pada akhirnya, penelitian kami menegaskan kembali pentingnya pendekatan yang terkoordinasi, mencakup berbagai intervensi untuk mengatasi faktor iklim dan non-iklim yang memicu penyebaran penyakit bawaan nyamuk,” pungkas Cumming.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bencana Semakin Intens, Bagaimana Negara Cegah Krisis Pangan?

Bencana Semakin Intens, Bagaimana Negara Cegah Krisis Pangan?

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Studi Ungkap Emosi soal Perubahan Iklim Tak Otomatis Ubah Perilaku, Mengapa?

Studi Ungkap Emosi soal Perubahan Iklim Tak Otomatis Ubah Perilaku, Mengapa?

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 13:30 WIB

Terkini

Kritik Tajam di Buku Kita Lebih Bodoh dari Generasi Soekarno-Hatta

Kritik Tajam di Buku Kita Lebih Bodoh dari Generasi Soekarno-Hatta

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Singapura Lawan Brasil Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Cuma Hadapi Yordania

Singapura Lawan Brasil Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Cuma Hadapi Yordania

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:14 WIB

Perubahan Iklim Bisa Bikin Penyakit yang Ditularkan Nyamuk Makin Sulit Dikendalikan

Perubahan Iklim Bisa Bikin Penyakit yang Ditularkan Nyamuk Makin Sulit Dikendalikan

Health | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:12 WIB

812 Situs PBK Ilegal Diblokir, Pemerintah Ingatkan Trader Jangan Tergiur Cuan

812 Situs PBK Ilegal Diblokir, Pemerintah Ingatkan Trader Jangan Tergiur Cuan

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:11 WIB

He's Just Not That Into You: Ketika Kita Terlalu Sibuk Mencari Alasan

He's Just Not That Into You: Ketika Kita Terlalu Sibuk Mencari Alasan

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Set Makeup Viva Murah Under Rp50 Ribu, Hasil Natural untuk Pemula

Set Makeup Viva Murah Under Rp50 Ribu, Hasil Natural untuk Pemula

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu, Produksi Turun Jadi Biang Kerok

Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu, Produksi Turun Jadi Biang Kerok

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:09 WIB

GWM Tank Tabrak Gerobak dan Motor di Palmerah, Pemotor Tewas di Lokasi

GWM Tank Tabrak Gerobak dan Motor di Palmerah, Pemotor Tewas di Lokasi

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:09 WIB

Prabowo: Tiap Bulan Indonesia Diramalkan Akan Kolaps

Prabowo: Tiap Bulan Indonesia Diramalkan Akan Kolaps

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:09 WIB

Mengapa Sinar Matahari Menjadi Sumber Energi Utama dalam Ekosistem?

Mengapa Sinar Matahari Menjadi Sumber Energi Utama dalam Ekosistem?

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:08 WIB

×