Bukan Cuma Rokok, Ini Alasan Kanker Paru Masih Sulit Ditangani di Indonesia

Vania Rossa

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:17 WIB
Bukan Cuma Rokok, Ini Alasan Kanker Paru Masih Sulit Ditangani di Indonesia
Ilustrasi Kanker Paru-Paru (Freepik)
baca 10 detik
  • Kanker paru merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia dengan mayoritas pasien terdiagnosis saat memasuki stadium lanjut.
  • Lemahnya upaya skrining serta keterbatasan akses fasilitas dan pengobatan inovatif menghambat optimalisasi hasil terapi bagi pasien.
  • Peningkatan edukasi risiko, deteksi dini melalui LDCT, dan pemerataan akses terapi sangat krusial menekan angka kematian.

Suara.com - Kanker paru masih menjadi salah satu penyebab kematian akibat kanker tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia.

Meski teknologi diagnosis dan pengobatan terus berkembang, banyak pasien di Tanah Air justru baru mengetahui penyakitnya saat sudah memasuki stadium lanjut.

Kondisi ini membuat peluang kesembuhan semakin kecil dan biaya pengobatan menjadi jauh lebih besar.

Berdasarkan data GLOBOCAN 2022, terdapat sekitar 2,4 juta kasus baru kanker paru di dunia atau sekitar 12,4 persen dari seluruh kasus kanker. Penyakit ini juga menjadi penyebab hampir satu dari lima kematian akibat kanker secara global.

Di Indonesia, kanker paru menempati urutan kedua kasus kanker terbanyak setelah kanker payudara sekaligus menjadi penyebab kematian akibat kanker tertinggi.

Tak hanya menyerang laki-laki, tren kasus kanker paru pada perempuan juga terus meningkat. Pada 2022, tercatat hampir 10 ribu perempuan Indonesia didiagnosis menderita kanker paru.

Dokter paru sekaligus konsultan onkologi paru, Prof. Dr. dr. Laksmi Wulandari, Sp.P(K), FISCM, FISR, mengatakan salah satu tantangan terbesar penanganan kanker paru di Indonesia adalah masih lemahnya upaya pencegahan dan deteksi dini.

"Selama ini penanganan masih banyak berfokus pada tahap kuratif. Akibatnya, pasien datang ketika penyakit sudah berada pada stadium lanjut sehingga biaya pengobatan menjadi jauh lebih mahal dan hasil terapi tidak selalu optimal," ujarnya.

Padahal, kelompok masyarakat dengan risiko tinggi sebenarnya sudah direkomendasikan menjalani skrining rutin menggunakan Low-Dose CT Scan (LDCT).

baca juga

Pemeriksaan ini dinilai mampu membantu menemukan kanker paru sejak stadium awal ketika peluang kesembuhan masih jauh lebih besar.

Dokter paru sekaligus konsultan onkologi paru, Prof. Dr. dr. Laksmi Wulandari, Sp.P(K), FISCM, FISR. (Dok. Ist)
Dokter paru sekaligus konsultan onkologi paru, Prof. Dr. dr. Laksmi Wulandari, Sp.P(K), FISCM, FISR. (Dok. Ist)

Namun, menurut Prof. Laksmi, implementasi skrining di Indonesia masih belum berjalan secara luas meskipun telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan tahun 2023.

Selain skrining, proses diagnosis juga masih menghadapi kendala. Keterbatasan fasilitas pemeriksaan dan minimnya jumlah dokter spesialis patologi anatomi membuat pasien harus menunggu lebih lama untuk memperoleh diagnosis yang akurat. Padahal, hasil pemeriksaan tersebut sangat menentukan jenis terapi yang akan diberikan.

Saat ini, pilihan pengobatan kanker paru semakin berkembang, mulai dari operasi, radioterapi, kemoterapi, terapi target, hingga imunoterapi.

Untuk pasien kanker paru non-sel kecil (NSCLC) dengan mutasi EGFR, terapi target generasi ketiga seperti Osimertinib telah direkomendasikan dalam berbagai pedoman klinis internasional karena mampu memperlambat perkembangan penyakit, termasuk ketika kanker telah menyebar ke otak.

Meski demikian, akses terhadap terapi tersebut di Indonesia masih terbatas. BPJS Kesehatan saat ini baru menanggung terapi target generasi pertama dan kedua, sementara sejumlah negara Asia seperti Jepang, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Taiwan, dan China telah memasukkan terapi generasi ketiga ke dalam sistem pembiayaan kesehatan mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Cegah Stunting Dimulai dari Deteksi Dini Anemia, Puskesmas Didorong Perkuat Skrining Ibu dan Anak

Cegah Stunting Dimulai dari Deteksi Dini Anemia, Puskesmas Didorong Perkuat Skrining Ibu dan Anak

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:53 WIB

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB

Terkini

Nilai Investasi Telkomsel di GOTO Anjlok Rp5,65 T, Tersisa Rp759 M

Nilai Investasi Telkomsel di GOTO Anjlok Rp5,65 T, Tersisa Rp759 M

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 10:56 WIB

SBR015 Hadir, bank bjb Buka Akses Investasi SBN Ritel Bagi Masyarakat

SBR015 Hadir, bank bjb Buka Akses Investasi SBN Ritel Bagi Masyarakat

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 10:56 WIB

Berapa Harga Stylus Pen Samsung Galaxy Tab Terbaru? Cek di Sini!

Berapa Harga Stylus Pen Samsung Galaxy Tab Terbaru? Cek di Sini!

Tekno | Rabu, 30 September 2026 | 10:51 WIB

Erick Thohir Pasang Badan Lindungi John Herdman dari Hujatan Suporter Garuda

Erick Thohir Pasang Badan Lindungi John Herdman dari Hujatan Suporter Garuda

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 10:50 WIB

InfraNexia dan CCSI-KD Kembangkan SKKL SUB-2

InfraNexia dan CCSI-KD Kembangkan SKKL SUB-2

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 10:48 WIB

Pentingnya Jaga Mental Krisis Iklim Anak Muda dari Sustainability Burnout

Pentingnya Jaga Mental Krisis Iklim Anak Muda dari Sustainability Burnout

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 10:45 WIB

Dugaan Keracunan MBG, Akademisi: Jangan Berhenti pada Permintaan Maaf

Dugaan Keracunan MBG, Akademisi: Jangan Berhenti pada Permintaan Maaf

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:39 WIB

5 Sepatu 910 Nineten untuk Trail Running Terpopuler, Lengkap Harga dan Spek

5 Sepatu 910 Nineten untuk Trail Running Terpopuler, Lengkap Harga dan Spek

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 10:36 WIB

Kenapa Pengering Mesin Cuci Tak Berputar dan Cuma Berdengung? Begini Solusinya

Kenapa Pengering Mesin Cuci Tak Berputar dan Cuma Berdengung? Begini Solusinya

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 10:35 WIB

Erick Thohir Konfirmasi Gianni Infantino Hingga Presiden Prabowo Hadiri Final FIFA ASEAN Cup 2026

Erick Thohir Konfirmasi Gianni Infantino Hingga Presiden Prabowo Hadiri Final FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 10:30 WIB

×