Hari Buruh, Begini Sejarah 8 Jam Kerja Per Hari yang Diperjuangkan Buruh

Indotnesia | Suara.com

Senin, 01 Mei 2023 | 10:38 WIB
Hari Buruh, Begini Sejarah 8 Jam Kerja Per Hari yang Diperjuangkan Buruh
Perjuangan buruh dalam menuntut 8 jam kerja per hari. (Pixabay)

Indotnesia - Selama lebih dari satu abad, para buruh di Amerika Serikat kesulitan memperjuangkan jam kerja yang lebih pendek. Dulu, mereka harus bekerja 10-16 jam per hari tanpa uang lembur.

Mereka melakukan pemogokan kerja, demonstrasi, dan menghadapi kekerasan dari aparat bersenjata. Perjuangan mereka terbayarkan sampai akhirnya jam kerja disahkan menjadi 8 jam per hari atau 40 jam per minggu. 

Kini, jam kerja tersebut telah diadaptasi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Lalu, bagaimana timeline sejarah perjuangan buruh untuk memperoleh ketentuan 8 jam kerja?

Melansir Insider, semua berawal dari pembentukan organisasi bernama National Labor Union di AS.

20 Agustus 1866: National Labor Union atau Serikat Buruh nasional meminta Kongres untuk mengesahkan undang-undang yang mengamanatkan 8 jam kerja sehari. Tapi upaya itu gagal. Meski demikian, ini adalah langkah awal untuk mendukung reformasi buruh selama beberapa dekade mendatang.

1 Mei 1867: Legislatif negara bagian Illinois mengesahkan UU yang mengamanatkan 8 jam kerja per hari, Namun, UU itu ditolak oleh banyak pemilik perusahaan. Akhirnya, terjadi pemogokan kerja secara besar-besaran di Chicago. Hari itu kemudian dikenal sebagai May Day.

19 Mei 1869: Presiden Ulysses S Grant mengeluarkan amanat yang menjamin upah stabil dan 8 jam kerja sehari untuk pegawai pemerintah. Keputusan itu mendorong sektor swasta untuk mendorong hak yang sama.

1870-an hingga 1880-an: Serikat Buruh Nasional bubar. Tapi organisasi lain muncul termasuk Knights of Labor and the Federation of Organized Trades and Labor Union terus memperjuangkan 8 jam kerja sehari.

1 Mei 1886: Banyak organisasi buruh menyerukan pemogokan nasional untuk menuntut jam kerja yang lebih pendek. Lebih dari 300.000 pekerja turun ke jalan di seluruh AS. Bentrokan dengan aparat terjadi. Banyak yang terluka dan terbunuh dari kedua belah pihak pada peristiwa yang kini dikenal sebagai “Haymarket Affair”.

1890: Pemerintah AS melakukan pelacakan jam kerja para buruh. Ternyata buruh pabrik harus bekerja 100 jam per minggu.

1906: Dua perusahaan besar di industri percetakan memulai kebijakan 8 jam kerja per hari.

3 September 1916: Kongres meloloskan UU Adamson yang menetapkan 8 jam kerja per hari bagi pekerja kereta api antar-negara bagian.

25 September 1926: Ford Motor Companies mulai mengadopsi lima hari kerja atau 40 jam seminggu.

25 Juni 1938: Kongres AS mengesahkan Fair Labor Standards Act, yang membatasi jam kerja hingga 44 jam per minggu.

26 Juni 1940: Kongres mengamandemen Fair Labor Standards Act, yang mengubah batasan jam kerja dalam seminggu hingga 40 jam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sejarah Baeksang Arts Awards yang Dikenal sebagai Ajang Penghargaan Bergengsi

Sejarah Baeksang Arts Awards yang Dikenal sebagai Ajang Penghargaan Bergengsi

| Sabtu, 29 April 2023 | 15:36 WIB

Soal Konflik Warna Kulit Cleopatra di Dokumenter Netflix, Ini Komentar Otoritas Mesir

Soal Konflik Warna Kulit Cleopatra di Dokumenter Netflix, Ini Komentar Otoritas Mesir

| Jum'at, 28 April 2023 | 16:04 WIB

Terancam Bangkrut, Begini Sejarah Singkat Tupperware Jadi Favorit Ibu-ibu

Terancam Bangkrut, Begini Sejarah Singkat Tupperware Jadi Favorit Ibu-ibu

| Selasa, 11 April 2023 | 13:18 WIB

Terkini

Istri Diberi Hadiah Mobil Rp2,2 M karena Sering Pusing dan Mudah Lelah, Diyakini 'Obat Ampuh'

Istri Diberi Hadiah Mobil Rp2,2 M karena Sering Pusing dan Mudah Lelah, Diyakini 'Obat Ampuh'

Entertainment | Senin, 11 Mei 2026 | 14:45 WIB

Klasemen Liga Spanyol usai Barcelona Pastikan Juara, Slot Terakhir UCL Jadi Rebutan

Klasemen Liga Spanyol usai Barcelona Pastikan Juara, Slot Terakhir UCL Jadi Rebutan

Bola | Senin, 11 Mei 2026 | 14:43 WIB

Thaksin Shinawatra Hirup Udara Bebas, Politik Thailand Kembali Memanas

Thaksin Shinawatra Hirup Udara Bebas, Politik Thailand Kembali Memanas

News | Senin, 11 Mei 2026 | 14:42 WIB

Kenaikan Ongkos Kirim di Marketplace Tak Bisa Dibendung

Kenaikan Ongkos Kirim di Marketplace Tak Bisa Dibendung

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 14:40 WIB

Dari Mana Asal Sel Kanker? Ini Pemicu dan Ciri-cirinya

Dari Mana Asal Sel Kanker? Ini Pemicu dan Ciri-cirinya

Lifestyle | Senin, 11 Mei 2026 | 14:40 WIB

Analisis Wayne Rooney soal VAR Gol West Ham vs Arsenal: Jelas Ini...

Analisis Wayne Rooney soal VAR Gol West Ham vs Arsenal: Jelas Ini...

Bola | Senin, 11 Mei 2026 | 14:37 WIB

Nadiem Makarim Akui Sempat Pendarahan hingga Dirawat di RS

Nadiem Makarim Akui Sempat Pendarahan hingga Dirawat di RS

News | Senin, 11 Mei 2026 | 14:35 WIB

Timnas Indonesia Perkuat Aspek Non-Taktikal untuk Hadapi Jepang dan Qatar di Piala Asia 2027

Timnas Indonesia Perkuat Aspek Non-Taktikal untuk Hadapi Jepang dan Qatar di Piala Asia 2027

Bola | Senin, 11 Mei 2026 | 14:33 WIB

Hadiri Sidang Nadiem Makarim, Rocky Gerung: Jaksa Pintar, Tapi Kelelahan

Hadiri Sidang Nadiem Makarim, Rocky Gerung: Jaksa Pintar, Tapi Kelelahan

News | Senin, 11 Mei 2026 | 14:33 WIB

Rupiah Masih Melemah, Bank Mulai Jual Dolar AS di kisaran Rp17.700

Rupiah Masih Melemah, Bank Mulai Jual Dolar AS di kisaran Rp17.700

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 14:29 WIB