Selain itu, para siswa baru diperlakukan seperti militer dan penuh kedisiplinan. Meski sekolah sudah usai, terkadang mereka masih harus menghadapi apel tambahan pada pukul 00.00 malam.
Meski berada diluar lingkungan STOVIA, para murid baru wajib memakai topi seragam sebagai tanda pengenal. Jika melanggar, mereka akan dikurung di kamar selama satu sampai dua hari.
Roem menjelaskan meski perploncoan berlangsung bertahun-tahun, namun belum ada kejadian yang melampaui batas. Pengawasan yang ketat menjadi kunci agar hal-hal buruk dapat dihindarkan.
Misalnya, waktu perploncoan tidak boleh dilakukan di waktu belajar dan waktu istirahat. Perploncoan hanya dilaksanakan sampai tiga bulan karena STOVIA adalah sekolah asrama.
Perploncoan dilakukan di dalam sekolah dan asrama. Ada satu larangan dalam ospek kala itu di STOVIA, plonco tidak boleh menggunduli siswa baru.
Seiring perkembangan zaman dan teknologi, banyak pihak meminta agar tradisi ospek diakhiri karena tidak relevan dan kurang bermanfaat.