Indotnesia - Pemakaian sunscreen atau tabir surya yang benar ke kulit wajah merupakan salah satu upaya untuk merawat kulit dengan baik. Jadi, jangan sampai terlewat dari daftar skincare kamu.
Seperti diketahui, sinar UV selalu mengikuti ke mana pun kita pergi. Namun, sebagian dari kita masih berpikir memakai tabir surya saat hanya keluar rumah, ke pantai, dan melakukan aktivitas di luar ruangan lainnya.
Sunscreen dapat melindungi kita dari sinar matahari sehingga mencegah kulit terbakar, meminimalisir perkembangan kerutan wajah, dan tanda-tanda lain dari penuaan.
Bahkan, sunscreen dapat mengurangi risiko kanker kulit. Meski demikian, masih ada kekeliruan dalam pemakaian tabir surya.
Berikut 7 kesalahan pemakain sunscreen yang bikin kulit rusak seperti dilansir dari Everyday Health:
1. Pakai Tabir Surya saat Tiba di Lokasi
Kesalahan pertama adalah saat kamu berencana mau ke pantai atau melakukan aktivitas outdoor lainnya, tapi kamu baru pakai sunscreen saat tiba di lokasi.
Pakai tabir surya setidaknya 20 menit sebelum kamu melangkah keluar. Ini karena kulitmu butuh waktu untuk menyerap bahan-bahan pelindung yang terdapat di sunscreen.
2. Terlalu Pelit Pakai Sunscreen
Baca Juga: Selain Nasi, Ini 7 Alternatif Menu Pengganti untuk Sarapan Dijamin Kenyang!
Memang sih, harga tabir surya itu lumayan di kantong, tapi jangan juga terlalu sedikit memakainya. Menurut Dokter Spesialis Kulit dari Bay Dermatology Center, Sandy Skotnicki, memakai sedikit tabir surya hanya menghasilkan SPF yang lebih rendah.
Melansir dari Healthline, berikut takaran pemakaian sunscreen untuk kulit wajah?
- 1/3 sendok teh
- 1-2 milimeter
- 1-2 gram
- satu ruas jari (dari ujung ke lipatan pertama jari)
3. Melewatkan Area Penting
Sebenarnya penting untuk mengoleskan sunscreen ke semua area yang akan terkena paparan sinar matahari. Namun menurut penelitian yang diterbitkan di jurnal PLoS One pada April 2019, 20% orang tidak mengoleskan tabir surya ke kelopak mata.
Mereka mengaku nggak tau kalau kelopak mata juga harus dikasih tabir surya. Padahal, kulit di kelopak mata punya insiden kanker kulit tertinggi.
Bibir juga termasuk area yang sering terlewatkan. Di sisi lain, bibir juga rentan terhadap kerusakan karena nggak punya banyak melanin untuk melindungi kulit,
The Skin Cancer Foundation merekomendasikan untuk memakai lip balm atau lipstik dengan SPF 15 atau lebih tinggi.
4. Nggak Reapply Sunscreen
Mungkin sebagian dari kita malas atau nggak sempat untuk memakai lagi atau reapply tabir surya. Padahal seharusnya, kita reapply sunscreen setidaknya dua jam sekali.
Kamu juga harus lebih sering mengoles tabir surya kalau berkeringat banyak atau berenang. Menurut Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat, tabir surya dengan label “waterproof” hanya mampu mempertahankan SPF selama 80 menit.
5. Mengoleskan Sunscreen dengan Kasar
Please, be gentle. Oleskan tabir surya perlahan-lahan, jangan seperti kamu sedang menggosok. Pastikan juga mengoleskan sunscreen secara merata.
Kalau sunscreen kamu berbentuk semprotan, mungkin kamu akan sedikit kesulitan untuk mengetahui apakah sudah semua area tertutupi tabir surya atau belum.
6. Nggak Pakai Sunscreen saat Mendung
Kalau mendung memang sih matahari nggak nampak. Tapi, bukan berarti kamu nggak pakai sunscreen ya. Kenyataannya, 80% sinar UV masih akan mengenai kulit kamu meski langit sedang mendung.
Mendung memang memblokir sinar UVB, tapi sebagian besar sinar UVA masih bisa menembus awan. Jadi, penting banget untuk memakai tabir surya kapan pun kamu mau keluar rumah.
7. Mengabaikan Kedaluwarsa
Nggak cuma makanan dan minuman, tapi kamu juga harus perhatikan tanggal kedaluwarsa produk tabir surya. FDA merekomendasikan setidaknya sunscreen itu berusia tiga tahun saja.
Kalau misal nggak ada tanggal batas waktu pemakaian di kemasan sunscreen, anggap saja kedaluwarsanya tiga tahun sejak tanggal pembelian.
Itulah 7 kesalahan pemakaian sunscreen yang bakal bikin kulit kamu rusak. Ingat, jangan lupa untuk memakai tabir surya supaya kulit wajah tetap terawat dan awet muda.