Farwiza Farhan, Perempuan Aceh Pelindung Ekosistem Leuser yang Masuk Time 100 Next

Indotnesia

Sabtu, 01 Oktober 2022 | 08:54 WIB
Farwiza Farhan, Perempuan Aceh Pelindung Ekosistem Leuser yang Masuk Time 100 Next
Farwiza Farhan masuk dalam Time100 Next pada 2022 atas karyanya dalam melindungi Ekosistem Leuser di Aceh dan Sumatra. (YouTube/TIME)

Indotnesia - Majalah Time merilis 100 sosok inspiratif bertajuk TIME100 NEXT 2022, yang salah satunya adalah perempuan asal Aceh bernama Farwiza Farhan.

Farwiza Farhan adalah Ketua Yayasan Hutan, Alam, dan Lingkungan Aceh (HAkA), yang berfokus pada konservasi, perlindungan, dan restorasi Ekosistem Leuser di Aceh dan Sumatra.

Sebagai informasi, Ekosistem Leuser merupakan kawasan hutan hujan yang luas yang belum terganggu. Dia terus berkarya pada aspek kebijakan dan advokasi untuk melindungi hutan.

Aktivis lingkungan ini bahkan mendapat pujian dari Bill Gates atas pengabdian dirinya yang luar biasa untuk Ekosistem Leuser. Bill Gates mengaku optimistis dengan masa depan dunia dalam pelestarian alam karena sosok Farwiza.

"Pada awal hari ini, saya punya kesempatan bertemu Farwiza dan sangat terkesan dari pekerjaannya melindungi ekosistem Leuser di Indonesia," kicau Bill Gates di Twitter pada beberapa waktu lalu.

Majalah Time punya alasan kuat memasukkan Farwiza dalam daftar TIME100 NEXT 2022. Bahkan primatolog terkenal Jane Goodall juga menuliskan pesan menyentuh untuk Farwiza.

Goodall teringat ketika orang-orang berkata kepada dirinya bahwa ia tak bisa melakukan semuanya sekaligus, menempuh pendidikan, merawat hutan dan pertanian. Bahkan mereka memintanya untuk memilih.

"Tapi apa gunanya seorang perempuan berpendidikan kalau kembali ke desanya dan mati karena sanitasi yang buruk? Ini semua saling berhubungan. Kita perlu memecah masalah ini pada saat yang sama, dan jelas, Farwiza Farhan telah memilih kebenaran ini dalam hatinya," tulis Goodall.

Ekosistem Leuser adalah salah satu paru-paru terbesar dunia, yang menyerap karbondioksida dari atmosfer dan menyimpannya di dedaunan pohon, batang, dan tanah hutan.

baca juga

Goodall mengatakan kalau hutan-hutan tersebut ditebang, maka semua karbondioksida lepas kembali ke atmosfer menjadi gas rumah kaca yang menyelimuti dunia dan menjebak panas matahari.

"Mempertahankan ekosistem dari industri, pembangunan, pemburu liar, seperti yang dilakukan Farwiza dan rekan-rekan aktivisnya adalah pekerjaan penting," tulis Goodall.

"Pekerjaan itu adalah karya anak muda yang berpikiran sama sehingga membuat perbedaan bagi masa depan dunia kita," imbuhnya.

Farwiza merupakan perempuan kelahiran Aceh, 1 Mei 1986. Ia menempuh pendidikan di beberapa institusi, seperti Boarding School Bogor, Biologi Kelautan di Universiti Sains Malaysia, Manajemen Lingkungan di The University of Queensland, Fakultas Antropologi Budaya dan Studi Pembangunan di Radboud University Nijmegen, dan University of Amsterdam

Aktif di Yayasan HAkA, konservasionis hutan ini sangat vokal dalam melawan eksploitasi dan ekspansi yang mengancam Ekosistem Leuser. Bahkan dalam penelitiannya, dia menyoroti ekonomi politik dalam pengelolaan sumber daya alam di Aceh, khususnya Ekosistem Leuser.

"Semakin lama kita menunggu untuk mengatasi penggundulan hutan, untuk mengatasi emisi yang memuncak, untuk mengatasi masalah lingkungan, maka makin buruk pula situasi ekonomi kita," ujarnya kepada Time.

Ia mengatakan Ekosistem Leuser adalah tempat terakhir di Bumi di mana harimau, gajah, orangutan, dan badak masih hidup bersama. Hewan-hewan tersebut sangat langka di alam liar.

