Indotnesia - Sebagai Kota Budaya, Yogyakarta atau Jogja masih menyuguhkan tradisionalitas di tengah perkembangan zaman. Tak heran bila kota ini kerap menarik wisatawan untuk berkunjung. Salah satunya dengan menikmati makanan tradisional yang jarang bisa ditemui di kota-kota lain.
Menikmati sajian kuliner Jogja sering membawa kerinduan, apalagi jika lokasinya terletak di tengah panorama alam yang menyegarkan. Mengisi perut sembari menepi dari riuh perkotaan, bisa kamu lakukan lho dengan mengunjungi sejumlah tempat makan di Jogja berikut ini:
1. Warung Kopi Klotok
Pilihan untuk menikmati hidangan ndeso atau tradisional di Jogja salah satunya bisa dengan mengunjungi Warung Kopi Klotok. Terletak di Area Sawah, Jalan Kaliurang KM 16, Pakem, Sleman, warung ini menyuguhkan suasana dan menu makanan khas pedesaan.
Bangunan khas Joglo serta pemandangan alam asri, teduh dengan sejumlah pohon di sekitar halamannya menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke Kopi Klotok. Dikenal unik karena lokasinya, warung ini juga terkenal murah meriah dengan sajian pilihan makanan yang beragam, seperti sayur nangka, nasi megono, sayur lodeh hingga telur dadar kriuk ala Kopi Klotok.
Buka setiap hari pukul 07.00-20.00 WIB, Kopi Klotok juga bisa jadi pilihan tempat untuk sarapan pagi. Untuk menghindari antrean yang lama, sebaiknya datang ke sini pada pagi hari.
2. Ledok Sambi
![Menikmati alam di pinggiran sungai yang terletak di Ledok Sambi. [Instagram/ @ledoksambiecopark]](https://media.suara.com/suara-partners/indotnesia/thumbs/1200x675/2022/04/28/1-mudik.jpg)
Warung Kopi Ledok Sambi bisa jadi salah satu pilihan tempat healing saat liburan di Jogja. Menyuguhkan pemandangan stratovolcano atau batu hasil letusan gunung api, membuat tempat ini ramai dikunjungi wisatawan.
Selain itu, warung makan berkonsep piknik di tepi aliran sungai ini juga dekat dengan gunung Merapi dan memiliki udara dingin khas pegunungan.
Terletak di Jalan Kaliurang KM 19, Pakem, Sleman, Ledok Sambi juga memiliki wahana wisata lain seperti flying fox dan paintball. Selain itu, disini kamu juga bisa berkemah dengan biaya sewa tenda Rp120 Ribu untuk 4 orang.
Sembari menikmati wisata alam yang menyegarkan, kamu juga bisa memesan nasi sayur tempe, bakso, mendoan atau menu makanan lain yang tersedia. Mematok biaya masuk secara kesukarelaan pengunjung, Ledok Sambi buka setiap Senin-Sabtu mulai pukul 11.30-18.00 WIB.
3. Geblek Pari
![Menikmati makanan ndeso dengan pemandangan Pegunungan Menoreh yang menyegarkan. [Instagram/@geblekpari]](https://media.suara.com/suara-partners/indotnesia/thumbs/1200x675/2022/06/17/1-bull-4074998-1920.jpg)
Makan sembari menikmati pemandangan Pegunungan Menoreh, siapa yang tak tertarik? Di Geblek Pari kamu bisa memanjakan mata sekaligus mengisi perut dengan sajian kuliner ndeso khas Jogja yang sayang untuk dilewatkan.
Apalagi pengalaman dari menikmati pemandangannya yang mewah alias mepet sawah ini sangat jarang bisa ditemui di tempat lain. Geblek Pari terletak di barat kota Jogja, tepatnya di Pronosutan, Kembang, Nanggulan, Kulon Progo.
Warung ini memiliki konsep dapur open space dan prasmanan dengan beragam menu, seperti mangut lele, nasi sayur, hingga gorengan khas Kulon Progo yaitu geblek goreng.
Memiliki fasilitas mushola, toilet dan parkir luas, Geblek Pari juga menyediakan persewaan scooter listrik hingga keliling dengan mobil VW untuk menikmati kawasan asri di sekitar warung. Setiap harinya geblek Pari buka mulai pukul 08.00-20.00 WIB.
4. Murakabi Minggir
![Potret warung Murakabi Minggir yang terlihat sederhana dan adem. [Instagram/@murakabiminggir]](https://media.suara.com/suara-partners/indotnesia/thumbs/1200x675/2022/06/20/1-light-green-pink-orange-and-yellow-colorful-happy-easter-card-landscape-1.png)
Tak hanya jadi warung yang menyuguhkan makanan tradisional, Murakabi Minggir juga merupakan warung kelontong rakyat hasil inisiasi anak muda Sleman. Menjadi wadah untuk mengangkat potensi lokal, warung ini menjual hasil pertanian hingga kerajinan warga sekitar Kecamatan Minggir, Sleman secara berkelanjutan.
Terletak di Kedungprahu, Minggir, Sleman, warung ini menyediakan makanan ndeso seperti baceman, tempe koro, jamu, dan sejumlah pangan lain yang diolah dari hasil tani lokal. Selain itu, Murakabi Minggir juga jadi wadah bagi inovasi dan distribusi olahan hasil tani masyarakat Minggir.