Miom atau fibroid rahim adalah tumor jinak yang terletak di dalam atau sekitar rahim.
Gejala kondisi ini hampir sama dengan endometriosis, namun dapat juga disertai rasa sakit pada bagian bawah perut dan kembung.
Jika ukuran miom cukup besar dapat menyebabkan perut tampak membesar serta menurunkan tingkat kesuburan dan meningkatkan risiko keguguran.
3. Radang Panggul
Radang panggul adalah kondisi peradangan yang terjadi di panggul dan organ-organ di dalamnya, termasuk rahim, ovarium, dan tuba falopi.
Biasanya, kondisi ini akan menyebabkan seseorang merasakan kram atau nyeri menstruasi berat.
Selain itu, radang panggul juga bisa menyebabkan pembentukan jaringan parut pada bagian ovarium, rahim, dan tuba falopi serta membuat sperma sulit mencapai sel telur yang akan membuat susah untuk hamil.
4. Adenomiosis
Adenomiosis adalah kondisi ketika sel-sel yang biasanya tumbuh di luar rahim, justru malam tumbuh ke dalam otot rahim.
Baca Juga: Mengenang Nani Wijaya, Aktris Senior Indonesia Meninggal di Usia 78 Tahun
Kondisi tersebut dapat merangsang pendarahan yang lebih parah dan memicu munculnya nyeri haid berlebihan.
Selain itu, gejala lain yang muncul akibat adenomiosis di antaranya adalah pendaraan lebih berat dari biasanya hingga nyeri panggul.
5. Stenosis Serviks
Stenosis serviks adalah kondisi saat serviks menyempit atau sepenuhnya tertutup setiap waktu.
Kondisi tersebut terbilang langka saat diameter serviks sangat kecil, sehingga membuat aliran darah haid jadi melambat.
Selain itu, stenosis serviks juga dapat menyebabkan tekanan dalam rahim meningkat dan rasa sakit saat haid yang memicu berbagai komplikasi lain, seperti penumpukan darah dalam uterus, tidak haid, atau pendarahan abnormal.