Tak Bisa Disamakan, Ini Alasan Implan Lutut Pasien Asia Butuh Perhatian Khusus

Dinda Rachmawati

Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:20 WIB
Tak Bisa Disamakan, Ini Alasan Implan Lutut Pasien Asia Butuh Perhatian Khusus
Ilustrasi lutut
baca 10 detik
  • Prof. Nicolaas C. Budhiparama membahas tantangan desain implan lutut untuk pasien Asia dalam Lyon Knee Congress di Prancis.
  • Kongres tersebut berlangsung pada 24 hingga 26 September 2026 dan dihadiri oleh lebih dari 1.000 dokter bedah ortopedi dunia.
  • Penelitian menunjukkan anatomi lutut orang Indonesia lebih lebar dan berbeda dibandingkan populasi Kaukasia serta wilayah lainnya.

Suara.com - Penggantian sendi lutut menjadi salah satu pilihan terapi bagi pasien osteoartritis lutut atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai pengapuran sendi. 

Namun, seiring meningkatnya jumlah pasien, muncul pertanyaan penting: apakah desain implan lutut yang tersedia saat ini benar-benar sesuai untuk semua pasien, termasuk masyarakat Asia?

Pertanyaan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Journées Lyonnaises de Chirurgie du Genou ke-22 atau Lyon Knee Congress yang berlangsung pada 24-26 September 2026 di Centre de Congrès de Lyon, Prancis.

Dalam kongres yang diikuti lebih dari 1.000 dokter bedah ortopedi tersebut, isu kecocokan implan untuk pasien Asia dan Timur Tengah mendapat sesi khusus. 

Indonesia turut diwakili oleh Prof. Nicolaas C. Budhiparama, MD, PhD, Sp.OT(K), FICS, yang merupakan dokter spesialis bedah ortopedi di sejumlah rumah sakit di Jakarta sekaligus Presiden Asia Pacific Orthopaedic Association (APOA) periode 2025-2026.

Prof. Nicolaas C. Budhiparama, MD, PhD, Sp.OT(K), FICS (Dok. Istimewa)
Prof. Nicolaas C. Budhiparama, MD, PhD, Sp.OT(K), FICS (Dok. Istimewa)

Prof. Nicolaas membawakan presentasi berjudul “Knee arthroplasty in Asia: challenges with current implant designs” dalam sesi yang membahas stabilitas dan alignment pada operasi penggantian sendi lutut total.

Persoalan ini menjadi semakin relevan karena jumlah penderita osteoartritis terus meningkat. Survei komunitas COPCORD di 15 kota di Indonesia pada 2023 menemukan osteoartritis lutut pada 15 persen dari 3.597 responden dewasa.

Di sisi lain, Indonesia juga mulai memasuki fase penduduk menua. Berdasarkan data BPS dari SUPAS 2025, penduduk berusia 60 tahun ke atas mencapai 11,97 persen pada 2025.

Secara global, beban osteoartritis juga meningkat tajam. Studi Global Burden of Disease yang diterbitkan di The Lancet Rheumatology memperkirakan sekitar 595 juta orang hidup dengan osteoartritis pada 2020. 

baca juga

Lutut menjadi salah satu bagian tubuh yang paling sering terdampak, dengan kasus osteoartritis lutut diproyeksikan meningkat sekitar 75 persen pada 2050.

Lutut Asia Bukan Sekadar Lutut yang Diperkecil

Persoalan desain implan muncul karena bentuk anatomi lutut tidak selalu sama pada setiap populasi.

Sejumlah penelitian sebelumnya membandingkan bentuk lutut dari berbagai kelompok etnis dengan ukuran dan desain implan yang tersedia. 

Studi 2019 yang melibatkan 264 lutut orang Prancis dan 259 lutut orang Tiongkok menemukan bahwa persoalan overhang, ketika komponen implan melewati tepi tulang, maupun under-coverage, ketika permukaan tulang tidak tertutup sempurna, sulit dihindari dengan komponen implan yang tersedia.

Meta-analisis terhadap 15 penelitian dan 2.627 lutut juga menemukan bahwa 13 komponen femoral yang umum digunakan hanya mampu mengakomodasi kurang dari seperempat variasi bentuk lutut berdasarkan jenis kelamin dan kelompok etnis.

Menariknya, dibandingkan lutut orang Kaukasia, lutut orang India dan Arab tercatat lebih lebar, sementara lutut orang Asia Timur cenderung lebih sempit.

Temuan dari Indonesia turut memperkuat persoalan tersebut. Penelitian yang diterbitkan di KSSTA pada 2021 membandingkan 67 orang Indonesia dan 67 orang Belanda dengan usia serta jenis kelamin yang disetarakan.

Hasilnya, lutut orang Indonesia memang cenderung lebih kecil, tetapi memiliki aspect ratio lebih besar. Artinya, bentuk lutut relatif lebih lebar dibandingkan ukuran kedalaman depan-belakangnya.

Bahkan, komponen tibia dari sembilan sistem implan yang dibandingkan tidak sepenuhnya sesuai dengan ukuran lutut orang Indonesia.

