Mengenal Kondisi 'Gigi Hiu' pada Masa Pertumbuhan Anak dan Langkah Penanganannya

M Nurhadi

Sabtu, 26 September 2026 | 07:49 WIB
Mengenal Kondisi 'Gigi Hiu' pada Masa Pertumbuhan Anak dan Langkah Penanganannya
Gangguan Gigi Hiu [Suara.com/Ist]
baca 10 detik
  • Fenomena gigi hiu terjadi saat gigi permanen anak tumbuh di belakang gigi susu yang belum tanggal.
  • Kondisi tersebut dapat memicu gigi berjejal serta meningkatkan risiko karies dan peradangan gusi akibat penumpukan plak.
  • Orang tua disarankan membawa anak ke dokter gigi untuk evaluasi medis dan menghindari pencabutan paksa.

Suara.com - Fase pergantian gigi pada anak merupakan bagian penting dari masa pertumbuhan. Namun, proses ini kerap diwarnai dengan kondisi medis yang disebut persistensi atau retensi gigi sulung, yang lebih dikenal oleh masyarakat awam sebagai fenomena “gigi hiu” (shark teeth).

Kondisi ini terjadi ketika gigi permanen telah mulai erupsi (tumbuh) di belakang gigi susu yang belum tanggal, sehingga anak seolah tampak memiliki dua baris gigi.

Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak, drg. Hidayatullah, Sp.KGA, menjelaskan bahwa fenomena ini cukup sering dijumpai selama periode pergantian gigi dan tidak selalu membutuhkan tindakan medis darurat.

“Orang tua tidak perlu langsung panik ketika melihat gigi permanen anak tumbuh di belakang gigi susu yang belum tanggal. Kondisi seperti ini dapat ditemukan pada masa pergantian gigi. Namun, pemeriksaan tetap diperlukan untuk memastikan bahwa proses erupsi gigi permanen berlangsung dengan baik dan tidak terdapat faktor lain yang menghambat perkembangannya,” jelas drg. Hidayatullah.

Secara klinis, pergantian gigi yang normal dimulai ketika akar gigi susu mengalami resorpsi fisiologis. Proses ini menyebabkan gigi susu goyang dan akhirnya tanggal secara alami guna memberikan ruang bagi gigi permanen. Pada kasus gigi hiu, gigi permanen mengalami perubahan arah erupsi sehingga tumbuh lebih ke arah lingual (dekat lidah) atau palatal (dekat langit-langit).

Beberapa faktor yang dapat memicu kondisi ini meliputi belum sempurnanya resorpsi akar gigi susu, keterbatasan ruang pada lengkung rahang, riwayat karies atau restorasi pada gigi susu, hingga adanya gangguan erupsi gigi permanen itu sendiri.

Meskipun sebagian kasus gigi hiu tidak berbahaya dan gigi susu dapat tanggal dengan sendirinya, pemantauan klinis tetap diperlukan. Jika gigi susu bertahan terlalu lama sementara gigi permanen terus tumbuh, kondisi ini berpotensi menyebabkan susunan gigi berjejal.

Selain mengganggu posisi pertumbuhan gigi, susunan yang bertumpuk akan membuat area tersebut sulit dibersihkan. Akibatnya, sisa makanan dan plak mudah menumpuk, yang dapat meningkatkan risiko karies (gigi berlubang) dan peradangan gusi.

Terkait penanganannya, tidak semua kasus mengharuskan tindakan pencabutan segera. Dokter gigi akan melakukan evaluasi berdasarkan usia anak, tahap pergantian, tingkat kegoyangan gigi susu, hingga ketersediaan ruang rahang. Apabila gigi susu sudah sangat goyang, anak dapat diedukasi untuk menggoyangkannya secara perlahan menggunakan lidah.

baca juga

Namun, jika gigi permanen telah tumbuh cukup tinggi sementara gigi susu masih sangat kokoh tertanam, orang tua disarankan untuk membawa anak ke fasilitas kesehatan.

