Jutaan Orang Indonesia Tak Sadar Jadi Pembawa Sifat Talasemia, Kenali Risikonya Sejak Dini

Dinda Rachmawati

Sabtu, 07 November 2026 | 20:05 WIB
Jutaan Orang Indonesia Tak Sadar Jadi Pembawa Sifat Talasemia, Kenali Risikonya Sejak Dini
Ilustrasi Talasemia
baca 10 detik
  • Kementerian Kesehatan dan berbagai pihak memulai kolaborasi nasional skrining talasemia di Kupang pada 28 Oktober 2026.
  • Data YTI 2024 mencatat 13.939 penyandang talasemia dengan perkiraan pembawa sifat mencapai 8,5 hingga 27 juta penduduk.
  • Program deteksi dini dan edukasi berkelanjutan ini berlangsung hingga Desember 2027 untuk menekan talasemia mayor.

Suara.com - Talasemia masih menjadi salah satu tantangan kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius di Indonesia. Pasalnya, penyakit kelainan darah yang diturunkan secara genetik ini tidak selalu menunjukkan gejala pada pembawa sifatnya. 

Akibatnya, banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya membawa gen talasemia hingga melakukan pemeriksaan kesehatan.

Padahal, deteksi dini memiliki peran penting untuk mencegah risiko lahirnya anak dengan talasemia mayor, terutama jika kedua orang tua sama-sama merupakan pembawa sifat talasemia.

Data Yayasan Thalassemia Indonesia (YTI) tahun 2024 yang dikutip Kementerian Kesehatan RI mencatat terdapat 13.939 penyandang talasemia di Indonesia. 

Namun, angka tersebut diperkirakan belum menggambarkan kondisi sebenarnya. Sekitar 3–10 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 8,5–27 juta orang diperkirakan merupakan pembawa sifat talasemia.

Besarnya perkiraan jumlah pembawa sifat yang belum teridentifikasi membuat talasemia berpotensi menjadi fenomena gunung es. Karena itu, peningkatan kesadaran masyarakat mengenai penyakit ini perlu diikuti dengan kemudahan akses pemeriksaan dan edukasi yang tepat.

Talasemia merupakan kelainan darah akibat gangguan pembentukan hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. 

Pada talasemia mayor, penderitanya membutuhkan perawatan jangka panjang, termasuk transfusi darah secara berkala sepanjang hidup.

Kondisi tersebut tidak hanya berdampak terhadap kesehatan dan kualitas hidup pasien, tetapi juga memengaruhi keluarga serta membutuhkan dukungan sumber daya kesehatan secara berkelanjutan. 

baca juga

Sementara itu, pembawa sifat talasemia umumnya dapat menjalani kehidupan tanpa gejala khas sehingga statusnya kerap tidak diketahui. Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium menjadi salah satu langkah penting untuk mengenali pembawa sifat talasemia. 

Terlebih, pasangan yang sama-sama membawa sifat talasemia perlu mendapatkan konseling dan informasi medis mengenai risiko genetik terhadap keturunannya.

Perkuat Kolaborasi untuk Deteksi Dini

Pentingnya deteksi dini tersebut mendorong Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia (PDS PatKLIn), Kementerian Kesehatan RI, Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassemia Indonesia (POPTI), dan Sysmex Indonesia memperkuat kolaborasi skrining talasemia secara nasional.

Inisiatif ini secara resmi memulai rangkaian kegiatannya melalui kick-off dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) PDS PatKLIn 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada 28 Oktober 2026.

Ketua Umum PDS PatKLIn periode 2025–2028, Dr. dr. Teguh Triyono, M.Kes, Sp.PK, Subsp. KV (K), Subsp. BDKT (K), menegaskan bahwa pencegahan talasemia membutuhkan komitmen bersama dan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja.

“Pencegahan dan deteksi dini talasemia membutuhkan komitmen dan kolaborasi berkelanjutan. Melalui inisiatif ini, PDS PatKLIn ingin memperkuat peran kedokteran laboratorium dalam memastikan kualitas pemeriksaan, meningkatkan edukasi masyarakat, dan mendorong tindak lanjut yang tepat demi kesehatan generasi mendatang,” ujarnya.

Menurut Teguh, peran laboratorium sangat penting dalam mendukung proses deteksi dini. Pemeriksaan yang berkualitas dapat membantu mengidentifikasi pembawa sifat talasemia sehingga masyarakat memperoleh informasi medis yang tepat untuk menentukan langkah selanjutnya.

