Indotnesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memberikan penghormatan terakhirnya kepada Ratu Elizabeth II pada Minggu (18/9/2022) malam sebelum pemakaman. Dia adalah salah satu dari 500 pimpinan dunia dan bangsawan yang diundang ke pemakaman.
Bersama dengan Ibu Negara Jill Biden dan Duta Besar AS Jane Hartley, Biden muncul di balkon untuk membuat tanda salib dengan meletakkan tangannya di jantung menghadap ke posisi peti mati sang ratu.
Selanjutnya Biden mengisi buku belasungkawa yang telah disediakan untuk para pelayat dan menuliskan kata-kata penghormatan.
“Ratu Elizabeth menjalani hidupnya untuk orang-orang. Dia melayani dengan kebijaksanaan dan kasih karunia. Kami tidak akan pernah melupakan kehangatan, kebaikan, dan percakapan yang kami bagikan.” tulis Jill Biden dalam sebuah buku untuk pasangan dan duta besar dikutip dari The Associated Press.
Kepada Reuters, Biden mengatakan bahwa masyarakat Inggris sangat beruntung memiliki ratu yang berdedikasi tinggi dalam tahtanya selama 70 tahun.
"Kepada semua orang Inggris, semua orang di Inggris, hati kami tertuju kepada Anda. Kamu beruntung memilikinya selama 70 tahun, kita semua begitu. Dunia lebih baik untuknya." kata Biden setelah menandatangani buku belasungkawa dan mengunjunginya yang terbaring di Westminster Abbey.
Setelah menandatangani buku bela sungkawa, Joe Biden lanjut mengikuti perayaan yang diselenggarakan oleh Raja Charles III di Istana Buckingham.
Anggota keluarga kerajaan sebelumnya telah mengucapkan selamat tinggal kepada ibu, nenek dan buyut mereka, salah satunya Pangeran George dan Puteri Charlotte sebelum nantinya dibawa ke Westminster Abbey.
Sementara ratusan ribu orang turun ke London untuk mengucapkan selamat tinggal kepada ratu. Mereka rela mengantre berjam-jam untuk dapat melewati peti mati pemimpin yang paling lama berkuasa di Inggris.
Baca Juga: Dede Yusuf Kritik Nadiem Makarim, Anak TK Harusnya Bermain Bukan Dibebankan Calistung