- Badan Pengawas Obat dan Makanan mengimbau orang tua agar mengenali ciri vitamin anak asli dan palsu guna melindungi kesehatan.
- Orang tua perlu memeriksa izin edar, kemasan, komposisi, harga, serta perubahan fisik produk untuk menghindari peredaran vitamin ilegal.
- Konsumsi vitamin anak palsu berisiko memicu gangguan kesehatan, keracunan, kerusakan organ, dan efek samping akibat kandungan berbahaya yang tidak sesuai.
Suara.com - Vitamin anak kerap dipilih orang tua untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi si kecil, terutama ketika asupan makanan sehari-harinya belum beragam.
Namun, peredaran produk palsu membuat orang tua perlu lebih cermat sebelum membeli vitamin untuk anak.
Produk yang terlihat meyakinkan belum tentu memiliki kandungan sesuai label atau memenuhi standar keamanan yang berlaku.
Karena itu, mengenali ciri vitamin anak asli dan palsu menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan anak sekaligus menghindari kerugian akibat membeli produk ilegal.
Cara Membedakan Vitamin Anak Asli dan Palsu
Dikutip dari laman resmi BPOM, membedakan vitamin anak asli dan palsu tidak cukup hanya dengan melihat bentuk atau warna produknya, sebab pemalsu dapat meniru kemasan produk resmi. Orang tua perlu memeriksa beberapa aspek sebelum memberikan vitamin kepada anak.
1. Periksa nomor izin edar BPOM
Pastikan vitamin anak memiliki nomor izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) apabila produk tersebut wajib memiliki izin edar.
Nomor yang tercantum pada kemasan perlu diverifikasi melalui situs resmi BPOM atau aplikasi BPOM Mobile.
Periksa apakah nama produk, merek, bentuk sediaan, dan informasi produsennya sesuai dengan data yang terdaftar.
Nomor izin edar yang tercetak pada kemasan tidak otomatis membuktikan keaslian produk karena bisa saja disalin oleh pemalsu.
2. Amati kondisi dan kualitas kemasan
Vitamin asli umumnya dipasarkan dengan kemasan yang mencantumkan informasi produk secara jelas dan konsisten. Perhatikan segel, tutup botol, tulisan, logo, serta kualitas cetakan pada kotak dan label.
Kemasan dengan tulisan buram, salah eja, segel rusak, atau informasi yang tidak lengkap patut dicurigai.
Meski demikian, kemasan yang terlihat sempurna juga tidak menjamin produk tersebut asli sehingga pemeriksaan lain tetap diperlukan.
3. Periksa komposisi dan informasi produk
Baca daftar kandungan, takaran penggunaan, batas usia, tanggal kedaluwarsa, nomor bets, serta identitas produsen atau importir.
Informasi tersebut membantu orang tua memastikan produk sesuai kebutuhan anak dan mengetahui apakah terdapat kejanggalan pada labelnya.
Waspadai klaim yang menjanjikan hasil berlebihan, seperti membuat anak langsung lebih pintar atau meningkatkan daya tahan tubuh secara instan.
Vitamin bukan pengganti makanan bergizi dan tidak seharusnya dipasarkan dengan janji manfaat yang tidak masuk akal.
4. Bandingkan harga dan tempat pembelian
Harga yang jauh lebih murah daripada produk sejenis dapat menjadi tanda peringatan, terutama jika disertai penjual yang tidak jelas identitasnya. Namun, perbedaan harga saja tidak cukup untuk menyimpulkan suatu produk palsu.
Utamakan pembelian melalui apotek, toko obat, atau penjual resmi yang dapat memberikan informasi produk secara transparan. Jika membeli secara daring, periksa reputasi toko dan pastikan penjual memiliki identitas serta saluran layanan pelanggan yang jelas.
5. Jangan abaikan perubahan pada produk
Perhatikan apakah warna, aroma, tekstur, bentuk, atau kondisi vitamin berbeda secara mencolok dari produk yang biasa digunakan.
Perubahan tersebut tidak selalu menandakan pemalsuan karena dapat dipengaruhi penyimpanan atau kondisi produk, tetapi tetap menjadi alasan untuk menghentikan penggunaan sementara dan meminta konfirmasi kepada produsen atau apoteker.
Bahaya Konsumsi Vitamin Palsu
Vitamin anak palsu dapat menimbulkan risiko kesehatan karena kandungan dan proses pembuatannya tidak terjamin.
Produk tersebut mungkin mengandung zat yang tidak tercantum pada label, memiliki kadar bahan aktif yang tidak sesuai, atau sama sekali tidak mengandung nutrisi yang dijanjikan.
Salah satu risikonya adalah paparan bahan berbahaya atau kontaminan yang dapat memicu gangguan kesehatan.
Dampaknya bergantung pada jenis zat, jumlah yang tertelan, durasi paparan, serta kondisi anak. Pada kasus tertentu, kontaminasi dapat menyebabkan keracunan atau kerusakan organ.
Vitamin palsu juga berisiko mengandung bahan aktif dalam jumlah berlebihan. Anak yang menerima dosis tidak sesuai dapat mengalami efek samping, terlebih jika orang tua memberikan beberapa produk suplemen sekaligus tanpa memperhitungkan kandungannya.
Vitamin tertentu, seperti vitamin A dan D, dapat menimbulkan efek toksik apabila dikonsumsi berlebihan.
Selain itu, produk palsu mungkin tidak memberikan manfaat yang diharapkan karena kandungan nutrisinya tidak sesuai.
Orang tua pun dapat kehilangan uang dan menunda penanganan yang tepat jika mengandalkan suplemen untuk mengatasi keluhan kesehatan anak.
Jika anak mengalami keluhan setelah mengonsumsi vitamin yang dicurigai palsu, hentikan pemberian produk dan segera hubungi tenaga kesehatan untuk mendapatkan saran.
Apabila muncul gejala berat, seperti sesak napas, penurunan kesadaran, atau kejang, segera bawa anak ke instalasi gawat darurat. Simpan kemasan produk sebagai bahan pemeriksaan dan jangan memaksakan anak muntah tanpa arahan tenaga medis.