- Pelatih Anthony Hudson mengakui Vietnam layak menjuarai ASEAN Cup 2026 setelah laga imbang di Stadion My Dinh.
- Thailand gagal juara usai bermain imbang 2-2 melawan Vietnam pada leg kedua final di Hanoi.
- Anthony Hudson menyebut persiapan singkat enam pekan menjadi tantangan berat bagi Timnas Thailand selama turnamen.
Suara.com - Pelatih Timnas Thailand Anthony Hudson mengakui Vietnam layak menjadi juara ASEAN Cup 2026.
Namun, pelatih asal AS itu menegaskan Thailand juga menunjukkan kualitas sebagai tim kuat sepanjang turnamen.
Pernyataan tersebut disampaikan Hudson dalam konferensi pers setelah Thailand bermain imbang 2-2 melawan Vietnam pada leg kedua final Piala AFF 2026 di Stadion My Dinh, Rabu (26/8/2026) malam.
Thailand sempat dua kali unggul dalam pertandingan tersebut.
Namun, dua gol yang dicetak pemain Thailand, termasuk gol bunuh diri pada masa injury time, membuat laga berakhir imbang dan Vietnam menang agregat 4-2.
Hudson mengaku kecewa dengan hasil tersebut.
![Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol [Dok Tuoitre]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/26/80310-kim-sang-sik.jpg)
Ia menilai Thailand sebenarnya pantas mendapatkan hasil yang lebih baik setelah mampu menguasai pertandingan dan menciptakan sejumlah peluang.
“Dua kali kami unggul, tetapi pemain kami mencetak gol bunuh diri. Saya merasa Thailand pantas mendapatkan hasil yang lebih baik. Kami mengontrol pertandingan dan menciptakan banyak peluang,” kata Hudson dikutip dari Tuoitre
Meski kecewa, Hudson tidak lupa memberikan apresiasi kepada Vietnam.
Ia menilai tim asuhan Kim Sang-sik tampil konsisten sejak awal turnamen hingga akhirnya mampu mempertahankan gelar juara.
“Saya juga harus mengucapkan selamat kepada Vietnam. Tim nasional Vietnam sudah bermain bagus sejak awal turnamen,” ujarnya.
Hudson juga menyoroti keterbatasan waktu persiapan Thailand sebelum ASEAN Cup 2026.
Ia menyebut timnya hanya memiliki waktu sekitar enam pekan dan menjalani satu pertandingan uji coba sebelum turnamen dimulai.
“Ini turnamen yang sulit karena Thailand hanya punya enam pekan persiapan dan satu pertandingan persahabatan sebelum turnamen,” kata Hudson.
“Saya tetap bangga kepada para pemain dan berterima kasih atas dukungan klub-klub domestik. Sejujurnya, saya tidak menyangka kami bisa melangkah sejauh ini dengan kondisi persiapan dan waktu yang kami miliki.”