- Ibu menyusui diperbolehkan minum kopi asal membatasi asupan harian maksimal dua ratus miligram.
- Bayi baru lahir dan prematur kesulitan memproses kafein yang berpindah melalui air susu ibu.
- Konsumsi kafein berlebihan berpotensi membuat bayi rewel, mengalami gangguan tidur, serta memicu jantung berdebar.
Suara.com - Ibu menyusui boleh menikmati kopi, tetapi jumlah kafein yang dikonsumsi perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan dampak yang tidak diinginkan bagi ibu maupun bayi.
Kafein dalam kopi dapat masuk ke aliran darah ibu dan sebagian kecil berpindah ke air susu ibu (ASI), sehingga bayi juga berpotensi terpapar zat stimulan tersebut.
Risiko paparan kafein perlu menjadi perhatian terutama pada bayi baru lahir dan bayi prematur karena tubuhnya belum mampu memproses kafein seefisien tubuh orang dewasa.
Dengan memahami batas konsumsi, sumber kafein, dan respons bayi setelah menyusu, ibu dapat tetap menikmati kopi sambil menjaga kenyamanan selama masa menyusui.
Bolehkah Ibu Menyusui Minum Kopi?

Ibu menyusui umumnya tetap boleh minum kopi selama konsumsinya dibatasi. Kafein yang masuk ke dalam ASI biasanya hanya sebagian kecil dari jumlah yang dikonsumsi ibu, tetapi paparan tersebut tetap perlu diperhitungkan karena kemampuan bayi memetabolisme kafein masih terbatas.
Pada bayi baru lahir, proses penguraian dan pembuangan kafein berlangsung jauh lebih lambat dibandingkan pada bayi yang lebih besar maupun orang dewasa. Akibatnya, kafein dapat bertahan lebih lama di dalam tubuh bayi, terutama jika ibu mengonsumsinya berulang kali dalam jumlah besar.
Paparan kafein yang berlebihan berpotensi membuat bayi lebih gelisah, rewel, atau mengalami gangguan tidur. Namun, respons setiap bayi dapat berbeda dan perubahan perilaku tidak selalu disebabkan oleh konsumsi kopi ibu.
Selain memperhatikan kondisi bayi, ibu juga perlu mengenali efek kafein terhadap tubuhnya sendiri. Konsumsi berlebihan dapat memicu jantung berdebar, kecemasan, sulit tidur, mual, nyeri ulu hati, hingga peningkatan tekanan darah pada sebagian orang.
Ibu yang memiliki kondisi medis tertentu, seperti gangguan irama jantung atau penyakit Raynaud, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai konsumsi kafein.
Pada penyakit Raynaud, kafein berpotensi memperburuk penyempitan pembuluh darah pada sebagian orang dan meningkatkan ketidaknyamanan saat menyusui.
Apabila bayi tampak terus-menerus sulit tidur atau lebih rewel setelah ibu mengonsumsi kopi, cobalah mengurangi asupan kafein dan amati perubahannya. Jika keluhan menetap atau muncul gejala yang mengkhawatirkan, konsultasikan kondisi bayi kepada dokter.
Takaran Kafein yang Aman untuk Ibu Menyusui
Batas konsumsi kafein yang sering digunakan sebagai acuan bagi ibu menyusui adalah sekitar 200 miligram per hari.
Sebagian panduan memperbolehkan hingga 300 miligram, tetapi batas yang lebih rendah dapat menjadi pilihan berhati-hati, terutama ketika bayi masih sangat kecil atau sensitif terhadap kafein.
Perlu diingat bahwa batas tersebut mencakup seluruh sumber kafein, bukan hanya kopi. Berikut perkiraan kandungan kafein dalam beberapa minuman dan makanan:
- Kopi instan: sekitar 60–100 miligram per cangkir, bergantung pada takaran dan merek.
- Kopi seduh atau saring: sekitar 80–140 miligram per cangkir, bergantung pada jenis biji dan metode penyeduhan.
- Teh: sekitar 30–75 miligram per cangkir.
- Minuman bersoda berkafein: sekitar 30–50 miligram per kaleng.
- Minuman energi: kandungannya bervariasi, sering kali sekitar 80 miligram atau lebih per kemasan.
- Cokelat: mengandung kafein dalam jumlah bervariasi, dengan cokelat hitam umumnya memiliki kandungan lebih tinggi daripada cokelat susu.
Angka tersebut merupakan perkiraan, sehingga periksa label produk dan ukuran sajian untuk menghitung asupan harian dengan lebih tepat.
Sebagai contoh, jika satu cangkir kopi mengandung sekitar 100 miligram kafein, ibu perlu memperhitungkan tambahan kafein dari teh, cokelat, atau minuman lainnya.
Untuk mengurangi paparan pada bayi, ibu dapat memilih kopi dengan kandungan kafein lebih rendah, menghindari minuman energi, dan tidak mengonsumsi kopi terlalu dekat dengan waktu tidur.
Mengatur waktu minum kopi setelah menyusui juga dapat membantu, meskipun tidak menghilangkan paparan kafein sepenuhnya karena zat tersebut bertahan di dalam tubuh selama beberapa waktu.