Tindakan pencabutan paksa di rumah sangat tidak dianjurkan karena berisiko memicu trauma pada jaringan penyangga gigi dan tidak menyelesaikan akar masalah jika terdapat hambatan erupsi lain. Pada kasus tertentu, tenaga medis mungkin memerlukan pemeriksaan radiografis (Rontgen) untuk melihat posisi pasti akar gigi dan benih gigi di dalam gusi.

Pemeriksaan lebih lanjut ke dokter gigi sangat dianjurkan apabila fenomena ini disertai keluhan nyeri, pembengkakan, arah tumbuh gigi yang sangat menyimpang, atau ketika anak mulai kesulitan menjaga kebersihan area rongga mulut tersebut.

Melalui deteksi dini dan pemantauan secara berkala, masalah ruang maupun hambatan pertumbuhan dentisi pada anak dapat ditangani pada waktu yang tepat, guna memastikan susunan gigi permanen dapat tumbuh secara optimal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arti Mimpi Gigi Berlubang Menurut Primbon Jawa, Benarkah Pertanda Masalah Besar Datang?

Arti Mimpi Gigi Berlubang Menurut Primbon Jawa, Benarkah Pertanda Masalah Besar Datang?

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 14:04 WIB

Rajin Sikat Gigi tapi Masih Bisa Berlubang? Ini yang Mungkin Terlewat

Rajin Sikat Gigi tapi Masih Bisa Berlubang? Ini yang Mungkin Terlewat

Health | Kamis, 17 September 2026 | 15:33 WIB

Gofar Hilman Sering Ragu ke Dokter Gigi, Ternyata Gara-gara Mitos Veneer Ini!

Gofar Hilman Sering Ragu ke Dokter Gigi, Ternyata Gara-gara Mitos Veneer Ini!

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 10:36 WIB

Terkini

Bangkai Paus Terdampar di Perairan Indragiri Hilir Dievakuasi Tim Gabungan

Bangkai Paus Terdampar di Perairan Indragiri Hilir Dievakuasi Tim Gabungan

Riau | Sabtu, 26 September 2026 | 07:47 WIB

5 Bahaya Menumpuk Steker Colokan Listrik di Satu Stop Kontak, Bisa Berakibat Fatal

5 Bahaya Menumpuk Steker Colokan Listrik di Satu Stop Kontak, Bisa Berakibat Fatal

Tekno | Sabtu, 26 September 2026 | 07:43 WIB

Donald Trump Kembali Izinkan CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih

Donald Trump Kembali Izinkan CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:36 WIB

Promo BRI di Swiss-Belhotel, Liburan Akhir Tahun Tanpa Bikin Dompet Jebol

Promo BRI di Swiss-Belhotel, Liburan Akhir Tahun Tanpa Bikin Dompet Jebol

Bri | Sabtu, 26 September 2026 | 07:33 WIB

Pulang Sekolah Ditodong Senpi, Bocah 13 Tahun di Way Kanan Jadi Korban Begal

Pulang Sekolah Ditodong Senpi, Bocah 13 Tahun di Way Kanan Jadi Korban Begal

Lampung | Sabtu, 26 September 2026 | 07:33 WIB

Dua Batu Yoni Keramat di Jember Raib Dijarah Maling, Anggota DPRD Lapor Polisi

Dua Batu Yoni Keramat di Jember Raib Dijarah Maling, Anggota DPRD Lapor Polisi

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 07:24 WIB

Polusi Udara Jakarta Masuk 10 Besar Terburuk Dunia Pagi Ini

Polusi Udara Jakarta Masuk 10 Besar Terburuk Dunia Pagi Ini

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:21 WIB

Innalillahi, Guruh Soekarnoputra Berpulang

Innalillahi, Guruh Soekarnoputra Berpulang

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:18 WIB

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia Pagi Ini

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia Pagi Ini

Entertainment | Sabtu, 26 September 2026 | 07:13 WIB

Peran Tentara Dinilai Semakin Dominan, Pengamat: Militerisme Tak Kompatibel dengan Demokrasi

Peran Tentara Dinilai Semakin Dominan, Pengamat: Militerisme Tak Kompatibel dengan Demokrasi

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:04 WIB

×