Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harga Emas Diprediksi Tembus USD 5.000 di Kuartal I 2026, Ini Penyebabnya

M Nurhadi

Senin, 09 Februari 2026 | 12:04 WIB
Harga Emas Diprediksi Tembus USD 5.000 di Kuartal I 2026, Ini Penyebabnya
Harga emas diperkirakan akan masih melonjak di 2026. Kapan waktu yang tepat untuk investasi? [Suara.com/Aldie]
baca 10 detik
  • UBS memproyeksikan harga emas mencapai USD 5.000 per ons pada Maret 2026, didorong defisit fiskal dan risiko geopolitik.
  • Komoditas lain seperti Tembaga, Aluminium, dan Minyak juga diprediksi naik akibat ketidakseimbangan pasokan dan permintaan.
  • Lonjakan harga emas dipicu oleh respons pasar terhadap ketegangan global dan ketidakpastian politik Amerika Serikat.

Suara.com - Dunia investasi komoditas diprediksi akan mengalami lonjakan besar sepanjang tahun ini. UBS Wealth Management baru saja merilis proyeksi terbaru yang menyebutkan bahwa harga emas berpotensi meroket hingga ke level USD 5.000 per ons pada akhir Maret 2026.

Dominic Schnider, Head of Commodities & APAC Forex CIO di UBS, menyatakan bahwa tahun 2026 akan menjadi panggung utama bagi aset komoditas.

Lonjakan ini dipicu oleh kombinasi dari defisit fiskal yang membengkak, penurunan suku bunga di Amerika Serikat, serta risiko geopolitik yang tak kunjung mereda.

Dikutip via Kitco, konflik global menjadi pendorong tercepat kenaikan harga emas. Schnider mencatat bahwa emas menjadi instrumen yang paling responsif saat kabar mengenai tindakan militer AS yang menggulingkan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, mencuat ke publik.

Pasca aksi militer tersebut, harga emas di pasar spot langsung dibuka melonjak tajam dan sempat menyentuh angka USD 4.491,20 pada Selasa lalu.

Tak hanya itu, ketidakpastian politik menjelang Pemilu Sela di Amerika Serikat diprediksi bisa membawa harga emas jauh lebih tinggi lagi, bahkan hingga menyentuh USD 5.400 per ons jika situasi keuangan global memburuk.

Selain emas, UBS melihat adanya peluang struktural pada komoditas lain yang didorong oleh ketidakseimbangan pasokan dan permintaan:

  1. Tembaga dan Aluminium: Permintaan untuk kedua logam ini terus meningkat seiring dengan tren elektrifikasi global dan transisi menuju energi bersih. UBS memprediksi akan terjadi kelangkaan pasokan yang mendorong harga ke level lebih tinggi.
  2. Minyak Mentah: Meski saat ini terjadi surplus, harga minyak diperkirakan akan mulai pulih pada paruh kedua tahun 2026 seiring dengan menguatnya permintaan dan terbatasnya kapasitas cadangan dari negara-negara non-OPEC+.
  3. Pertanian: Sektor ini juga dinilai memiliki prospek imbal hasil yang menarik bagi para investor tahun ini.

UBS menyarankan para investor untuk mengalokasikan sekitar 5% dari portofolio mereka ke dalam indeks komoditas yang terdiversifikasi.

Strategi ini dianggap krusial untuk melindungi nilai kekayaan dari guncangan inflasi atau peristiwa geopolitik yang mendadak.

baca juga

"Komoditas memberikan hasil terkuat saat risiko makro—seperti inflasi atau konflik global—sedang tinggi. Emas tetap menjadi diversifikator portofolio yang sangat berharga," tulis Schnider dalam kajiannya, Senin (9/2/2026).

Berikut adalah ringkasan target harga emas dari UBS untuk tahun 2026:

  • Maret - September 2026: Bertahan di level USD 5.000 per ons.
  • Akhir Tahun 2026: Melandai ke level USD 4.800 per ons (tetap lebih tinggi dari prediksi sebelumnya di USD 4.300).
  • Skenario Terburuk (Krisis Politik): Berpotensi melesat hingga USD 5.400 per ons.

Dengan kondisi ekonomi AS yang dibayangi ketidakpastian kebijakan domestik dan tekanan fiskal yang meningkat, emas diposisikan sebagai "pelabuhan aman" utama bagi para pemodal di seluruh dunia, termasuk bagi para pelaku pasar di kota-kota besar Indonesia yang ingin menjaga nilai aset mereka.


DISCLAIMER: Artikel ini disusun berdasarkan laporan riset pasar dari UBS Wealth Management per Februari 2026. Proyeksi harga emas merupakan perkiraan analis yang didasarkan pada kondisi geopolitik dan ekonomi saat ini. Investasi komoditas memiliki risiko volatilitas yang tinggi. Pembaca disarankan untuk melakukan analisis mandiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emas antam Mulai Naik Lagi, Kini Harganya Tembus Rp 2,94 Juta/Gram

Emas antam Mulai Naik Lagi, Kini Harganya Tembus Rp 2,94 Juta/Gram

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 10:14 WIB

Harga Emas Stabil di Pegadaian, Pembeli Bisa Beli Tanpa Antre

Harga Emas Stabil di Pegadaian, Pembeli Bisa Beli Tanpa Antre

Bisnis | Senin, 09 Februari 2026 | 08:02 WIB

Emas ETF Global Diborong Investor Tembus 120 Ton, Efek Ancaman Perang Dunia?

Emas ETF Global Diborong Investor Tembus 120 Ton, Efek Ancaman Perang Dunia?

Bisnis | Minggu, 08 Februari 2026 | 13:13 WIB

Emas Antam Berbalik Turun, Harganya Masih di Bawah Rp 3 Juta/Gram

Emas Antam Berbalik Turun, Harganya Masih di Bawah Rp 3 Juta/Gram

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 09:29 WIB

Grafik Emas Antam 5 Februari 2026: Turun Tipis, Masih di Kisaran 3 Jutaan

Grafik Emas Antam 5 Februari 2026: Turun Tipis, Masih di Kisaran 3 Jutaan

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 09:06 WIB

Harga Emas dan Buyback di Pegadaian Naik, Galeri 24 dan UBS Kompak Meroket

Harga Emas dan Buyback di Pegadaian Naik, Galeri 24 dan UBS Kompak Meroket

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 07:13 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media

Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

×