Bolehkah Ibu Menyusui Minum Kopi? Awas, Ini Batas Aman agar Bayi Tidak Rewel!

Chyntia Sami Bhayangkara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:58 WIB
Bolehkah Ibu Menyusui Minum Kopi? Awas, Ini Batas Aman agar Bayi Tidak Rewel!
ibu menyusui minum kopi (magnific)
baca 10 detik
  • Ibu menyusui diperbolehkan minum kopi asal membatasi asupan harian maksimal dua ratus miligram.
  • Bayi baru lahir dan prematur kesulitan memproses kafein yang berpindah melalui air susu ibu.
  • Konsumsi kafein berlebihan berpotensi membuat bayi rewel, mengalami gangguan tidur, serta memicu jantung berdebar.

Suara.com - Ibu menyusui boleh menikmati kopi, tetapi jumlah kafein yang dikonsumsi perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan dampak yang tidak diinginkan bagi ibu maupun bayi.

Kafein dalam kopi dapat masuk ke aliran darah ibu dan sebagian kecil berpindah ke air susu ibu (ASI), sehingga bayi juga berpotensi terpapar zat stimulan tersebut.

Risiko paparan kafein perlu menjadi perhatian terutama pada bayi baru lahir dan bayi prematur karena tubuhnya belum mampu memproses kafein seefisien tubuh orang dewasa.

Dengan memahami batas konsumsi, sumber kafein, dan respons bayi setelah menyusu, ibu dapat tetap menikmati kopi sambil menjaga kenyamanan selama masa menyusui.

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Kopi?

ibu menyusui (magnific)
ibu menyusui (magnific)

Ibu menyusui umumnya tetap boleh minum kopi selama konsumsinya dibatasi. Kafein yang masuk ke dalam ASI biasanya hanya sebagian kecil dari jumlah yang dikonsumsi ibu, tetapi paparan tersebut tetap perlu diperhitungkan karena kemampuan bayi memetabolisme kafein masih terbatas.

Pada bayi baru lahir, proses penguraian dan pembuangan kafein berlangsung jauh lebih lambat dibandingkan pada bayi yang lebih besar maupun orang dewasa. Akibatnya, kafein dapat bertahan lebih lama di dalam tubuh bayi, terutama jika ibu mengonsumsinya berulang kali dalam jumlah besar.

Paparan kafein yang berlebihan berpotensi membuat bayi lebih gelisah, rewel, atau mengalami gangguan tidur. Namun, respons setiap bayi dapat berbeda dan perubahan perilaku tidak selalu disebabkan oleh konsumsi kopi ibu.

Selain memperhatikan kondisi bayi, ibu juga perlu mengenali efek kafein terhadap tubuhnya sendiri. Konsumsi berlebihan dapat memicu jantung berdebar, kecemasan, sulit tidur, mual, nyeri ulu hati, hingga peningkatan tekanan darah pada sebagian orang.

Ibu yang memiliki kondisi medis tertentu, seperti gangguan irama jantung atau penyakit Raynaud, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai konsumsi kafein.

baca juga

Pada penyakit Raynaud, kafein berpotensi memperburuk penyempitan pembuluh darah pada sebagian orang dan meningkatkan ketidaknyamanan saat menyusui.

Apabila bayi tampak terus-menerus sulit tidur atau lebih rewel setelah ibu mengonsumsi kopi, cobalah mengurangi asupan kafein dan amati perubahannya. Jika keluhan menetap atau muncul gejala yang mengkhawatirkan, konsultasikan kondisi bayi kepada dokter.

Takaran Kafein yang Aman untuk Ibu Menyusui

Batas konsumsi kafein yang sering digunakan sebagai acuan bagi ibu menyusui adalah sekitar 200 miligram per hari.

Sebagian panduan memperbolehkan hingga 300 miligram, tetapi batas yang lebih rendah dapat menjadi pilihan berhati-hati, terutama ketika bayi masih sangat kecil atau sensitif terhadap kafein.

Perlu diingat bahwa batas tersebut mencakup seluruh sumber kafein, bukan hanya kopi. Berikut perkiraan kandungan kafein dalam beberapa minuman dan makanan:

  • Kopi instan: sekitar 60–100 miligram per cangkir, bergantung pada takaran dan merek.
  • Kopi seduh atau saring: sekitar 80–140 miligram per cangkir, bergantung pada jenis biji dan metode penyeduhan.
  • Teh: sekitar 30–75 miligram per cangkir.
  • Minuman bersoda berkafein: sekitar 30–50 miligram per kaleng.
  • Minuman energi: kandungannya bervariasi, sering kali sekitar 80 miligram atau lebih per kemasan.
  • Cokelat: mengandung kafein dalam jumlah bervariasi, dengan cokelat hitam umumnya memiliki kandungan lebih tinggi daripada cokelat susu.

