Indotnesia - Peraih Nobel Perdamaian Malala Yousafzai baru-baru ini mendapat pertanyaan tentang konser siapa yang mungkin ia datangi, Taylor Swift atau Beyonce. Pertanyaan itu muncul dalam sebuah wawancara khusus dengan penulis dan komedian Josh Gondelman untuk podcast di NPR pada Sabtu (4/3/2023).
Malala memang menginspirasi banyak orang di dunia. Meski sempat ditembak anggota Taliban di Pakistan, Malala mampu melanjutkan pendidikannya dan terus menyuarakan pendidikan bagi perempuan.
Malala menjadi orang termuda yang meraih Nobel Perdamaian. Dia mendapat penghargaan itu ketika usianya 17 tahun pada 2014.
Dalam wawancara yang dimuat di NPR, awalnya Josh bertanya bagaimana Malala mengetahui dirinya memenangkan Nobel Perdamaian.
"Sebenarnya, saat itu aku sedang sekolah. Saya sedang ikut pelajaran kimia dan wakil kepala sekolah memanggil saya aku. Dia biasanya memanggil kalau aku dalam masalah," katanya.
"Aku berharap aku nggak melakukan sesuatu yang salah. Tapi kemudian, dia bilang kalau saya memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian," imbuhnya.
Kemudian sampailah pada momen ketika Josh bertanya andaikan Hadiah Nobelnya menyertakan tiket konser gratis, mana yang akan dipilih Malala, Beyonce atau Taylor Swift?
Malala mengaku ketika masih kecil kerap bernyanyi bersama teman-temannya lagu "Love Story" dari Taylor Swift. Lagu tersebut menjadi salah satu dari dua lagi yang ia nyanyikan ketika masih berada di Pakistan.
"Jadi ketika aku masih kecil, aku dulu menyanyikan lagu 'Love Story' bersama teman-teman," ucapnya.
Baca Juga: Chris Rock Akhirnya Buka Suara soal Tamparan Will Smith di Academy Awards
"Dan Beyonce, maksudku, dia adalah legenda, jadi aku mau dua tiket konser itu. Aku punya Hadiah Nobel Perdamaian dan aku mau dua-duanya," imbuhnya.
Dalam kicauan di Twitter, Malala me-retweet unggahan @TheSwiftSociety yang mengutip wawancara Malala di NPR dengan komentar.
"Aku nggak mau memulai pertengkaran (bad blood) di antara kita," kelakarnya.
Bad Blood merupakan salah satu judul lagu Taylor Swift dari album 1989 yang rilis pada 2014.
Malala terus menorehkan prestasi, termasuk pada tahun ini di mana film dokumenter pendeknya berjudul Stranger At The Gate masuk dalam nominasi Oscar kategori Best Documentary Short Film.