Indotnesia - Kecelakaan kereta api terjadi pada Selasa, (17/10/2023) yaitu anjloknya KA Argo Argo Semeru rute Surabaya Gubeng - Gambir dan KA 6 Argo Wilis relasi Bandung – Surabaya Gubeng. Insiden terjadi di jalur Sentolo - Wates, Kulon Progo.
Anjloknya kereta berdampak terganggunya KA yang akan melintasi jalur tersebut. Sementara pada hari itu juga, pihak KAI langsung melakukan evakuasi.
"Kedua jalur rel antara Wates - Sentolo (Kab. Kulon Progo) untuk sementara tidak dapat dilalui akibat kecelakaan tersebut. KAI saat ini sedang berusaha melakukan upaya evakuasi kepada para penumpang di 2 KA yang mengalami musibah tersebut," ungkap EVP of Corporate Secretary KAI, Raden Agus Dwinanto Budiadji.
Lantas, mengapa sebuah kereta bisa anjlok?
Kereta anjlok adalah kejadian di mana kereta keluar dari jalur atau rel.
Dampak kereta anjlok cenderung minor, yaitu gangguan pengoperasian kereta, terhambatnya perjalanan kereta tetapi bisa juga berpotensi membahayakan penumpang.
Anjloknya sebuah kereta dapat disebabkan oleh berbagai hal.
1. Adanya kerusakan atau kegagalan pada komponen rel, seperti rusaknya rel atau rel mengalami pelebaran.
Baca Juga: Fakta-fakta Kereta Api Tak Bisa Berhenti Mendadak
2. Adanya perubahan atau kegagalan komponen gigi roda kereta, seperti kotak gandar atau roda kereta.
3. Adanya kesalahan pada geometri pada rel atau gigi roda sehingga terjadi kegagalan kuasistatis saat KA melakukan perjalanan, seperlu menanjak yang membuat kereta menggunakan roda atau rel secara berlebihan.
4. Terjadinya pergeseran rel, osilasi ekstrem, pemantulan vertikal, atau kecepatan berlebihan.
5. Terjadinya pengoperasian kereta yang kurang tepat atau adanya kesalahan pada sinyal.
Sementara penyebab KA Argo Argo Semeru rute Surabaya Gubeng - Gambir dan KA 6 Argo Wilis relasi Bandung – Surabaya Gubeng di jalur Sentolo - Wates masih dalam proses penyelidikan. Insiden kecelakaan tersebut tidak menyebabkan korban jiwa.