Angka tersebut merupakan perkiraan, sehingga periksa label produk dan ukuran sajian untuk menghitung asupan harian dengan lebih tepat.

Sebagai contoh, jika satu cangkir kopi mengandung sekitar 100 miligram kafein, ibu perlu memperhitungkan tambahan kafein dari teh, cokelat, atau minuman lainnya.

Untuk mengurangi paparan pada bayi, ibu dapat memilih kopi dengan kandungan kafein lebih rendah, menghindari minuman energi, dan tidak mengonsumsi kopi terlalu dekat dengan waktu tidur.

Mengatur waktu minum kopi setelah menyusui juga dapat membantu, meskipun tidak menghilangkan paparan kafein sepenuhnya karena zat tersebut bertahan di dalam tubuh selama beberapa waktu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wamendag Soroti Kopi Indonesia yang Lebih Dikenal sebagai Java hingga Sumatra

Wamendag Soroti Kopi Indonesia yang Lebih Dikenal sebagai Java hingga Sumatra

Bisnis | Sabtu, 26 September 2026 | 14:15 WIB

Kopi Dingin vs Panas, Mana yang Lebih Bikin Melek? Ini yang Lebih Tinggi Kafeinnya

Kopi Dingin vs Panas, Mana yang Lebih Bikin Melek? Ini yang Lebih Tinggi Kafeinnya

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 11:44 WIB

6 Kulkas Mini Terbaik dan Termurah untuk Stok ASI, ASIP Awet Tagihan Listrik Aman

6 Kulkas Mini Terbaik dan Termurah untuk Stok ASI, ASIP Awet Tagihan Listrik Aman

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 10:50 WIB

Terkini

Guru Besar FKUI: Dampak Kesehatan Asap Karhutla Sudah Diperingatkan Sejak 26 Tahun Lalu

Guru Besar FKUI: Dampak Kesehatan Asap Karhutla Sudah Diperingatkan Sejak 26 Tahun Lalu

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:57 WIB

Mengenang Omongan Prabowo 2015: Saat Karhutla Tak Kunjung Berstatus Bencana Nasional

Mengenang Omongan Prabowo 2015: Saat Karhutla Tak Kunjung Berstatus Bencana Nasional

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:56 WIB

Bukan Cuma 11 Pemain, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya 3 Skuad Sekaligus

Bukan Cuma 11 Pemain, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya 3 Skuad Sekaligus

Bola | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:55 WIB

Polisi Pastikan Ledakan di Pasar Cimanggis Bukan Bom, Tabung Etilen 52 Kg Ditemukan di TKP

Polisi Pastikan Ledakan di Pasar Cimanggis Bukan Bom, Tabung Etilen 52 Kg Ditemukan di TKP

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:54 WIB

Puslabfor Temukan Tabung Etilen 52 Kg di Lokasi Ledakan Pasar Cimanggis Tangsel

Puslabfor Temukan Tabung Etilen 52 Kg di Lokasi Ledakan Pasar Cimanggis Tangsel

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:52 WIB

Kenapa BBM Pertalite Langka?  Ini Penjelasan Resmi Pertamina

Kenapa BBM Pertalite Langka? Ini Penjelasan Resmi Pertamina

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:51 WIB

Penjualan Nyungsep, SUV Mewah VW Mulai Dibanting Harga

Penjualan Nyungsep, SUV Mewah VW Mulai Dibanting Harga

Otomotif | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:51 WIB

Eksistensi Sambel Pecel Sebagai Lauk Ekonomis yang Cocok Buat Anak Kosan!

Eksistensi Sambel Pecel Sebagai Lauk Ekonomis yang Cocok Buat Anak Kosan!

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Harga Acuan Emas Ambles, Investor Mulai Beralih ke Obligasi

Harga Acuan Emas Ambles, Investor Mulai Beralih ke Obligasi

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:46 WIB

KPK Tahan Lima Tersangka dalam Korupsi BNPB

KPK Tahan Lima Tersangka dalam Korupsi BNPB

Foto | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:43 WIB

×