- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke level 6.968 pada Selasa pagi.
- Penurunan IHSG dipicu sentimen negatif dari pelemahan bursa Wall Street serta tekanan terhadap nilai tukar mata uang rupiah.
- CGS International Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak fluktuatif cenderung melemah dengan peluang dukungan dari kenaikan harga komoditas energi.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan di awal perdagangan, Selasa, 5 Mei 2026. IHSG dibuka ke zona merah di level 6.968.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.07 WIB, IHSG masih memerah 0,22 persen ke level 6.971.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,99 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,12 triliun, serta frekuensi sebanyak 201.000 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 190 saham bergerak naik, sedangkan 368 saham mengalami penurunan, dan 401 saham tidak mengalami pergerakan.
![Ilustrasi pergerakan saham hari ini di IHSG BEI [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/11/10/93883-ihsg-ilustrasi-saham-bursa-efek-indonesia.jpg)
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, ABDA, KONI, HERI, PIPA, TOOL, BMAS, UDNG.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya SHIP, PRDA, YPAS, FWCT, BANK, NETV, RDTX.
Proyeksi IHSG
IHSG diperkirakan masih dibayangi tekanan pada perdagangan hari ini. Riset CGS International Sekuritas Indonesia menyebut kombinasi sentimen global dan domestik menjadi faktor utama yang menahan laju indeks.
Dalam riset terbarunya, CGS International Sekuritas mengungkapkan bahwa pelemahan bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street serta tekanan terhadap nilai tukar rupiah menjadi sentimen negatif bagi pasar saham domestik.
"Melemahnya indeks di bursa Wall Street dan berlanjutnya tekanan terhadap rupiah diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar. Sementara itu naiknya harga komoditas energi berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan. IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.875/6.780 dan resist 7.070/7.165,” tulis CGS International Sekuritas dalam risetnya.
Dengan kondisi tersebut, IHSG diproyeksikan bergerak fluktuatif namun cenderung melemah dalam rentang level support di 6.875 hingga 6.780, serta resistance di 7.070 sampai 7.165.
Meski tekanan masih membayangi, analis melihat peluang dari sektor komoditas, khususnya energi, yang tengah mengalami kenaikan harga. Sentimen ini dinilai dapat menahan pelemahan indeks agar tidak bergerak lebih dalam.
Di tengah dinamika tersebut, CGS International Sekuritas juga merilis sejumlah rekomendasi saham yang dinilai menarik untuk dicermati investor.
Beberapa saham yang direkomendasikan antara lain Astra Agro Lestari Tbk (AALI), Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), serta Bukit Asam Tbk (PTBA).
Selain itu, saham dari sektor lainnya seperti Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dan Indosat Tbk (ISAT) juga masuk dalam daftar rekomendasi beli.