- Kementerian Kesehatan menyatakan kopi dan teh dapat meninggalkan noda pigmen yang membuat permukaan gigi tampak kekuningan.
- Penelitian Journal of Dentistry menunjukkan koreksi warna optik memanfaatkan cahaya untuk membantu mengurangi tampilan kekuningan pada gigi secara visual.
- Studi Journal of Young Pharmacists meneliti enzim papain dalam pasta gigi untuk membantu memecah protein guna mengangkat noda permukaan gigi.
Suara.com - Menyikat gigi secara rutin penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan mulut. Namun, kebiasaan ini tidak selalu membuat gigi terlihat putih. Pada sebagian orang, gigi tetap tampak kekuningan meski sudah dibersihkan setiap hari.
Warna gigi dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari noda di permukaan hingga warna alami lapisan gigi. Karena itu, gigi yang terlihat kuning tidak selalu berarti kebersihannya kurang terjaga.
Kementerian Kesehatan melalui portal Ayo Sehat menjelaskan bahwa kopi dan teh termasuk minuman yang dapat meninggalkan noda pada gigi. Seiring waktu, pigmen dari makanan dan minuman tersebut dapat menempel pada permukaan gigi dan memengaruhi warnanya.
Namun, ada faktor lain yang turut menentukan warna gigi, yaitu struktur gigi itu sendiri. Enamel atau lapisan terluar gigi bersifat agak transparan sehingga warna dentin di bawahnya ikut terlihat. Dentin secara alami memiliki warna kekuningan.
Kondisi ini menjelaskan mengapa gigi yang bersih belum tentu terlihat putih cerah. Warna alami gigi setiap orang pun bisa berbeda.
Tiga Cara Membantu Gigi Tampak Lebih Putih
Cara merawat warna gigi perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Secara umum, ada beberapa pendekatan yang memiliki cara kerja berbeda.
1. Membersihkan noda permukaan
Noda dari kopi, teh, dan makanan tertentu dapat menempel pada permukaan gigi. Pembersihan yang tepat membantu mengurangi noda tersebut. Jika terdapat karang gigi atau noda membandel, dokter gigi dapat menyarankan perawatan profesional sesuai kondisi gigi.
2. Melakukan bleaching
Berbeda dari pembersihan noda, bleaching menggunakan bahan seperti hidrogen peroksida atau karbamid peroksida untuk menguraikan senyawa penyebab perubahan warna. Prosedur ini dapat mengubah warna gigi, tetapi penggunaannya perlu mempertimbangkan kondisi gigi dan gusi.
3. Menggunakan koreksi warna optik
Pendekatan lain adalah optical whitening, yaitu memanfaatkan prinsip koreksi warna untuk membuat gigi terlihat lebih putih. Cara ini bekerja pada tampilan visual, bukan dengan mengubah warna alami gigi seperti pada bleaching.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Dentistry menunjukkan bahwa bahan koreksi warna tertentu dapat memengaruhi sifat optik permukaan gigi ketika berinteraksi dengan cahaya. Efeknya dapat membantu mengurangi tampilan kekuningan secara visual.
Papain untuk Membantu Mengangkat Noda
Selain koreksi warna optik, sejumlah produk perawatan gigi menggunakan enzim untuk membantu membersihkan noda permukaan. Salah satunya adalah papain, enzim proteolitik yang berasal dari pepaya dan berfungsi memecah protein.
Pada permukaan gigi terdapat lapisan tipis protein tempat pigmen noda dapat melekat. Papain berpotensi membantu menguraikan komponen protein tersebut sehingga noda lebih mudah dibersihkan.
Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Young Pharmacists meneliti formulasi pasta gigi yang mengandung papain dan bromelain untuk membantu mengangkat noda pada permukaan gigi. Meski demikian, efektivitasnya tetap bergantung pada formulasi produk secara keseluruhan.
Prinsip tersebut menjadi salah satu pendekatan yang digunakan dalam pengembangan pasta gigi untuk perawatan tampilan warna gigi. Salah satunya, usmile Optical White, yang memadukan papain dengan Natural Purple Corrector untuk membantu membersihkan noda permukaan sekaligus mengurangi tampilan kekuningan melalui koreksi warna optik.
Menurut Michelle, Country Manager usmile Indonesia dan Malaysia, kombinasi tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan konsumen terhadap perawatan noda dan tampilan warna gigi dalam rutinitas sehari-hari.
Gigi Putih Tetap Perlu Sehat
Keinginan memiliki gigi yang terlihat lebih putih sebaiknya tetap diimbangi dengan perhatian terhadap kesehatan mulut. Warna gigi bukan satu-satunya indikator kebersihan maupun kesehatan gigi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan hampir 3,7 miliar orang mengalami penyakit gigi dan mulut. Sebagian besar kondisi tersebut dapat dicegah melalui perawatan yang tepat dan penanganan sejak dini.
Untuk menjaga kesehatan gigi, masyarakat dianjurkan menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluorida, membersihkan sela gigi, membatasi konsumsi gula, serta memeriksakan gigi secara berkala.
Jika warna gigi berubah secara tiba-tiba, muncul bercak yang tidak biasa, atau disertai rasa nyeri, pemeriksaan dokter gigi diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Pada akhirnya, memilih perawatan gigi bukan hanya soal mengejar warna putih, melainkan memahami penyebab perubahan warna dan menentukan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan. Pasta gigi dengan teknologi koreksi warna optik dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu memperbaiki tampilan gigi, tetapi tetap tidak menggantikan perawatan kesehatan gigi secara menyeluruh.