- Dokter spesialis orthopaedi dr. Ihsan Oesman menyarankan lansia penderita osteoartritis lutut tetap berolahraga secara bertahap di Jakarta, Jumat (28/8/2026).
- Rekomendasi jenis aktivitas fisiknya meliputi jalan kaki sederhana, stretching perlahan, serta latihan kekuatan otot sambil duduk atau berbaring.
- Pilihan olahraga lainnya adalah berenang mengurangi beban gravitasi sendi serta yoga atau pilates dengan modifikasi gerakan.
Suara.com - Seiring bertambahnya usia semakin banyak yang alami pengapuran sendi lutut atau osteoartritis lutut.
Namun kondisi ini tidak lantas jadi alasan untuk tidak bergerak, sehingga dokter ortopedi tetap sarankan lanjut usia atau lansia tetap berolahraga.
Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi dan Traumatologi Subspesialisasi Kaki dan Pergelangan Kaki (Foot and Ankle), dr. Ihsan Oesman, Sp.OT (K) mengatakan jenis aktivitas perlu disesuaikan dengan kemampuan tubuh dan kondisi kesehatan masing-masing.
"Yang paling penting adalah kita minta dia tetap bergerak," ujar dr. Ihsan saat diskusi media bersama Novo Nordisk di Jakarta, Jumat (28/8/2026)
Namun pemilihan olahraga untuk lansia denfan osteoartritis lutut juga tidak boleh sembarang, berikut ini beberapa rekomendasi dr. Ihsan:

1. Jalan kaki bertahap
Jalan kaki dapat menjadi pilihan olahraga sederhana bagi lansia dengan osteoartritis lutut. Aktivitas ini tidak harus dilakukan dalam jarak jauh atau waktu lama.
Lansia dapat memulainya dari durasi singkat, kemudian meningkatkan waktu atau jarak secara perlahan sesuai kemampuan. Namun, aktivitas perlu dihentikan atau dikurangi apabila nyeri lutut semakin berat.
“Yang paling sempurna untuk membuat orang lain untuk olahraga harus yang simpel, mudah bisa kita kerjakan, tidak harus ke gym, ataupun juga ke tempat khusus. Kita bisa gunakan dengan jalan lagi,” jelas dr. Ihsan.
2. Stretching sesuai kemampuan
Stretching atau peregangan dapat membantu menjaga kelenturan tubuh. Namun, gerakan perlu dilakukan secara perlahan dan tidak boleh dipaksakan.
Lansia dengan keterbatasan gerak sebaiknya memilih peregangan ringan. Hindari gerakan yang menimbulkan nyeri atau membuat lutut terasa semakin tidak nyaman.
“Kalau ada keterbatasan, kita jangan paksa mereka untuk melakukan peregangan itu sendiri,” ujar dr. Ihsan.
3. Latihan untuk jaga kekuatan otot
Latihan fisik tidak selalu harus dilakukan dengan berjalan. Kekuatan otot juga dapat dipertahankan melalui gerakan sederhana yang disesuaikan dengan kondisi tubuh.