Perempuan inspiratif ini mengajak masyarakat lokal untuk terlibat dalam pengelolaan kebijakan yang melindungi hutan, mengembalikan hak, dan hubungan mereka dengan alam. 

"Alam ini milik mereka, sama halnya alam ini untuk gajah, harimau, dan orangutan," katanya.

Dia juga melibatkan perempuan dalam melindungi lingkungan untuk mengembalikan keseimbangan alam. Namun menurutnya, konservasi perlu menjadi lebih inklusif baik untuk laki-laki maupun perempuan, yang ahli di bidang lingkungan dan kearifan lokal.

"Tidak ada yang bisa hidup di sebuah planet yang nggak lagi layak huni," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Farwiza Farhan, Perempuan Asal Aceh Jadi Sosok Inspiratif Dunia yang Dikagumi Bill Gates

Farwiza Farhan, Perempuan Asal Aceh Jadi Sosok Inspiratif Dunia yang Dikagumi Bill Gates

Purwasuka | Jum'at, 30 September 2022 | 12:51 WIB

Bill Gates Dukung Transformasi Kesehatan di Indonesia, Apa Saja Misinya?

Bill Gates Dukung Transformasi Kesehatan di Indonesia, Apa Saja Misinya?

Purwasuka | Selasa, 27 September 2022 | 07:19 WIB

5 Rutinitas Pagi Orang Sukses yang Bisa Kamu Tiru, Salah Satunya Bangun Tanpa Alarm

5 Rutinitas Pagi Orang Sukses yang Bisa Kamu Tiru, Salah Satunya Bangun Tanpa Alarm

Indotnesia | Sabtu, 17 September 2022 | 06:50 WIB

Terkini

Dari Ulat di Sayuran hingga Korupsi, Warga Ini Tetap Kukuh MBG Harus Jalan

Dari Ulat di Sayuran hingga Korupsi, Warga Ini Tetap Kukuh MBG Harus Jalan

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:34 WIB

Pedagang Online Wajib Punya NIB, Buat Ditarik Pajak?

Pedagang Online Wajib Punya NIB, Buat Ditarik Pajak?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 17:31 WIB

Respons PDIP, Waketum PKB Tegaskan Istilah Partai Penyeimbang Tak Dikenal Dalam Konstitusi

Respons PDIP, Waketum PKB Tegaskan Istilah Partai Penyeimbang Tak Dikenal Dalam Konstitusi

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:27 WIB

Ribuan Relawan Makan Bergizi Gratis di NTB Demo Turun ke Jalan

Ribuan Relawan Makan Bergizi Gratis di NTB Demo Turun ke Jalan

Bali | Senin, 22 Juni 2026 | 17:20 WIB

Sekelompok Warga Jakarta Gelar Aksi Dukung MBG: Program Harus Lanjut, Koruptor Wajib Ditangkap

Sekelompok Warga Jakarta Gelar Aksi Dukung MBG: Program Harus Lanjut, Koruptor Wajib Ditangkap

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:18 WIB

Merana Ditinggal Investor Asing, IHSG Turun ke Level 6.116 Hari Ini

Merana Ditinggal Investor Asing, IHSG Turun ke Level 6.116 Hari Ini

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 17:18 WIB

Salah Kaprah tentang Makna Benefit yang Tercantum di Iklan Lowongan Kerja

Salah Kaprah tentang Makna Benefit yang Tercantum di Iklan Lowongan Kerja

Your Say | Senin, 22 Juni 2026 | 17:15 WIB

Francisco Conceicao: Kami Bukan Pelayan Cristiano Ronaldo!

Francisco Conceicao: Kami Bukan Pelayan Cristiano Ronaldo!

Bola | Senin, 22 Juni 2026 | 17:12 WIB

Kejati Sulsel Vs Bahtiar Baharuddin: Saling 'Serang' Bukti di Sidang Praperadilan Bibit Nanas

Kejati Sulsel Vs Bahtiar Baharuddin: Saling 'Serang' Bukti di Sidang Praperadilan Bibit Nanas

Sulsel | Senin, 22 Juni 2026 | 17:08 WIB

Dunia Pelototi Kasus Pembunuhan Jurnalis Rico Pasaribu: Investigasi Bongkar Kejanggalan Serius

Dunia Pelototi Kasus Pembunuhan Jurnalis Rico Pasaribu: Investigasi Bongkar Kejanggalan Serius

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:06 WIB