Indotnesia - Ratu Elizabeth II telah wafat dan pimpinan monarki Inggris jatuh kepada putra pertamanya, Pangeran Charles, yang kini bergelar Raja Charles III. Sosoknya menjadi sorotan banyak orang, termasuk yang penasaran dengan nilai kekayaannya.
Lalu, berapa nilai harta kekayaan Raja Charles III sekarang?
Menurut Forbes, Charles saat ini menguasai aset senilai US$42 miliar atau sekitar Rp629 triliun, termasuk miliaran dolar investasi, istana mewah, permata dan perhiasan, dan karya seni yang tak ternilai harganya.
Istana mewah tersebut termasuk Istana Buckingham, Kastil Windsor, dan Menara London. Meski tidak dipegang langsung oleh sang raja, tapi menjadi hak pimpinan monarki selama masa pemerintahannya.
Para pemegang tahkta Inggris juga tidak bisa menjual aset tersebut dan harus diberikan kepada penerusnya dan negaranya.
Dia juga mewarisi aset senilai US$500 juta atau Rp7,4 dari ibunya, Ratu Elizabeth II. Warisan tersebut terdiri dari istana kastil, perhiasan, kolek seni, dan sebuah peternakan kuda, dan semuanya itu bebas pajak.
Bicara soal warisan, sebenarnya surat wasiat diperkirakan tetap akan tersegel selama 90 tahun. Dengan begitu, distribusi asetnya tidak akan diketahui selama beberapa generasi.
Tapi sebagai putra sulungnya, Charles mewarisi perkebunan pribadi milik Ratu Elizabeth II, tempat di mana kastil kecintaannya berada, yakni di Balmoral, Skotlandia, yang juga menjadi tempat terakhirnya saat menghembuskan napas terakhir.
Raja Charles III juga mewarisi rumah peternakan kuda ras murni, Royal Studs, di Sandringham, Inggris timur. Menurut Forbes, jumlah warisan yang mencapai setengah miliar dolar AS itu tidak dikenakan pajak.
Baca Juga: Seorang Pria Ditangkap karena Dekati Peti Jenazah Ratu Elizabeth II
Dalam sebuah perjanjian 1993 dengan pemerintah Inggris, transfer properti dari satu penguasa ke penguasa lainnya tidak dikenakan pajak.
Forbes mencatat satu-satunya aset paling berharga yang dimiliki Raja Charles adalah Crown Estate, sebuah real estate yang luas dengan aset bersih mencapai US$17,5 miliar atau sekitar Rp262 triliun.
Properti itu termasuk Regent Street yang merupakan destinasi belanja utama di London, Ascot Racecourse, dan sebagainya. Semua laba bersih Crown Estate pada tahun fiskal 2022 senilai US$361 juta diberikan ke Kementerian Keuangan.
Namun, keluarga kerajaan Inggris menerima tunjangan yang dikenal sebagai "Sovereign Grant" yang nilainya 25% dari keuntungan tahun fiskal dua tahun sebelumnya.
Tapi, uang tersebut nggak langsung diterima Charles, karena ada 10% yang disimpan untuk pemeliharaan Istana Buckingham, dan 15% sisanya untuk membiayai perjalanan tahunan keluarga kerajaan, acara formal, gaji karyawan kerajaan, dan sebagainya.
Sovereign Grant bukan satu-satunya sumber pendapatan Charles. Sebagai raja, dia mengendalikan sebuah perkebunan pribadi Duchy of Lancaster, dengan aset bersih mencapai US$753 juta atau sekitar Rp11,2 miliar.