Putri Candrawathi memberikan pengakuan yang mengejutkan saat sidang lanjutan pembunuhan Brigadir J.
Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, istri Ferdy Sambo ini, mengaku jika dirinya tidak pernah mau untuk masuk dalam skenario pembunuhan yang dirancang oleh suaminya tersebut.
Bahkan Putri Candrawathi mengaku marah saat mengetahui jika Ferdy Sambo menyertakan namanya dalam skenario pembunuhan tersebut. Lantas ia pun menceritakannya dalam persidangan tersebut.
“Waktu itu suami saya sama saya sedang di kamar. Saya menanyakan kemarin ada kejadian apa di 46,” cerita pengakuan Putri Candrawathi.
Mendapat pertanyaan tersebut dari istrinya, Ferdy Sambo lantas mengatakan peristiwa yang terjadi, di mana Richard Eliezer menembak Brigadir Joshua.
“Suami saya menyampaikan sudah melapor ke pak Kapolri bahwa peristiwa itu terjadi karena tembak menembak antara Joshua dan Richard disebabkan karena Joshua melecehkan saya,” lanjut istri Ferdy Sambo itu.
Mendengar pernyataan dari suaminya, Putri Candrawathi mengaku kaget sekaligus marah kepada suaminya dan menanyakan kenapa dirinya diikutsertakan dalam skenario ini.
“Saya sampaikan kepada suami saya, kenapa saya diikut-ikutkan ke dalam peristiwa tersebut. Saya menangis, luluh suami saya, pergi dari kamar,” tutupnya.
Pengakuan istri Ferdy Sambo tersebut lantas tak luput dari perhatian dan komentar netizen. Tak sedikit dari mereka yang memberikan cibiran kepada Putri Candrawathi.
Baca Juga: Misteri Wanita Menangis Keluar dari Rumah Sambo, Eliezer atau Putri Candrawathi yang Berbohong?
“Tidak peduli Secerdas apapun anda, jika saat berbohong pasti akan terlihat "BODOH". Dan lebih "BODOH" lagi jika ada yg percaya,” ungkap salah seorang netizen.
“Semua g masuk akal pokokny..penjelasan dr magelang km sama rr ikut tanpa diajak trs sampe ke duren tiga g tau ada kejadian apa itu g bs masuk dipikiran orang biasa macam saya mngkin karena IQ saya terlalu rendah..” sambung netizen yang lain.
“yg masuk akal aja, msk mgelibat2in istri demi melindungi ajudan yg katanya nembak pdhl perintahnya hajar,” imbuh netizen satunya.
“Jejak digital ini akan ada seumur hidup , tidak akan bisa dihilangkan.. Mulai psikolog, penasehat hukum, dan ahli lainya dari pihak PC. Sama saja "Mengubur" kariernya sendiri.. Yg mencoba membela pihak FS ini apakah mengerti dan sadar efek buruk yg akan diterima setelah kasus ini,” ungkap netizen lainnya.
Kontributor: Moh Afaf El Kurniawan