Indotnesia - Sebuah video yang memperlihatkan seorang pemain saksofon mengelem bibirnya dengan lem G viral di media sosial. Pria itu disebut mengalami bell’s palsy.
Pengalaman tersebut dibagikan oleh seorang saksofonis bernama Ari Fajar melalui Instagram pribadinya. Dia terlihat menggunakan lem G atau disebut power glue pada salah satu sisi bibirnya sebelum tampil dalam sebuah acara untuk memainkan saksofon.
Meski berbahaya hal itu terpaksa dilakukannya lantaran dia tidak mendapat pengganti pemain saksofon untuk mengisi acara tersebut. Sementara, Fajar menyebut sudah dua bulan mengalami bell’s palsy.
“Halo teman-teman gua pengen berbagai pengalaman. Jadi sudah dua bulan ini gua terkena bells’s palsy,” katanya dalam video yang diunggah @arifajarfrz.
Bells palsy adalah kondisi yang menyebabkan kelemahan tiba-tiba pada otot di satu sisi wajah yang bersifat sementara. Kelemahannya membuat separuh wajah tampak terkulai.
Para ahli menduga kelainan ini disebabkan oleh pembengkakan dan peradangan pada saraf yang mengontrol otot di satu sisi wajah akibat infeksi virus. Penyakit ini dapat terjadi pada semua orang dengan rentan usia yang berbeda-beda.
Padahal sebagai seorang saksofonis, Fajar menggunakan mulutnya untuk meniup saksofon. Akan tetapi, bells palsy menyebabkan sebagian bibirnya tidak bisa menutup sempurna sehingga tidak bisa memainkan saksofon dengan baik.
Walaupun begitu, Fajar mengingatkan untuk tidak meniru apa yang dilakukannya. Dia juga mengatakan bagi para penderita bell’s palsy untuk bersabar karena penyakit itu menurutnya akan akan sembuh.
“Jangan di tiru yah kebakar nanti bibir nya wkwk smoga jadi contoh yg gaharus di tiru wkwk, karna bells palsy pasti sembuh, cuma ya sabar,” tulis Fajar sebagai keterangan video.
Baca Juga: Penampilan Anggun Camilla saat Pakai Mahkota Safir Milik Ratu Elizabeth II
“Untuk penyintas, yg lg mengalami bells palsy, atau yg belom, pokonya jaga kesehatan ya, kurang"in angin"nan, penggunaan kipas angin dan ac yg tidak wajar. Kurangin,” lanjutnya.