Mengenal Orang Rohingya yang Terdampar di Aceh Setelah Satu Bulan Terapung di Laut

Indotnesia

Rabu, 28 Desember 2022 | 15:45 WIB
Mengenal Orang Rohingya yang Terdampar di Aceh Setelah Satu Bulan Terapung di Laut
Mengenal orang Rohingya yang terdampar di Aceh. (ANTARA FOTO/ Ampelsa)

Indotnesia - Ratusan orang Rohingya yang menumpangi kapal dari Bangladesh terdampar di Aceh, pada Minggu (25/12/2022) setelah hampir satu bulan terapung di laut.

Setidaknya ada dua rombongan kapal yang terdampar di perairan Indonesia, yaitu rombongan kapal pertama mengangkut 57 orang Rohingya terdampar di pesisir Desa Ladong, Aceh Besar dan rombongan kedua dengan 174 orang tiba pada Senin (26/12/2022) di pesisir Desa Ujung Pie, Pidie.

Setelah sampai di daratan, ratusan imigran tersebut diperiksa kondisi kesehatannya karena mayoritas dari mereka mengalami kelelahan dan dehidrasi parah.

Dikenal dengan julukan sebagai ‘manusia perahu’, orang Rohingya diketahui merupakan warga Muslim minoritas yang berasal dari Myanmar.

Untuk mengenal lebih dekat tentang orang Rohingya, berikut di bawah ini penjelasannya.

Sejarah Etnis Rohingya yang Sejak Lama Terusir hingga Kini Terlantar

Orang Rohingya merupakan bagian dari etnis Rohingya, yaitu warga Muslim minoritas yang keberadaannya tersebar menetap di bagian Arakan, Myanmar sejak abad 15 SM.

Pada masa kepemimpinan Raja Narameikhla di Arakan, Myanmar, ia mempersilahkan warga Muslim keturunan Bangladesh bermigrasi ke wilayah kekuasaannya dan merekrut beberapa dari mereka sebagai penasihat kerajaan.

Dari situ, dapat dikatakan pula bahwa etnis Rohingnya adalah warga Muslim pertama yang bermukim di Myanmar sejak sekitar tahun 1430-an.

baca juga

Sepeninggal Raja Narameikhla, keberadaan etnis Rohingya mulai terusik setelah daerah Arakan dikuasai oleh warga Burma beragama Budha dari wilayah selatan Myanmar pada tahun 1785.

Kekuasaan warga Burma membuat etnis Rohingya terusir dari tanah Arakan dan mengakibatkan mereka terpaksa melarikan diri ke Bengali yang menjadi bagian dari warga koloni Inggris, British Raj di India.

Pada tahun 1826, perang pertama antara Inggris dan Burma pecah dan kemudian dimenangkan oleh pemerintah kolonial Inggris yang mengambil alih Arakan.

Setelah dikuasai oleh Inggris, para petani dari Bengali yang di antaranya merupakan etnis keturunan Rohingya dianjurkan untuk pindah ke daerah Arakan yang saat itu belum berpenduduk padat.

Proses perpindahan atau imigrasi petani Bengal ke Arakan tersebut memunculkan penolakan dari mayoritas warga Budha Rakhine yang saat itu tinggal di Arakan.

Lalu, pada Perang Dunia II berlangsung, Inggris tak lagi menguasai Arakan dan kemudian wilayah tersebut dikuasai oleh Jepang yang sedang berekspansi ke Asia Tenggara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Video Ratusan Etnis Rohingya Terdampar di Aceh: Anak-anak Bergelimpangan di Pantai, Tubuhnya Kurus

Video Ratusan Etnis Rohingya Terdampar di Aceh: Anak-anak Bergelimpangan di Pantai, Tubuhnya Kurus

Kaltim | Rabu, 28 Desember 2022 | 13:53 WIB

Mengingat Kembali Peristiwa Tsunami Aceh yang Kini Telah 18 Tahun Berlalu

Mengingat Kembali Peristiwa Tsunami Aceh yang Kini Telah 18 Tahun Berlalu

Indotnesia | Senin, 26 Desember 2022 | 15:32 WIB

Terkini

8 Wakil Indonesia Jadi Unggulan di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Bawa Misi Akhiri Puasa Gelar

8 Wakil Indonesia Jadi Unggulan di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Bawa Misi Akhiri Puasa Gelar

Sport | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:22 WIB

3 Perempuan Malaysia Selundupkan Narkoba di Bandara Soetta, Disimpan di Sepatu

3 Perempuan Malaysia Selundupkan Narkoba di Bandara Soetta, Disimpan di Sepatu

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:22 WIB

Buku Sibling Rivalry, Mengurai Trauma Masa Kecil dan Persaingan Antarsaudara

Buku Sibling Rivalry, Mengurai Trauma Masa Kecil dan Persaingan Antarsaudara

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:20 WIB

Daftar Kontroversi Raja Juli Antoni, dari Terima Amplop Dolar sampai Bagi-bagi Jabatan ke Kader PSI

Daftar Kontroversi Raja Juli Antoni, dari Terima Amplop Dolar sampai Bagi-bagi Jabatan ke Kader PSI

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:17 WIB

Kronologi Temuan 995 Senpi, Narkoba dan VCD Porno di Sekolah Swasta Jaksel

Kronologi Temuan 995 Senpi, Narkoba dan VCD Porno di Sekolah Swasta Jaksel

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:16 WIB

Bersenang-senang di Fun Expo Asia 2026

Bersenang-senang di Fun Expo Asia 2026

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:13 WIB

Gagal Berkali-kali Tak Jadi Halangan, Ratusan Atlet Kejar Super Tiket PB Djarum 2026

Gagal Berkali-kali Tak Jadi Halangan, Ratusan Atlet Kejar Super Tiket PB Djarum 2026

Sport | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:13 WIB

Rakortas MBG Prioritaskan Daerah 3T dan Kelompok Sasaran untuk Perluas Pemerataan Program

Rakortas MBG Prioritaskan Daerah 3T dan Kelompok Sasaran untuk Perluas Pemerataan Program

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:12 WIB

Wacana Pergantian Kapolri Berisiko Rugikan Presiden Prabowo, Ini Penjelasan Analis Politik

Wacana Pergantian Kapolri Berisiko Rugikan Presiden Prabowo, Ini Penjelasan Analis Politik

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:08 WIB

Yurizal, BPJS, dan Harga Sebuah Empati

Yurizal, BPJS, dan Harga Sebuah Empati

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:08 WIB

×