Indotnesia - Melalui Badan Pengatur Hilir dan Gas Bumi (BPH Migas) dan PT Pertamina, pemerintah tengah mempersiapkan aturan teknis terkait penyaluran BBM bersubsidi pertalite dan solar agar tepat sasaran. Salah satu rencananya adalah memanfaatkan aplikasi MyPertamina yang wajib digunakan saat akan membeli BBM bersubsidi.
Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman berharap penggunaan aplikasi untuk pembelian BBM bersubsidi dapat berjalan efektif dan tepat sasaran sehingga meminimalisir kecurangan.
“Nanti (pembelian) dengan sistem digitalisasi MyPertamina akan efektif, jadi tidak bisa mengisi berulang,” ujar Saleh pada Jumat (3/6/2022) dikutip dari Suara.com.
Untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat, pemerintah berencana akan melakukan uji coba pembelian pertalite menggunakan aplikasi MyPertamina pada Agustus atau September 2022.
Sebelum itu, pihak Pertamina masih menunggu revisi Peraturan Presiden No.191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak serta aturan terkait siapa saja yang berhak menerima BBM bersubsidi.
Nantinya, calon pembeli BBM diwajibkan untuk mengunduh aplikasi MyPertamina dalam handphone dan mengisi data diri yang akan diverifikasi oleh pihak BPH Migas. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan pembeli memang berhak menggunakan BBM subsidi.
Masih dalam tahap persiapan, selain memastikan kesiapan sistem aplikasi, penggunaan MyPertamina juga harus disesuaikan dengan aturan larangan penggunaan handphone saat hendak mengisi BBM. Sebab, penggunaan perangkat elektronik yang menggunakan baterai dapat menimbulkan percikan api ketika bereaksi dengan uap BBM.
Selain itu, kendala yang masih dihadapi dalam rencana penggunaan aplikasi MyPertamina saat mengisi BBM bersubsidi adalah tidak semua pengendara memiliki ponsel pintar untuk mengunggah aplikasi tersebut.
Diketahui MyPertamina pada mulanya merupakan sebuah gerai merchandise produk Petamina yang diluncurkan pada 21 Desember 2016 di 3 outlet yang ada di Jakarta. Hingga pada 2017, MyPertamina berkembang menjadi alat pembayaran BBM yang bekerjasama dengan Bank Mandiri dan meluncurkan produk Mandiri Credit Card Pertamina Mastercard.
Tak hanya itu, di tahun yang sama aplikasi MyPertamina mulai berkembang dan meluncurkan program MyPertamina Loyalty. Hingga kini, aplikasi besutan BUMN Migas ini memiliki layanan pembelian BBM yang terintegrasi dengan aplikasi LinkAja sebagai alat pembayaran secara digital.