Berikut Kekurangan dan Kelebihan Kendaraan Listrik, yang Disebut Bisa Jadi Solusi Harga BBM Naik

Indotnesia

Jum'at, 09 September 2022 | 12:52 WIB
Berikut Kekurangan dan Kelebihan Kendaraan Listrik, yang Disebut Bisa Jadi Solusi Harga BBM Naik
Ilustrasi pengisian daya kendaraan listrik. (Pixabay/ andreas160578)

Indotnesia - Kenaikkan harga BBM menimbulkan banyak kritik dari masyarakat. Akhirnya, banyak orang berpikir untuk mengganti kendaraannya dengan kendaraan listrik.

Kendaraan listrik adalah sarana transportasi yang menggunakan dinamo sebagai bahan penggeraknya. Jenis ini digadang-gadang sebagai model kendaraan masa depan.

Pasalnya, selain tidak menggunakan bahan bakar minyak kendaraan listrik juga diketahui memiliki banyak keunggulan, diantaranya:

1. Suara kendaraan lebih halus

2. Ramah lingkungan

3. Perawatan mudah dan murah

Seorang YouTuber terkenal Deddy Corbuzier, melalui akun Instagram pribadinya bahkan dia mempromosikan untuk beralih menggunakan kendaraan listrik. Terlepas itu merupakan sebuah endorse produk.

“Pusing harga bensin naik terus! Udah paling bener emang pake kendaraan listrik aja biar nggak pusing bayar bensin!” tulis mantan pesulap itu di unggahan Instagram pada (27/8/2022). 

Sementara, Gilang Bhaskara seorang komika melalui cuitannya mempertanyakan solusi kenaikan harga BBM dengan beralih ke kendaraan listrik.

baca juga

“Kok bisa ada orang dengan mudahnya menyarankan solusi dari kenaikan harga BBM adalah dengan pindah ke kendaraan listrik?” tulis akun @gilbhas pada (7/9/2022).

Pertanyaan selanjutnya, benarkah kendaraan listrik dapat menjadi solusi dari kenaikan BBM yang terjadi di Indonesia? Mengutip dari Suara.com, Young People's Trust for the Environment sebuah organisasi nirlaba di Inggris mengungkap sejumlah kendala atau kekurangan pada kendaraan listrik.

1. Harga kendaraan listrik lebih mahal

Meski biaya perawatan mudah dan murah, tetapi harga beli kendaraan listrik lebih mahal dari kendaraan berbahan bakar bensin.

2. Waktu berkendara terbatas

Kendaraan listrik tidak bisa digunakan untuk perjalanan jauh karena dalam satu kali pengisian daya rata-rata mobil listrik saat ini baru mampu menempuh jarak 150 km atau sekitar seratus mil. Sementara stasiun pengisian daya baterai masih terbatas, terutama di Indonesia.

3. Bahan baku baterai masih langka

Kandungan lithium yang digunakan untuk bahan baku baterai kendaraan listrik baru dipasok dari beberapa negara saja. Paling banyak dari Chili sebagai negara penghasil terbesar sebanyak 8.800 ton per tahun dan beberapa didatangkan dari Argentina dan Cina.

4. Pembuatan kendaraan listrik menciptakan emisi

Komponen bahan baku pembuatan kendaraan listrik kebanyakan berasal dari tambang. Selain itu, perlu adanya pemurnian bahan baku sebelum bisa digunakan dan proses ini mengeluarkan cukup banyak gas rumah kaca.

5. Masih ada energi kotor dari penciptaan tenaga listrik

Beberapa negara masih menggunakan batu bara dan sumber energi kotor untuk pembangkit tenaga listrik. 

Demikian kelebihan dan kekurangan kendaraan listrik yang bisa Anda jadikan pertimbangan sebelum beralih ke dari kendaraan berbahan bensin ke kendaraan tenaga listrik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tolak Kenaikan Harga BBM, 5 Ribu Buruh Jabodetabek Geruduk Gedung DPR Senin Besok

Tolak Kenaikan Harga BBM, 5 Ribu Buruh Jabodetabek Geruduk Gedung DPR Senin Besok

News | Minggu, 04 September 2022 | 18:18 WIB

Terkini

Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun

Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang

Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?

Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan

Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:33 WIB

Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026

Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:27 WIB

Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik

Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik

Banten | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:27 WIB

PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak

PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU

Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:19 WIB

Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol

Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:17 WIB

PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja

PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:16 WIB

×