Dalam kolaborasi ini, Sysmex Indonesia turut mendukung penguatan kapasitas pemeriksaan laboratorium, edukasi berbasis ilmiah, serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. 

Kontribusi industri kesehatan dinilai tidak hanya terbatas pada penyediaan teknologi, tetapi juga mencakup pertukaran keahlian dan dukungan terhadap peningkatan pemahaman masyarakat.

Edukasi Berkelanjutan untuk Generasi Sehat

Rangkaian program skrining dan edukasi masyarakat ini akan berlangsung hingga Desember 2027. Kegiatannya juga mencakup momentum Hari Talasemia Sedunia pada Mei 2027 sebagai kesempatan untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan sejak dini.

Keberhasilan program tidak hanya dilihat dari banyaknya pemeriksaan yang dilakukan, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat, meluasnya akses edukasi, serta keberlanjutan kolaborasi dalam pencegahan talasemia.

Melalui keterlibatan tenaga medis, pemerintah, komunitas pasien, dan mitra industri, upaya deteksi dini diharapkan semakin mudah dijangkau masyarakat. Dengan demikian, semakin banyak orang dapat mengetahui status kesehatannya dan memperoleh konseling yang sesuai.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mengurangi risiko talasemia mayor sekaligus melindungi kesehatan generasi mendatang menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pink October, Ribuan Perempuan Indonesia Rasakan Manfaat Layanan Mamografi Gratis Pertamina

Pink October, Ribuan Perempuan Indonesia Rasakan Manfaat Layanan Mamografi Gratis Pertamina

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:21 WIB

20 Ribu Perempuan Alami Kelainan Payudara, Hanya 6.000 Berobat: Deteksi Dini Penting!

20 Ribu Perempuan Alami Kelainan Payudara, Hanya 6.000 Berobat: Deteksi Dini Penting!

Health | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Deteksi Dini Malnutrisi pada Anak Tak Harus Rumit, Bisa Dilakukan dalam Hitungan Detik

Deteksi Dini Malnutrisi pada Anak Tak Harus Rumit, Bisa Dilakukan dalam Hitungan Detik

Health | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:54 WIB

Terkini

Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026

Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026

Banten | Sabtu, 07 November 2026 | 20:02 WIB

Career Cushioning: Solusi Cerdas Hadapi Layoff atau Pemicu Burnout Baru?

Career Cushioning: Solusi Cerdas Hadapi Layoff atau Pemicu Burnout Baru?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:55 WIB

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Suap di Kantah Kabupaten Bogor I

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Suap di Kantah Kabupaten Bogor I

Bogor | Sabtu, 07 November 2026 | 19:52 WIB

Tak Selalu Mulus, Ini 5 Drakor yang Terseret Kontroversi Sepanjang 2026

Tak Selalu Mulus, Ini 5 Drakor yang Terseret Kontroversi Sepanjang 2026

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:45 WIB

Bukan Rem atau Gas Total: Menentukan Kecepatan AI Berbasis Risiko

Bukan Rem atau Gas Total: Menentukan Kecepatan AI Berbasis Risiko

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:25 WIB

Sabet Emas BWF World Junior Championships 2026, 3 Bintang PB Djarum Terima Bonus Total Rp200 Juta

Sabet Emas BWF World Junior Championships 2026, 3 Bintang PB Djarum Terima Bonus Total Rp200 Juta

Sport | Sabtu, 07 November 2026 | 19:23 WIB

Sulap Kontrakan Jadi Sarang Prostitusi, Perempuan 53 Tahun di Baturaja Diciduk Polisi

Sulap Kontrakan Jadi Sarang Prostitusi, Perempuan 53 Tahun di Baturaja Diciduk Polisi

Sumsel | Sabtu, 07 November 2026 | 19:10 WIB

Melawan Trauma Body Shaming dalam Novel The Boy I Knew From YouTube

Melawan Trauma Body Shaming dalam Novel The Boy I Knew From YouTube

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:05 WIB

Sulap Sampah Plastik Menjadi Kostum Jutaan Rupiah, Kisah Gotong Royong Kampung Pancasila Gunungsari

Sulap Sampah Plastik Menjadi Kostum Jutaan Rupiah, Kisah Gotong Royong Kampung Pancasila Gunungsari

Jatim | Sabtu, 07 November 2026 | 19:02 WIB

Kemiskinan Struktural Punya Dampak ke Anak dan Pendapatan Keluarga

Kemiskinan Struktural Punya Dampak ke Anak dan Pendapatan Keluarga

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 19:00 WIB

×