Karena itu, salah satu pesan penting yang disampaikan dalam presentasi Prof. Nicolaas di Lyon adalah bahwa desain implan untuk pasien Asia masih menghadapi sejumlah tantangan.

Slide presentasinya menyoroti lima persoalan, mulai dari implan yang belum benar-benar bersifat “Asian-neutral”, kemungkinan ketidakcocokan antara komponen femoral dan tibia, hingga perbedaan tuntutan fungsi serta alignment lutut masyarakat Asia.

Lutut orang Asia, kata dia juga tidak bisa dipandang hanya sebagai versi lebih kecil dari lutut orang Kaukasia.

Meski demikian, kebutuhan akan implan yang lebih sesuai dengan karakteristik pasien tidak serta-merta berarti implan khusus pasti memberikan hasil klinis yang lebih baik. Bukti mengenai manfaat penggunaan implan yang dibuat khusus untuk pasien masih perlu dikonfirmasi.

Bagi Indonesia, keterlibatan dalam forum seperti Lyon Knee Congress menjadi penting karena data mengenai karakteristik lutut masyarakat Indonesia dapat ikut memperkaya pembahasan global mengenai desain implan.

Dengan populasi yang menua dan jumlah kasus osteoartritis yang berpotensi terus meningkat, persoalan kecocokan implan bukan sekadar perkara ukuran.

Desain yang lebih sesuai dengan anatomi dan kebutuhan pasien menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas operasi penggantian sendi lutut di masa mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sering Nyeri Saat Naik Tangga? Kenali Penyebabnya Sebelum Lutut Makin Sulit Diajak Bergerak

Sering Nyeri Saat Naik Tangga? Kenali Penyebabnya Sebelum Lutut Makin Sulit Diajak Bergerak

Health | Rabu, 09 September 2026 | 20:22 WIB

Lansia Alami Osteoartritis Lutut? Ini 5 Olahraga yang Aman untuk Jaga Kebugaran

Lansia Alami Osteoartritis Lutut? Ini 5 Olahraga yang Aman untuk Jaga Kebugaran

Health | Kamis, 03 September 2026 | 16:21 WIB

Osteoartritis Mengintai, Gaya Hidup Modern Bikin Sendi Cepat Renta: Bagaimana Solusinya?

Osteoartritis Mengintai, Gaya Hidup Modern Bikin Sendi Cepat Renta: Bagaimana Solusinya?

Health | Senin, 20 Oktober 2025 | 10:53 WIB

Terkini

Apakah Staf Khusus Kementerian Dapat Uang Pensiun? Simak Aturan Resminya

Apakah Staf Khusus Kementerian Dapat Uang Pensiun? Simak Aturan Resminya

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:17 WIB

Mandatalam Earth Run 2026 1 BIB 1 Bibit: Hadir di 3 Kota, Satu Langkah untuk Bumi yang Lebih Hijau

Mandatalam Earth Run 2026 1 BIB 1 Bibit: Hadir di 3 Kota, Satu Langkah untuk Bumi yang Lebih Hijau

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:16 WIB

5 Rekomendasi Cushion untuk Menutupi Kulit Kusam dan Flek Hitam sesuai Review

5 Rekomendasi Cushion untuk Menutupi Kulit Kusam dan Flek Hitam sesuai Review

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Perempuan Suku Anak Dalam Rawat Pengetahuan Obat Leluhur Lewat Kebun di Pekarangan

Perempuan Suku Anak Dalam Rawat Pengetahuan Obat Leluhur Lewat Kebun di Pekarangan

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Selamat Jalan Martha Tilaar: Perjalanan sang Maestro Kosmetik Indonesia yang Bermodal Niat di Garasi

Selamat Jalan Martha Tilaar: Perjalanan sang Maestro Kosmetik Indonesia yang Bermodal Niat di Garasi

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Kulit Sawo Matang Bingung Pakai Baju Warna Apa? Ini 10 Pilihan Paling Sempurna untuk Segala Acara

Kulit Sawo Matang Bingung Pakai Baju Warna Apa? Ini 10 Pilihan Paling Sempurna untuk Segala Acara

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:14 WIB

Punya Darah Indonesia, Wonderkid Arsenal Demiane Agustien Terkendala Aturan FIFA Dinaturalisasi?

Punya Darah Indonesia, Wonderkid Arsenal Demiane Agustien Terkendala Aturan FIFA Dinaturalisasi?

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:11 WIB

6 Sepatu Jalan Diadora di Bawah Rp500 Ribu, Empuk dan Nyaman di Kantong

6 Sepatu Jalan Diadora di Bawah Rp500 Ribu, Empuk dan Nyaman di Kantong

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:11 WIB

RUPSLB GOTO Setujui Pembatalan 32 Miliar Saham Tresuri

RUPSLB GOTO Setujui Pembatalan 32 Miliar Saham Tresuri

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:09 WIB

Belum Terkalahkan di Super League, Persija Bidik Kemenangan Kelima di Markas Persita

Belum Terkalahkan di Super League, Persija Bidik Kemenangan Kelima di Markas Persita

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 15:06 WIB

×